Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Area kegiatan penambangan emas. Foto:ilustrasi: Istimewa

Area kegiatan penambangan emas. Foto:ilustrasi: Istimewa

Merdeka Gold Jadi Pilihan Teratas di Sektor Pertambangan Emas

Jumat, 4 Juni 2021 | 04:30 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pulihnya volume produksi tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan menjadi penentu pertumbuhan kinerja keuangan dan pergerakan harga saham perseroan. Sedangkan realisasi kinerja pada kuartal I-2021 masih di bawah ekspektasi dan konsensus analis. Meski demikian, MDKA menjadi pilihan teratas untuk saham di sektor pertambangan emas.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Meilki Darmawan mengungkapkan, produksi tambang emas Tujuh Bukit Gold Mine (TB Gold Project) milik Merdeka Gold menunjukkan pemulihan secara bertahap dan diproyeksi pulih sepenuhnya pada kuartal III-2021.

“Hal ini memperkuat keyakinan kami untuk mempertahankan proyeksi kinerja keuangan perseroan tahun ini dan prospek sahamnya,” tulis dia dalam risetnya.

Pergerakan harga saham Merdeka Gold juga akan mendapatkan dukungan positif oleh berlanjutnya pre-feasibility study (PFS) proyek tembaga di Tujuh Bukit dengan investasi US$ 77 juta. Tambang ini diproyeksikan memiliki sumber daya mencapai 8,7 juta ton tembaga dan 28 juta ounces emas.

Sedangkan proyek Acid Iron Metal (AIM) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park diperkirakan mulai konstruksi pada kuartal II-2021 dan proyek tersebut ditargetkan mulai produksi pada kuartal IV-2022.

Listing Perdana MDKA
MDKA saat listing perdana. Foto: DAVID

Berbagai faktor tersebut mendorong Henan Putihrai untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MDKA dengan target harga Rp 2.800. Target harga tersebut juga menggambarkan ekspektasi kenaikan rata-rata harga jual emas dan tembaga tahun ini. Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih Merdeka Gold menjadi US$ 69 juta tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu US$ 36 juta.

Lonjakan tersebut didukung oleh estimasi pertumbuhan pendapatan perseroan dari US$ 322 juta menjadi US$ 370 juta. Hingga kuartal I-2021, Merdeka Gold mencatat rugi bersih US$ 5 juta dibandingkan periode sama tahun lalu yang membukukan laba bersih US$ 15 juta. Penurunan tersebut sejalan dengan anjloknya pendapatan perseroan dari US$ 104 juta menjadi US$ 47 juta. Rugi bersih perseroan tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan rugi bersih pada kuartal IV-2020 yang senilai US$ 21 juta.

“Realisasi kinerja keuangan tersebut masih di bawah ekspektasi kami dan consensus analis. Realisasi pendapatan tersebut baru merefleksikan 13% dari target kami dan konsensus analis. Begitu juga dengan volume penjualan emas dan tembaga perseroan masih di bawah ekspektasi kami dan konsensus analis,” jelas Meilki. Merdeka Gold mencetak volume penjualan emas sebanyak 14.370 oz pada kuartal I-2021 atau turun 76% dari realisasi periode sama tahun lalu.

Sedangkan volume penjualan tembaga perseroan mencapai 2.139 ton atau turun 10% dari periode sama tahun lalu. Meski demikian, perseroan mencatatkan kenaikan rata-rata harga jual emas dan tembaga.

Diborong Adaro

Harga saham MDKA sejak pencatatan perdana
Harga saham MDKA sejak pencatatan perdana

Belum lama ini, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melalui anak usahanya, PT Alam Tri Abadi, membeli 179 juta saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dari Garibaldi Thohir. Harga pembelian saham tersebut sebesar Rp 2.420 per saham atau senilai total Rp 433,18 miliar.

Manajemen Adaro Energy menyatakan, pihaknya memiliki posisi keuangan dan tingkat likuiditas yang cukup baik. Karena itu, perseroan memiliki fleksibilitas untuk melakukan investasi keuangan terukur pada instrumen yang memiliki tingkat profil risiko yang lebih tinggi dan tingkat pengembalian yang lebih baik.

“Penempatan investasi keuangan jangka panjang ini ditujukan untuk kepemilikan saham dalam jumlah yang cukup besar,” jelas manajemen dalam keterangan tertulis.

Adaro Energy memilih untuk berinvestasi pada instrumen saham di sektor komoditas emas dan tembaga untuk melindungi nilai terhadap inflasi. Sebab, perseroan berkeyakinan bahwa sektor tersebut memiliki fundamental yang baik untuk kondisi perekonomian saat ini.

“Perseroan telah melakukan riset serta melakukan koordinasi internal yang diperlukan dalam mengambil keputusan investasi keuangan ini. Perseroan melihat bahwa emas merupakan salah satu komoditas yang cukup tangguh di masa ekonomi yang sulit,” ungkap manajemen.

Buyback Saham

Kinerja keuangan Merdeka Copper Gold
Kinerja keuangan Merdeka Copper Gold

Sementara itu, Merdeka Copper Gold berencana membeli kembali (buyback) sebanyak 229,03 juta saham atau setara dengan 1% dari modal disetor perseroan. Dana senilai Rp 530 miliar disiapkan untuk mendukung aksi buyback ini. Pelaksanaan aksi tersebut selambat-lambatnya sampai tanggal 25 November 2022.

Buyback bertujuan untuk memberi fleksibilitas yang memungkinkan perusahaan menjaga stabilitas harga saham, jika harga tersebut tidak mencerminkan nilai atau kinerja,” ungkap manajemen Merdeka Copper Gold dalam pengumumannya.

Selain meningkatkan stabilitas harga saham perseroan, buyback ini dalam rangka pelaksanaan program insentif jangka panjang atau long term incentive (LTI) bagi karyawan, direksi, dewan komisaris perseroan, sehingga anak perusahaan perseroan dapat memacu kinerjanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN