Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan produksi di pabrik  Mayora Indah

Kegiatan produksi di pabrik Mayora Indah

Menangkap Peluang Pasar ala Mayora

Jumat, 28 Mei 2021 | 04:30 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Mulai pulihnya penjualan ekspor dan ekonomi domestik membuat prospek kinerja keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tahun ini lebih cerah. Tren penguatan kinerja keuangan perseroan juga didukung oleh kehadiran produk premium baru yang menawarkan marjin keuntungan lebih baik.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, prediksi kinerja keuangan Mayora cenderung lebih baik dibandingkan perkiraan semula sepanjang tahun 2021.

Penguatan tersebut didukung oleh berlangsungnya Lebaran pada kuartal II-2021, ekspektasi pemulihan ekonomi Indonesia, dan peningkatan kontribusi penjualan ekspor.

“Ekspektasi kinerja keuangan yang lebih baik juga didukung oleh kehadiran produk-produk premium yang menawarkan tingkat marjin keuntungan lebih baik, sehingga bisa berdampak pada peningkatan marjin laba bersih tahun ini,” tulis Natalia dalam risetnya.

Harga saham MYOR dalam satu dekade terakhir
Harga saham MYOR dalam satu dekade terakhir

Berdasarkan data, marjin kotor (gross margin) perusahaan barang konsumsi ini menunjukkan tren peningkatan dalam 10 tahun terakhir. Hal ini didukung oleh peningkatan skala ekonomi bersamaan dengan penguatan efisiensi ekonomi nasional. Peningkatan marjin keuntungan juga seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah.

Sedangkan faktor penekan marjin keuntungan berasal dari kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO), harga minyak, dan harga gula.

Terkait produk baru, Mayora telah meluncurkan produk dengan ukuran yang disesuaikan untuk menangkap peluang pasar di tengah kenaikan harga jual produk. Perseroan juga meluncurkan produk makanan premium dengan harga yang lebih tinggi dan produk ini tentu menawarkan marjin keuntungan lebih tinggi.

Didukung oleh peningkatan volume penjualan disertai dengan kehadiran sejumlah produk dengan marjin keuntungan yang lebih bagus diharapkan menopang peningkatan marjin keuntungan perseroan tahun ini.

Prospek MYOR
Prospek MYOR

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik gross margin perseroan tahun ini dari 28,5% menjadi 29,3%. BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi naik target kinerja keuangan Mayora tahun 2021 dan 2022. Perkiraan pendapatan tahun ini direvisi naik dari Rp 26,98 triliun menjadi Rp 27,43 triliun.

Begitu juga dengan proyeksi laba bersih direvisi meningkat dari Rp 1,99 triliun menjadi Rp 2,26 triliun. Revisi naik target kinerja keuangan juga diberikan untuk tahun 2022, yaitu proyeksi pendapatan dinaikkan dari Rp 29,8 triliun menjadi Rp 30,53 triliun.

Mayora Indah.
Mayora Indah.

Sedangkan estimasi laba bersih direvisi naik dari Rp 2,25 triliun menjadi Rp 2,53 triliun. Sebelumnya, Mayora Indah memproyeksikan kenaikan penjualan tahun 2021 sekitar 10% menjadi sekitar Rp 26,62 triliun. Untuk mencapai target tersebut, perseroan bakal merilis produk-produk baru dan ekspansi.

“Kami akan mengeluarkan produk-produk baru pada 2021. Ini sejalan dengan komitmen perseroan untuk tetap berinovasi sesuai permintaan pasar. Kami akan merilis 10 produk baru yang diharapkan dapat   berkontribusi pada penjualan kami pada akhir 2021,” kata Direktur Keuangan Mayora Indah Hendrik Polisar, belum lama ini.

Kinerja keuangan Mayora Indah
Kinerja keuangan Mayora Indah

Hendrik menjelaskan, tahun ini, Mayora telah merilis berbagai produk baru, seperti biskuit Malkist Roma dengan rasa cappucino dan kelapa coklat, Wafer kelapa, Energen rasa kurma, dan Kopi Gilus Mix.

“Kami mendapatkan respons positif pada produk baru tersebut. Sebab itu, kami optimistis pada akhir tahun ini dapat membukukan penjualan Rp 24,2 triliun dan laba bersih Rp 2 triliun,” ujar dia.

Di sisi ekspor, menurut Hendrik, Mayora berniat investasi membangun pabrik pembuatan kopi dengan merek Torabika di Filipina. Rencana ini diperkirakan membutuhkan dana investasi sekitar US$ 70 juta.

“Pembangunan pabrik ini juga ditawarkan sebagai solusi dari kebijakan special safeguard (SSG) yang diterapkan Filipina,” tutur dia.

Rencana itu, kata Hendrik, sejalan dengan fokus Mayora Indah dalam meningkatkan penetrasi ekspor pada beberapa negara di Asean, seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Filipina. Perseroan juga akan memperluas ekspor ke Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN