Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indocement

Indocement

Mengukur Dampak Peningkatan Permintaan Semen terhadap Kinerja Indocemenrt

Kamis, 22 April 2021 | 04:30 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Peningkatan permintaan semen dalam beberapa bulan terakhir dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tahun ini. Perseroan juga akan didukung oleh kenaikan harga jual semen.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, permintaan semen menunjukkan peningkatan terhitung sejak awal tahun ini yang membuat volume penjualan Indocement pada kuartal I-2021 mencapai 3,85 juta ton atau naik 1,4% dibandingkan periode sama tahun 2020.

“Dengan raihan tersebut, pencapaian ini setara dengan 23% dari target volume penjualan semen perseroan tahun ini atau sudah sesuai dengan harapan kami. Sedangkan target pertumbuhan volume penjualan semen perseroan diharapkan mencapai 3,5% tahun ini dan kenaikan harga jual mencapai 2%,” tulis Maria dalam risetnya.

 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Foto: Perseroan.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Foto: Perseroan.

Berdasarkan data, Indocement berhasil menjual sebanyak 1,41 juta ton semen pada Maret 2021 atau merefleksikan kenaikan 13,5% dari bulan sama tahun lalu. Pencapaian tersebut juga menunjukkan kenaikan 22% dibandingkan Maret 2021. Kenaikan volume penjualan ini melampaui pertumbuhan penjualan sektor semen di dalam negeri.

Terkait penjualan semen domestik sepanjang Maret 2021 yang mencapai 5,33 juta ton atau naik 11,4% dibandingkan tahun lalu, angka tersebut juga menunjukkan peningkatan 15,1% dibandingkan bulan sebelumnya.

Semen Tiga Roda
Semen Tiga Roda

Sedangkan konsumsi semen domestic nasional mencapai 14,87 juta ton pada kuartal I-2021 atau dengan peningkatan 2,2%. Hal ini didukung tingginya peningkatan permintaan semen di Pulau Jawa dan Sumatera.

Meski menunjukkan tren peningkatan volume penjualan, BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi turun target harga saham INTP dari Rp 18.100 menjadi Rp 16.800. Penurunan target harga ini telah mempertimbangkan penurunan target volume penjualan dan kinerja keuangan Indocement.

Proyeksi pertumbuhan volume penjualan dipangkas dari 3,6% menjadi 3,5% dengan estimasi kenaikan harga jual mencapai 2%. Namun, proyeksi pendapatan perseroan direvisi naik dari Rp 15,03 triliun menjadi Rp 15,33 triliun tahun ini, seiring

dengan ekspektasi kenaikan harga jual 2%. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih direvisi naik dari Rp 1,72 triliun menjadi Rp 1,98 triliun yang ditopang kenaikan pendapatan dan berjalannya efisiensi.

Harga saham INTP satu dekade terakhir, Prospek saham INTP, dan kinerja keuangan Indocement
Harga saham INTP satu dekade terakhir, Prospek saham INTP, dan kinerja keuangan Indocement

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin mengungkapkan bahwa terjadi penurunan volume penjualan semen Indocement pada Januari 2021 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, raihan tersebut lebih baik dibandingkan realisasi volume penjualan industri semen dalam negeri.

“Volume penjualan perseroan pada Januari 2021 memang mengalami penurunan dipicu dampak negatif pandemi Covid-19 ditambah cuaca hujan yang melanda sebagian besar hari di bulan tersebut. Tetapi, penurunan volume penjualan perseroan masih lebih rendah dibandingkan industri,” tulis Mimi dalam risetnya.

Walaupun terjadi penurunan volume penjualan pada awal tahun, volume penjualan Indoce ment diprediksi pulih tahun ini, khususnya mulai kuartal II-2021.

Pabrik semen Indocement. Foto: Defrizal
Pabrik semen Indocement. Foto: Defrizal

Dengan demikian, volume penjualan semen pada Februari diperkirakan tetap turun dari realisasi periode sama tahun lalu.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham INTP dengan target harga Rp 16.200. Target harga ini merefleksikan PE tahun ini sekitar 30,2 kali dibandingkan rata-rata PE dalam lima tahun terakhir 37,3 kali.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,97 triliun pada 2021 dibandingkan realisasi tahun 2020 senilai Rp 1,56 triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan meningkat menjadi Rp 15,43 triliun pada 2021 dibandingkan 2020 sebesar Rp 14,2 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN