Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pekerja PT Kapuas Prima Coal Tbk di Desa Bintang Mengalih, Kec, Belantikan Raya, Kab. lamandau, Kalimantan Tengah. Foto: KPC

Para pekerja PT Kapuas Prima Coal Tbk di Desa Bintang Mengalih, Kec, Belantikan Raya, Kab. lamandau, Kalimantan Tengah. Foto: KPC

Narada Prediksi Saham ZINC Berpotensi Capai Rp 1.300

Mashud Toarik, Rabu, 31 Juli 2019 | 11:48 WIB

Jakarta, investor.id – PT Narada Asset Management memprediksi, saham PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) berpotensi mencapai target Rp 1.300 per lembar saham dalam tempo 12 bulan ke depan. Artinya ada potensi penguatan sekitar 134% dari harga saham saat ini di level Rp 560 per lembar.

"Dengan asumsi pertumbuhan EPS sebesar 55% dengan EPS di tahun 2019 sebesar 4 dan PE tertinggi 22x. Maka harga wajar di tahun 2020 setelah stock split adalah Rp1.300,” ujar Kiswoyo Adi Joe, Kepala Riset PT Narada Asset Management dalam riset yang diterima Majalah Investor, Rabu (31/7/2019).

Sejumlah faktor dipaparkan Kiswoyo menjadi katalis bagi pertumbuhan earning per share ZINC tahun ini.

Salah satunya yaitu keberhasilan ZINC mendapatkan izin untuk memperluas wilayah eksplorasi hingga 1.500 Hektare (ha) sejak tahun 2018, dari sebelumnya hanya seluas 390 ha. Perseroan optimis bahwa dari hasil eksplorasi ini akan menambah cadangan logam dasar seperti timbal (lead), zinc (seng), bijih besi, perak, emas dan tembaga.

Faktor lain yang cukup penting adalah pabrik flotasi kedua Perseroan akan rampung pada kuartal III-2019. Kendati begitu menurut Kiswoyo, flotasi kedua ini baru dapat digunakan sekitar 33,3% dari total.

Dengan begitu kapasitas produksi flotasi kedua diproyeksi mencapai 119.880 per ton tahun,dengan total estimasi kapasitas produksi untuk kedua flotasi adalah sekitar 480.000 tonore.

Sementara untuk pembangunan smelter timbal (Pb) saat ini masih dalam tahap finalisasi. Perseroan menargetkan dapat mulai mengoperasikan pabrik pemurnian konsentrat timbal ini sekitar bulan September hingga Oktober 2019.

Terkait kinerja, hingga kuartal II-2019, ZINC tercatat meraih angka penjualan sebesar Rp 432,74 miliar atau naik 16,16% jika dibandingkan dengan penjualan di periode yang sama tahun 2018. Kenaikan penjualan ini dikontribusi oleh penjualan seng yang mencapai angka Rp 252,96 miliar.

Sementara laba perseroan hingga kuartal II-2019 tercatat naik menjadi Rp 112,93 miliar dari sebelumnya Rp84,9 miliar pada kuartal II-2018.

Berpatokan pada capaian kinerja tersebut, Narada menilai kinerja pencapatan ZINC telah mencapai 37% dari proyeksi Narada hingga akhir tahun 2019, yakni mencapai Rp 1,17 triliun dengan target laba bersih Rp 171 miliar.

 

 

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN