Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Summarecon. Foto ilustrasi: EMRAL

Summarecon. Foto ilustrasi: EMRAL

Optimisme terhadap Pencapaian Summarecon

Parluhutan Situmorang, Kamis, 15 Agustus 2019 | 07:32 WIB

JAKARTA, investor.id - Keberhasilan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan pertumbuhan penjualan unit properti (marketing sales) sebesar 94% menjadi Rp 2,2 triliun sepanjang semester I-2019 memperbesar optimisme terhadap pencapaian operasional hingga akhir tahun ini.

Pertumbuhan tersebut juga mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target marketing sales Summarecon Agung tahun 2019 dari Rp 4 triliun menjadi Rp 4,3 triliun. Sedangkan marketing sales tahun 2020 direvisi naik 18% menjadi Rp 4,5 triliun.

Analis Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengemukakan, pencapaian marketing sales Summarecon senilai Rp 2,2 triliun telah merepresentasikan 56% dari total target marketing sales tahun ini dengan total Rp 4 triliun.

“Hal ini mendorong kami untuk merevisi naik marketing sales Summarecon Agung dari Rp 4 triliun menjadi Rp 4,3 triliun,” ungkap dia dalam risetnya, baru-baru ini.

Tidak hanya melampaui ekspektasi, pencapaian penjualan tersebut menjadikan Summarecon lebih unggul dibandingkan emiten property lainnya terkait marketing sales. Ratarata marketing sales emiten property lainnya turun berkisar 27-55% sepanjang semester I-2019 dan realisasi semester I-2019 hanya berkontribusi sekitar 27-44% dari total target tahun ini.

“Pencapaian yang baik Summarecon tersebut didasarkan atas keberhasilan perseroan dalam meluncurkan proyek properti di saat yang tepat sepanjang semester I-2019,” jelas Victor.

Terkait posisi utang, Summarecon diperkirakan tetap mempertahankan posisi utang yang tinggi hingga akhir tahun. Langkah ini bertujuan untuk mempertahankan posisi kas internal tetap tinggi.

Guna mempertahankan posisi kas tetap terjaga,  Summarecon akan mempertahankan pinjaman rata-rata senilai Rp 3 triliun per tahun.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk menargetkan peningkatan laba bersih Summarecon menjadi Rp 473 miliar tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 449 miliar. Pendapatan juga diharapkan meningkat dari Rp 5,66 triliun menjadi Rp 5,96 triliun.

Sedangkan saham SMRA direkomendasikan hold dengan target harga Rp 1.250. Target harga tersebut telah mempertimbangkan perkiraan nilai aset bersih (RNAV) perseroan sebesar Rp 2.373 per saham dan pertumbuhan marketing sales perseroan tahun ini.

Target harga tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PE perseroan tahun 2019 sekitar 2,5 kali dan tahun 2020 sebesar 2,3 kali. Hingga semester I-2019, perseroan membukukan kenaikan tipis pendapatan dari Rp 2,66 triliun menjadi Rp 2,67 triliun.

Laba bersih juga nik menjadi Rp 149 miliar, dibandingkan semester I-2018 mencapai Rp 78 miliar. Lonjakan laba didukung penurunan beban pokok penjualan dan atas pertumbuhan margin bersih perseroan dari 2,9% menjadi 5,6%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA