Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Tabungan Negara (BTN) rayakan HUT ke-71

Bank Tabungan Negara (BTN) rayakan HUT ke-71

Laba Lampaui Ekspektasi, Target Harga Saham BBTN Direvisi Naik Menjadi Rp 2.300

Rabu, 17 Februari 2021 | 07:42 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id -Target harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) direvisi naik dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.300 dengan rekomendasi beli. Revisi naik target tersebut mencerminkan kuatnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2020.

Demikian riset Samuel Sekuritas Indonesia tentang prospek saham BBTN yang disusun analis Suria Dharma di Jakarta, kemarin. Berdasarkan datan, BTN berhasil membukukan lonjakan laba bersih sebesar 665,7% dari Rp 209 miliar menjadi Rp 1,6 triliun. Sedangkan pendapatan bunga turun tipis dari Rp 25,67 triliun menjadi Rp 25,16 triliun. Realisasi laba bersih tersebut telah melampaui estimasi Samuel Sekuritas atau setara dengan 115% dari target.

Suria Dharma mengatakan, perseroan menunjukkan sejumlah indikator yang baik sepanjang 2020, seperti kredit naik tipis +1,7% dan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 23,8%. Likuiditas perseroan juga tergolong sangat baik dengan LDR berada pada level 93,2%. “Oleh karena itu, kami mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 2.300 atau merefleksikan perkiraan PBV tahun ini 1,1 kali,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

Samuel Sekuritas menambahkan, BTN telah merestrukturisasi kredit Rp 57,5 triliun akibat pandemi Covid-19 hingga akhir 2020. Sebagian besar atau mencapai 69,4% berasal dari segmen konsumer. Sedangkan 24,2% berasal dari segmen komersial dan sisanya sebesar 6.6% berasal dari pendanaan sharia. “Dari total restrukturisasi tersebut, kemungkinan 5.9% berpotensi downgrade (lebih rendah dari perkiraan sebelumnya antara 7-8%). Sebanyak 5% dari segmen konsumer berpotensi turun kualitas kreditnya, sedangkan untuk segmen komersial dan pendanaan sharia sekitar 8% berpotensi turun kualitasnya,” terangnya.

Terkait kinerja keuangan perseroan tahun ini, dia mengatakan, diproyeksikan lanjutkan pertumbuhan dengan ekspektasi kenaikan laba bersih mencapai 60% menjadi Rp 2,56 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih diharapkan naik menjadi Rp 10,31 triliun, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 9,12 triliun. Kemarin, saham BBTN berhasil menguat hingga akhirnya ditutup di level Rp 1.930.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN