Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seminar Arah Investasi 2021

Seminar Arah Investasi 2021

Pasar Diyakini Bullish di 2021, Pelaku Pasar Perbesar Alokasi ke Saham Cyclical

Selasa, 24 November 2020 | 15:39 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Para pelaku pasar optimistis kondisi investasi pada instrumen pasar modal khususnya pasar saham akan menguat. Keyakinan ini didasarkan atas kondisi ekonomi global maupun dalam negeri yang makin menunjukan perbaikan sejak kuartal III-2020.

Pandangan optimisme tadi terungkap dalam sesi webinar bertema “Arah Investasi 2021” yang merupakan rangkaian dari webinar Economic Outlook 2021 yang digelar oleh Berita Satu Media Holdings selama 3 hari, 24 – 26 November 2020.

Untuk sesi webinar “Arah Investasi 2021” yang digelar hari ini menghadirkan 5 pembicara yaitu; Deputi Komisional Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan I Djustini Septiana, lalu Chief Investment Officer PT Schroders Investment Management Indonesia Irwanti Muljono, Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Dannif Utoyo Dannusaputro, Chief Investment Officer PT Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti dan Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia Suheri Lubis.

Para pembicara menilai sentimen skala global yang paling utama yaitu dorongan capital inflow ke emerging market sejak terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat. Kemenangan Biden dinilai membawa angin segar bagi meredanya perang dagang.

Selain itu tren suku bunga rendah secara global khususnya di AS memaksa para investor asing untuk mencari peluang investasi yang lebih menarik ke emerging market. “The Fed sudah sampaikan sinyal akan mempertahankan suku bunga FFR di level rendah hingga tahun 2023,” papar Dannif Utoyo Dannusaputro.

Sementara Suheri menilai, capital inflow telah membawa IHSG berada di level 5.500-an dari posisi terendahnya pada Maret 2020 lalu akibat dampak pandemi. Meski begitu peluang penguatan menurutnya masih terbuka di tahun 2021, sebab posisi IHSG saat ini sama dengan posisi IHSG pada tahun 2017. “Artinya pasar kita berpotensi mengejar ketertinggalan dari posisi 3 tahun lalu,” ujarnya.

Untuk itu Suheri menyarankan pemodal untuk memperbesar porsi alokasi investasinya ke instrumen saham, apalagi munculnya vaksin Covid-19 semakin nyata. “Bila Covid-19 ini dapat ditanggulangi maka akan mendatangkan optimisme dan rebound di pasar saham, sedikit pengaruhnya bagi fixed income,” ujarnya.

Pandangan senada diungkapkan Dannif, dikatakannya strategi investasi PT Mandiri Managemen Investasi untuk tahun 2021 yaitu memperbesar porsi pada saham-saham tipikal cyclical dibanding saham defensif. “Untuk 2021 akan banyak potensi upside di saham cyclical, ini sudah terlihat di kuartal III-2020 dimana ada potensi revisi laba bersih yang cenderung naik setelah perusahaan melaporkan kinerjanya,” imbuhnya.

Adapun saham-saham yang cyclical yang memiliki potential upside terdiri dari sektor properti, konsumer, otomotif, infrastruktur maupun perbankan. “Sejak kuartal IV-2020 kami mulai lakukan rotasi pada sahan-saham cyclical, atau saham yang selama ini rentan terhadap suku bunga” tandasnya.

Kendati menyatakan optimismenya, Irwanti Muljono mengaku pihaknya akan intens memperhatikan sejumlah faktor terutama realisasi dari Omnibus Law serta dampaknya pada masalah buruh, perkembangan investasi hingga pertumbuhan ekonomi. “Tidak kalah penting soal berjalannya distribusi vaksin hingga perkembangan perang dagang di zaman Biden nanti,” imbuhnya.

Adapun Djustini menyampaikan perkembangan investasi akan sangat tergantung dengan keberpihakan pemerintah pada tumbuh kembangnya sektor riil, sebagaimana yang telah dilakukan dengan memberikan sejumlah insentif dan stimulus terhadap dunia usaha. Dalam kesempatan ini Djustini juga menyinggung soal kepercayaan pelaku pasar yang harus dijaga. “Untuk hal ini OJK berkomitmen meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan di pasar modal,” ujarnya.

 

 

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN