Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AKR Corporindo. Foto: IST

AKR Corporindo. Foto: IST

Mendongkrak Laba AKR di Tengah Pandemi

Selasa, 17 November 2020 | 04:30 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diyakini mampu meningkatkan kinerja keuangan di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Laba perseroan diperkirakan tetap meningkat seiring berlanjutnya pertumbuhan volume penjualan bahan bakar minyak (BBM) dan efisiensi biaya.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ilham Akbar Muhammad mengungkapkan, pencapaian kinerja keuangan AKR Corporindo hingga kuartal III-2020 telah melampaui estimasi. Tren pertumbuhan tersebut diperkirakan berlanjut hingga kuartal terakhir tahun ini.

“Pertumbuhan bakal didukung oleh peningkatan distribusi minyak dan efisiensi biaya operasional. Hal ini mendorong kami untuk merevisi naik target kinerja keuangan AKR Corporindo tahun 2020-2021,” tulis Ilham dalam risetnya.

Hingga kuartal III-2020, AKR Corporindo membukukan peningkatan laba bersih sebesar 17,7% menjadi Rp 665 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 565 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan turun 8,3% dari Rp 15,11 triliun menjadi Rp 13,86 triliun. Peningkatan laba bersih di tengah penurunan pendapatan didukung oleh peningkatan margin keuntungan.

“Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 77,5% dari target yang telah kami tetapkan sepanjang tahun ini. Adapun pencapaian pendapatan telah merefleksikan 70,8% dari target tahun ini. Pencapaian tersebut sudah di atas ekspektasi kami,” jelas dia.

Dengan pencapaian kinerja keuangan yang melampaui estimasi tersebut, Ilham merevisi naik target kinerja keuangan AKR Corporindo tahun 2020-2021. Target laba bersih perseroan tahun ini direvisi naik dari Rp 745 miliar menjadi Rp 858 miliar.

Begitu juga dengan perkiraan pendapatan perseroan sepanjang tahun ini dinaikkan dari Rp 18,75 triliun menjadi Rp 19,57 triliun.

Adapun target laba bersih perseroan tahun 2021 dinaikkan dari Rp 875 miliar menjadi Rp 926 miliar. Perkiraan pendapatan juga dinaikkan dari Rp 21,64 triliun menjadi Rp 23,23 triliun. Tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp 21,07 triliun dan Rp 714 miliar.

AKR Corporindo.
AKR Corporindo.

Selain ditopang oleh tingginya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan hingga September 2020, revisi naik target kinerja keuangan tersebut menggambarkan momentum peningkatan distribusi BBM oleh perseroan yang tetap kuat hingga pengujung tahun ini.

Hal itu diharapkan menopang laba kotor dan laba bersih. Ilham juga memastikan bahwa AKR tidak akan melakukan one-off expenses signifikan seperti kuartal terakhir tahun 2019.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pertumbuhan laba bersih perseroan berlanjut di pengujung tahun ini. Terlebih, berlanjutnya efisiensi biaya tentu berdampak positif terhadap margin keuntungan perseroan.

Selain faktor tersebut, Ilham mencermati Omnibus Law UU Cipta Kerja. Menurut dia, regulasi baru tersebut akan menjadi katalis pertumbuhan penjualan lahan industri JIIPE yang dimiliki perseroan ke depan. Hingga kuartal III-2020, perseroan telah menjual sebanyak 17 hektare (ha) lahan di JIIPE dibandingkan sepanjang tahun 2019 yang hanya mencapai 8 ha.

“Kami melihat Omnibus Law dapat menjadi katalis untuk pertumbuhan penjualan lahan industri. Apalagi, adanya keputusan perseroan mengajukan kawasan industri JIIPE menjadi KEK dengan target kuartal akhir tahun depan. Ini menjadi faktor tambahan terhadap bisnis perseroan,” jelas dia.

SBN Tercatat

Monitor perdaganan saham diambil melalui smartphone di Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 123 seri dengan nilai nominal Rp 3.657,71 triliun dan USD 400 juta. Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 3.800. Target harga tersebut menggambarkan revisi naik target kinerja keuangan perseroan tahun ini. Target tersebut juga merefleksikan perkiraan PE sebesar 17,6 kali pada 2021.

Pelanggan

AKR corporindo
AKR corporindo

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga mengungkapkan, AKR Co rporindo masih memiliki prospek pertumbuhan kinerja keuangan yang baik tahun ini.

Pertumbuhan bakal didukung oleh tiga faktor, yaitu peningkatan bauran pelanggan bahan bakar minyak (BBM), penguatan bisnis pendistribusian BBM secara ritel, dan penjualan lahan industri.

Berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen AKR Corporindo terungkap bahwa volume pendistribusian BBM perseroan hingga kuartal III- 2020 hampir menyamai realisasi kuartal III-2019. Perseroan juga berhasil meningkatkan bauran pelanggan dari dominasi perusahaan pertambangan ke industri lain.

Peningkatan volume pendistribusian juga didukung oleh sektor ritel dan avtur. Sedangkan dari bisnis penjualan lahan industri, perseroan mempertahankan target penjualan seluas 25-30 hektare (ha) tahun ini.

“Dari data tersebut terlihat bahwa prospek perseroan masih positif tahun ini, sehingga kami mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 3.700. Target tersebut juga mempertimbangkan kenaikan margin keuntungan bersih yang diharapkan menopang kenaikan laba bersih tahun ini,” tulis Teguh dalam risetnya.

Adapun target volume penjualan BBM perseroan tahun ini mencapai 2,3-2,4 juta kiloliter. Volume tersebut telah mempertimbangkan penambahan alokasi dana pemerintah untuk penambahan penyaluran fatty acid methyl ester (FAME). Sedangkan ekspektasi pertumbuhan laba bersih perseroan tahun ini akan ditopang oleh perusahaan patungan perseroan dengan Petronas.

Performa penuh perusahaan patungan tersebut baru terlihat tahun depan, apalagi pemerintah berkeinginan untuk memperbanyak penggunaan biodiesel yang menggunakan bahan baku metanol.

Peningkatan volume penjualan perseroan juga bakal didukung oleh keinginan Asahimas untuk menaikkan kapasitas produksi yang diharapkan berdampak pada peningkatan permintaan petrokima AKR tahun depan.

Teguh memperkirakan lonjakan margin keuntungan kotor (gross margin) AKR menjadi 11,5% tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu sebesar 9,7%. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih (net margin) diharapkan bertumbuh dari 3,3% menjadi 4,9%. Peningkatan margin bakal membuat laba bersih perseroan bertumbuh, meskipun pendapatan diperkirakan turun tahun ini.

Laba bersih AKR Corporindo diprediksi meningkat menjadi Rp 998 miliar tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 717 miliar. EBITDA juga diharapkan meningkat dari Rp 1,42 triliun menjadi Rp 1,71 triliun. Namun, pendapatan perseroan diproyeksi turun dari Rp 21,7 triliun menjadi Rp 20,36 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN