Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: DAVID

Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: DAVID

Miliki Banyak Energi, Kinerja Sido Muncul Tetap Kuat

Rabu, 17 Februari 2021 | 05:11 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA. investor.id - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diyakini tetap mampu menunjukkan kinerja keuangan yang kuat sepanjang tahun ini. Hal itu didukung oleh kuatnya pertumbuhan pada 2020 dan berbagai upaya manajemen untuk menggenjot kinerja tahun 2021.

Adapun realisasi kinerja keuangan Sido Muncul pada 2020 telah melampaui estimasi Trimegah Sekuritas dan konsensus analis. Pendapatan dan laba bersih perseroan setara dengan 108% dari target Trimegah Sekuritas.

Konsensus analis juga menyebutkan bahwa perolehan pendapatan Sido Muncul setara dengan 103% dan laba bersih mencerminkan 105%.

Tahun lalu, Sido Muncul membukukan peningkatan penjualan sebesar 8,82% menjadi Rp 3,33 triliun dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 3,06 triliun. Begitu juga dengan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 15,64% menjadi Rp 934,01 miliar dari Rp 807,68 miliar.

“Pencapaian kinerja keuangan perseroan telah melampaui estimasi kami. Segmen herbal masih menjadi penyumbang terbesar mencapai 72% terhadap pendapatan tahun 2020.

Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: dok ID
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: dok ID

Perseroan juga berhasil mendongkrak volume penjualan di dalam negeri,” tulis analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Darien Sanusi dalam risetnya.

Melihat kuatnya kinerja keuangan Sido Muncul tahun 2020, kondisi serupa diharapkan berlanjut pada 2021.

Apalagi, dengan adanya sejumlah strategi manajemen untuk mendongkrak kinerja, seperti penguatan distribusi dalam negeri dan penambahan varian produk. Perseroan akan menambah jumlah cakupanoutlet dan menaikkan kontribusi penjualan melalui pasar modern.

Perseroan juga akan terus melanjutkan ekspansi ke kawasan timur Indonesia yang sudah berkontribusi positif bagi perseroan beberapa tahun terakhir. Perseroan juga akan fokus dalam pemulihan penjualan ekspor dengan menambah negara tujuan ekspor dan peningkatan kontribusi ekspor terhadap total penjualan. Sido Muncul juga akan mengintensifkan penjualan digital.

Upaya menjaga margin keuntungan juga akan terus dilaksanakan. Sejumlah upaya tersebut ditambah keberhasilan perseroanmeraih lonjakan kinerja keuangan di tengah pandemic Covid-19 mendorong Trimegah Sekuritas merevisi naik target laba bersih perseroan tahun ini dari Rp 927 miliar menjadi Rp 1,04 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi naik dari Rp 3,35 triliun menjadi Rp 3,68 triliun.

Harga saham SIDO sejak perdagangan perdana di BEI
Harga saham SIDO sejak perdagangan perdana di BEI

Sementara, proyeksi margin keuntungan kotor (gross margin) perseroan direvisi naik dari 54,9% menjadi 55,3%. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih (net margin) direvisi naik dari 27,6% menjadi 28,5%.

Trimegah Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan target harga Rp 950. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan rasio PE SIDO tahun 2021 sekitar 22 kali dan merefleksikan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih sekitar 11% untuk periode 2021-2023.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Nashrullah Putra mengungkapkan,  Sido Muncul siap mewujudkan percepatan pertumbuhan kinerja keuangan pada 2021 dan 2022 dengan target rata-rata pertumbuhan laba bersih per saham (EPS) sebesar 13,9%.

“Pertumbuhan tersebut bakal didukung oleh peningkatan permintaan produk, potensi pasar baru, dan peningkatan margin keuntungan dari penguatan utilisasi serta tingkat ekstraksi di pabrik COD2 baru,” tulis dia dalam risetnya.

Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: IST
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: IST

Tren pertumbuhan kinerja, menurut dia, dapat dilihat dari keberhasilan perseroan mempertahankan lonjakankinerja keuangan tahun lalu, meski daya beli publik turun akibat pandemi Covid-19.

“Tahun 2021, sejalan dengan pemulihan konsumsi, kami memperkirakan lini bisnis Sido Muncul akan tumbuh 10,3% dan laba bersih naik sekitar 13,4% tahun ini,” jelas dia.

Sebab itu, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan target harga Rp 920. Target tersebut merefleksikan ROE tahun ini sebesar 30,3%.

Sebelumnya, Affinity Equity Partners, salah satu firma ekuitas swasta terbesar di Asia, mengakuisisi 21% saham Sido Muncul. Berdasarkan data, crossing saham Sido Muncul pada harga Rp 720 per saham.

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan, pada tiga tahun lalu, terdapat perjanjian strategis antara Affinity dan induk usaha perseroan, PT Hotel Candi Baru. Perjanjian inilah yang akhirnya membuat Affinity menjadi pemegang saham perseroan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN