Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: IST

Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: IST

Kontinuitas Pertumbuhan Kinerja Waskita Precast

Jauhari Mahardhika, Senin, 1 Juli 2019 | 09:12 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menunjukkan tren kinerja yang positif. Hingga pertengahan Juni 2019, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut mengantongi kontrak baru senilai Rp 3,04 triliun atau naik 2,3% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,97 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari beberapa proyek besar, antara lain Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Pantai Indah Kapuk II, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II, Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi II, dan proyek lainnya.

Adapun beberapa proyek utama yang tengah disuplai oleh Waskita Precast adalah Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kp Melayu Seksi I, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Jalan Tol Depok-Antasari, Jalan Tol Kayu Agung Betung, Pantai Indah Kapuk II, dan Jembatan Patimban.

“Sebagai produsen beton pracetak (precast) terbesar di Tanah Air, konsistensi perseroan dalam penambahan kapasitas juga dibarengi dengan pengembangan produk baru, antara lain rumah precast, tiang listrik beton, dan bantalan kereta api,” jelas manajemen Waskita Beton Precast dalam keterangan tertulis.

Adapun strategi dan keseriusan perseroan untuk pengembangan produk merupakan bagian komitmen dari strategi perusahaan untuk mengembangkan pasar eksternal yang diharapkan terus meningkat dengan target kontribusi 40% pada 2019.

Peningkatan kontribusi pasar eksternal salah satunya melalui pengembangan produk baru. Waskita Precast juga menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis serta pengembangan produk lainnya.

Tahun ini, Waskita Precast mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 900 miliar. Perseroan juga membutuhkan modal kerja yang diproyeksikan sekitar Rp 6-7 triliun sepanjang 2019. Alokasi tersebut demi mengejar target pendapatan tahun ini yang mencapai Rp 10 triliun.

Sesuai rencana, capex tahun ini akan banyak diserap untuk melanjutkan pembangunan pabrik baru precast di Balikpapan. Saat ini, prosesnya sudah 60% dan diharapkan rampung pada semester II-2019.

Selain pabrik baru tersebut, perseroan telah memiliki sebanyak 11 fasilitas pabrik beton di Klaten, Sadang, Karawang, Cibitung, Kalijati, Gasing, Palembang, Bojonegara, Prambon, Legundi, dan Subang. Saat ini, kapasitas produksi precast perseroan mencapai 3,5 juta ton per tahun dan akan ditingkatkan menjadi 3,75 juta ton per tahun.

Kinerja perseroan juga didukung oleh tiga sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health, and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Pernyataan Efektif Obligasi

Sementara itu, penawaran awal Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 yang ditawarkan oleh Waskita Beton Precast telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Juni 2019. Kupon obligasi dipatok 9,95% per tahun untuk jangka waktu tiga tahun.

Selama masa penawaran awal, obligasi tersebut kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,18 kali dari jumlah yang ditawarkan sebesar Rp 500 miliar. Total pesanan yang masuk mencapai Rp 1,09 triliun.

Direktur Keuangan Waskita Beton Precast Anton Y Nugroho mengatakan, keberhasilan penerbitan obligasi tersebut tidak luput dari pemilihan timing yang tepat. “Kami memilih momentum yang tepat dalam penerbitan obligasi ini sama seperti ketika melakukan IPO pada 2016,” kata dia.

Anton menegaskan, momentum ini didukung oleh kenaikan peringkat Indonesia dan banyaknya obligasi yang jatuh tempo, sehingga menambah demand. Selain itu, dikombinasikan dengan posisi keuangan perseroan yang sehat dan atraktif.

Waskita Precast melakukan penerbitan obligasi dengan beberapa faktor pendorong. Pertama, obligasi menjadi alternatif pendanaan lain dari perbankan yang selama ini digunakan oleh perusahaan. Kedua, sesuai dengan kebutuhan investasi jangka menengah-panjang perusahaan. Ketiga, memiliki jatuh tempo yang lebih panjang.

Adapun PT PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efek.

Obligasi Waskita Precast mendapat peringkat BBB+ dari Fitch Rating atau termasuk dalam investment grade. Ini menunjukkan bahwa perseroan dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya, sehingga investor dapat berinvestasi secara aman. Selain itu, jaminan obligasi perseroan berbentuk tanpa jaminan khusus (clean basis).

Sesuai rencana, perseroan akan menggunakan 40% dana hasil penerbitan obligasi untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek eksisting dan sebesar 60% untuk investasi pembangunan pabrik yang rencananya akan dibangun di Penajam, serta investasi penambahan kapasitas pabrik eksisting di daerah Bojonegara dan Gasing.

Adapun obligasi berkelanjutan tahap selanjutnya sebesar Rp 1,5 triliun akan dilakukan paling cepat pada kuartal III-2019. Surat utang tersebut juga merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I senilai total Rp 2 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN