Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST

Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST

Mempertahankan Outlook Positif Kalbe Farma

Parluhutan Situmorang, Kamis, 21 November 2019 | 08:09 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diproyeksikan menjadi satu dari beberapa emiten yang mampu mencetak pertumbuhan kinerja keuangan ke depan. Pertumbuhan tersebut didukung berlanjutnya pengembangan produk dan tren kenaikan permintaan produk farmasi domestic ke depan.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin mengungkapkan, Kalbe Farma tetap memiliki outlook positif dalam jangka panjang.

“Kami masih mempertahankan outlook positif Kalbe Farma dalam jangka panjang. Outlook tersebut didukung oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ke depan,” tulis Mimi dalam risetnya, baru-baru ini.

Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan, ungkap dia, juga didukung atas divesifikasi bisnis. Prospek cerah perseroan juga didukung atas kebijakan untuk penguatan riset dan teknologi, sehingga menghasilkan produk baru yang dapat menopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dalam jangka panjang.

Kalbe Farma.
Kalbe Farma.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.890. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peningkatan kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2019 dan ekspektasi berlanjutnya kinerja ke depan.

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih Kalbe Farma menjadi Rp 2,55 triliun pada 2019 dan menjadi Rp 2,65 triliun pada 2020, dibandingkan pencapain tahun 2018 senilai Rp 2,45 triliun.

Sedangkan pendapatan diharapkan naik menjadi Rp 22,55 triliun tahun ini dan senilai Rp 24,14 triliun tahun depan, dibandingkan dengan perolehan tahun lalu mencapai Rp 21,07 triliun. Hingga kuartal III-2019, perseroan telah meraup peningkatan laba bersih sebesar 6,2% dari Rp 1,80 triliun menjadi Rp 1,91 triliun.

Pendapatan juga bertumbuh sekitar 7,3% menjadi Rp 16,82 triliun, dibandingkan hingga kuartal III- 2018 sebesar Rp 15,67 triliun.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan berimbas positif terhadap kinerja keuangan Kalbe Farma.

“Kami memperkirakan peningkatan iuran BPJS Kesehatan tersebut akan berimbas positif terhadap seluruh stakeholders kesehatan dan farmasi, termasuk Kalbe Farma,” jelas dia dalam risetnya.

Dia menambahkan, Kalbe Farma juga bakal diuntungkan atas rencana pemerintah untuk memberikan insentif pajak untuk anggaran riset dan pengembangan perusahaan. Hal ini bisa berimbas positif terhadap kenaikan laba bersih perseroan ke depan.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.

Kedua sentimen tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga dipertahankan level Rp 1.800. Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan PE tahun 2020 sekitar 27,7 kali. Target itu juga telah mencerminkan perolehan kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2019.

Berdasarkan pertimbangan Danareksa Sekuritas bahwa realisasi pendapatan dan laba bersih perseroan hingga kuartal III-2019 telah sesuai dengan ekspektasi. Berlanjutnya peningkatan laba bersih perseroan hingga September ditopang atas efisiensi belanja operasional. Relisasi laba tersebut setara dengan 74,7% dari perkiraan total laba bersih perseroan tahun ini.

Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih Kalbe Farma menjadi Rp 2,56 triliun pada 2019 dan menjadi Rp 2,78 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun 2018 sebesar Rp 2,45 triliun.

Sedangkan pendapatan tahun ini diharapkan capai Rp 22,69 triliun dan naik menjadi Rp 24,54 triliun tahun depan, dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu senilai Rp 21,07 triliun.

Sebelumnya, Kalbe Farma melalui anak usahanya, Kalbe International Ltd dan PT Dankos Farma membentuk perusahaan baru, Kalbe Lanka (Pvt) Ltd. Investasi yang dikucurkan untuk membentuk entitas baru tersebut adalah US$ 600 ribu.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kalbe International akan menjadi pemegang saham mayoritas dalam perusahaan baru tersebut, yakni 99%.

Adapun investasi yang dikucurkan Kalbe International adalah US$ 594 ribu. Sementara itu, sisa saham lainnya akan dimilik oleh Dankos Farma. Dalam hal ini, Dankos Farma berinvestasi sebesar US$ 6.000.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius sebelumnya menjelaskan, pembentukan anak usaha ini dilakukan untuk mengembangkan bisnis di Srilanka. Perusahaan ini nantinya akan melakukan fungsi pemasaran, contract manufacturing dan distribusi di Srilanka.

"Perusahaan ini nantinya akan mendistribusikan produk Kalbe Farma seperti obat resep, obat over the counter (OTC) dan nutrisi," jelas.

Selain melakukan ekspansi ke Srilanka, Kalbe Farma tengah membangun pabrik baru di Myanmar guna mendukung pengembangan pasar ekspor. Vidjongtius mengungkapkan, pabrik baru ini akan menampung kapasitas produksi obat OTC dan obat resep untuk kawasan Myanmar dan sekitarnya.

"Pabrik yang di Myanmar akan cukup untuk menampung kebutuhan ekspor obat OTC dan resep untuk enam sampai tujuh tahun ke depan," ujar dia.

Dengan adanya pabrik ini, perseroan berharap bisa meningkatkan kontribusi penjualan ekspor menjadi 10% dalam lima tahun mendatang. Sedangkan saat ini, kontribusi penjualan ekspor terhadap total penjualan baru 5%.

Vidjongtius mengungkapkan, perseroan membangun pabrik di Myanmar dengan investasi sekitar Rp 300 miliar. Pabrik baru ini ditargetkan akan beroperasi secara komersial pada tahun 2021.

Selain bekerjasama dengan Myanmar, Kalbe Farma memiliki banyak kerjasama dengan negara lain. Dia mengungkapkan, Kalbe Farma bekerjasama dengan mitra dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok dan negaranegara di Eropa terkait lisensi produk baru, transfer teknologi produksi baru dan kerjasama riset

Tahun ini, perseroan memiliki inisiatif yang bisa mendorong peningkatan kinerja. Pertama, dari sisi pengembangan obat resep, perseroan akan memperkuat portfolio produk specialty, berkolaborasi dengan perusahaan multinasional untuk produk lisensi serta meningkatkan partisipasi di obat generic tidak bermerek.

Selanjutnya, dari sisi pengembangan produk kesehatan, Kalbe Farma akan melakukan ekspansi ke produk-produk preventif dengan bahan baku lokal dan minuman kesehatan.

Perseroan juga akan melakukan ekspansi ke produk susu siap saji dan produk kesehatan fungsional non susu di bagian pengembangan nutrisi.

Dari sisi pengembangan distribusi dan logistik, perseroan berkolaborasi dengan principal baru untuk produk diagnostik dan alat kesehatan, memperluas jaringan distribusi serta membangun merek alat kesehatan sendiri.

Perusahaan obat dan makanan kesehatan ini juga mengembangkan platform Kalbe E-Health yang menyediakan layanan e-commerce untuk pembelian produk Kalbe, layanan pemesanan dan pengiriman, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, layanan call center dan layanan lainnya secara digital.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA