Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ramayana lestari

ramayana lestari

Meski Pendapatan Semester I-2019 Turun, Ramayana Diprediksi Tetap Tumbuh Tahun Ini

Gita Rossiana, Selasa, 6 Agustus 2019 | 08:44 WIB

 

 

JAKARTA, Investor.id – PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) memiliki prospek pertumbuhan kinerja keuangan yang solid dalam jangka panjang. Meskipun raihan sepanjang semester I-2019 di bawah realisasi periode sama tahun lalu.

Perseroan membukukan membukukan penurunan tipis penjualan bersih 0,2% menjadi Rp 3,48 triliun pada semester I-2019, dibandingkan semester I-2018 sebesar Rp 3,49 triliun. Namun demikian  laba bersih justru naik 21,34% menjadi Rp 589,83 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 486,09 miliar.

Analis PT BNI Sekuritas William Siregar mengatakan, penurunan penjualan Ramayana pada semester I-2019 berdampak terhadap performa perusahaan di pasar modal. Pelemahan pendapatan telah berimbas terhadap penurunan kapitalisasi pasar Ramayana Lestari hingga 29,3%.

"Kami memperkirakan bahwa Ramayana Lestari optimistis bertumbuh ke depan. Penjualan yang lebih tinggi dan peningkatan efisiensi akan meningkatkan kualitas pertumbuhan ke depannya,"ujar dia berdasarkan riset yang diterima Investor Daily, Senin (5/8).

Ada beberapa indikator yang bisa mendukung pertumbuhan Ramayana Lestari dalam jangka panjang. Menurut dia, neraca keuangan perseroan yang sehat karena tidak terbelit utang, segmentasi penjualan yang kuat, dan produk yang inovatif dengan harga yang terjangkau.

"Kami mengapresiasi upaya perseroan dalam meningkatkan efisiensi yang akan berpengaruh positif terhadap kinerja sepanjang tahun 2019,"kata dia.

Selain itu, William juga melihat banyak katalis positif yang bisa mendukung kinerja Ramayana sampai akhir 2019. Di antaranya, Ramayana berencana membuka 3-4 gerai baru yang diharapkan mendorong pertumbuhan penjualan tahun ini.

William juga melihat adanya peluang peningkatan arus pelanggan di gerai Ramayana yang terdapat XXI dan toko olahraga. Selain itu, upaya Ramayana untuk meningkatkan margin juga patut diapresiasi.

Dengan berbagai peluang tersebut, William juga optimistis kinerja Ramayana Lestari bisa meningkat tahun ini. Penjualan Ramayana Lestari diprediksi bisa mencapai Rp 5,99 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 627 miliar.

Berbagai faktor tersebut mendorong BNI Sekuritas merekomendasikan beli saham RALS dengan target harga Rp 1.700 sampai akhir tahun ini. Prediksi tersebut meningkat dibandingkan prediksi awal di angka Rp 1.500. Hal ini seiring dengan peningkatan penjualan dan efisiensi perusahaan.

Sementara itu,  Ramayana Lestari membukukan laba bersih sebesar Rp 589,83 miliar. Nilai tersebut meningkat 21,34% dibandingkan perolehan pada semester I-2018 yang mencapai Rp 486,09 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia, perusahaan ritel tersebut tetap bisa membukukan peningkatan laba bersih, meski pendapatan tercatat menurun. Pada semester I-2019, pendapatan Ramayana tercatat Rp 3,48 triliun, menurun 0,2% dibandingkan semester I-2018 yang sebesar Rp 3,49 triliun.

Penurunan pendapatan disebabkan penurunan pada penjualan barang beli putus, yakni dari Rp 2,91 triliun pada semester I-2018 menjadi Rp 2,86 triliun pada semester I-2019. 

Di sisi lain, beban perseroan tercatat meningkat yakni menjadi Rp 1,56 triliun. Sebelumnya, pada semester I-2018, beban pokok pendapatan perseroan mencapai Rp 1,55 triliun. Namun biaya operasional (operational expense/opex) tercatat menurun 3,6% menjadi Rp 947 miliar dari Rp 982 miliar pada semester I-2018.

Sementara itu, aset perseroan tercatat Rp 6,26 triliun. Nilai aset tersebut meningkat dibandingkan akhir 2018 yang mencapai Rp 5,24 triliun karena adanya peningkatan aset lancar menjadi Rp 4,6 triliun.(c06)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN