Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peternak tengah memberi makanan pada ayam ternaknya. Foto ilustrasi: IST

Peternak tengah memberi makanan pada ayam ternaknya. Foto ilustrasi: IST

Menembus Pasar Amerika Serikat, Jepang, Filipina, dan Timor Leste

Parluhutan Situmorang, Sabtu, 7 Maret 2020 | 09:42 WIB

Japfa Comfeed Indonesia merupakan perusahaan agri-food terkemuka dan terintegrasi di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1975. Perseroan memproduksi protein hewani mulai dari daging unggas hingga perikanan. Perseroan juga memproduksi pakan ternak.

Japfa memiliki jaringan distribusi dan keagenan yang kuat dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perseroan juga menciptakan dan memberikan nilai tambah kepada mitra industri melalui kekuatan rantai produksi perseroan, mulai dari pakan ternak, bibit ternak unggul, peternakan ayam broiler, ikan, udang, sapi potong, hingga produk-produk makanan olahan.

Japfa juga mengedepankan penelitan dan pengembangan teknologi pakan ternak yang berkesinambungan. Perseroan juga menggandeng sejumlah lembaga penelitian dan universitas untuk menghasilkan produk unggul.

Selain itu, perseroan melakukan penelitian dan percobaan formulasi pakan secara intensif dan menyeluruh dalam menentukan elemen nutrisi dan formulasi yang tepat yang menghasilkan pakan ternak yang optimal.

Perusahaan milik Keluarga Handojo Santosa berserta afiliasinya ini juga telah mengekspor sejumlah produknya ke luar negeri, seperti produk perikanan ke empat negara, yakni Jepang, Timor Leste, Amerika Serikat (AS), dan Filipina pada awal 2020.

Perseroan memasok produk olahan ikan sidat (unagi) dan pakan udang dari Banyuwangi ke Jepang dan Timor Leste, lalu fillet/ loin tilapia dari Medan ke Amerika Serikat, dan olahan tilapia dari Cirebon ke Filipina.

Tahun lalu, untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) dan pelunasan (refinancing) utang, Japfa menaikkan fasilitas pinjaman bank dalam negeri dari Rp 3 triliun menjadi Rp 5 triliun.

Selain Japfa, anak usaha perseroan yang terlibat dalam kesepakatan pinjaman ini adalah PT Ciomas Adisatwa, PT Santosa Agrindo, PT Austasia Stockfeed, PT Suri Tani Pemuka, dan PT Vaksindo Satwa Nusantara.

Sedangkan kreditur yang mengucurkan pinjaman ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII).

Kesepakatan berlaku efektif 2 September 2019. Fasilitas yang ditingkatkan ini akan digunakan untuk membayar penuh fasilitas pinjaman tahun 2017 senilai Rp 3 triliun.

Lalu, sebanyak Rp 850 miliar digunakan untuk melunasi obligasi Japfa seri A yang jatuh tempo pada 2 Desember 2019.

Seperti diketahui, dalam covenant perjanjian pinjaman tahun 2017 tertera Keluarga Santosa, secara langsung atau tidak langsung, memiliki setidaknya 30% dari modal yang dikeluarkan oleh Japfa Ltd, dan tetap menjadi pemegang saham tunggal terbesar Japfa selama jangka waktu fasilitas pinjaman.

Program CSR

Mengenai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), perseroan memiliki sejumlah program unggulan. Salah satunya JAPFA4Kids. Program ini didedikasikan untuk kesejahteraan anak-anak pedesaan di Indonesia. Ini merupakan inisiatif sosial terbesar dari perusahaan yang berfokus pada keseimbangan gizi dan kebersihan untuk anak-anak di pedesaan Indonesia usia 6 sampai 12 tahun.

Sejak 2008, perseroan telah melangsungkan kampanye kesehatan dan program pendampingan yang diadaptasi secara lokal di lebih dari 630 sekolah dasar, menjangkau 21 provinsi di Indonesia. Perseroan melatih anak-anak untuk memperhatikan kesehatan gizi serta kebersihan sehari-harinya untuk mewujudkan perubahan sosial yang ‘berkelanjutan’ dalam masyarakat.

Selain itu, perseroan memiliki program CSR terkait dampak bencana alam. Perseroan mengambil peran penting dalam membantu korban bencana untuk menata kembali kehidupan mereka setelah bala bantuan darurat pergi.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN