Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Manajemen Pelita Samudera meraih perpanjangan kontrak pengangkutan batubara dari Jembayan Muarabara

Manajemen Pelita Samudera meraih perpanjangan kontrak pengangkutan batubara dari Jembayan Muarabara

Pelita Samudera Raih Pertumbuhan Pendapatan Double Digit Jadi US$ 36,1 Juta

Mashud Toarik, Selasa, 30 Juli 2019 | 08:11 WIB

Jakarta, Investor.id – PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) melaporkan kinerja keuangan non audit per Juni 2019.

Pendapatan emiten yang bergarak pada bisnis jasa angkutan laut ini tercatat naik sebesar 16% menjadi menjadi US$ 36,1 juta dibanding periode yang sama tahun 2018 US$ 31.1 juta.

Sementara di tengah turunnya harga batu bara, Perseroan berhasil meningkatkan laba bersih sekitar 3% menjadi US$ 4.4 juta per 30 Juni 2019 dari US$ 4.3 juta per 30 Juni 2018.

Sekretaris Perusahaan PSSI, Imelda Agustina Kiagoes menyampaikan, kenaikan pendapatan yang mencapai dua digit tersebut terutama dikontribusi oleh pendapatan sewa berjangka (time charter) yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 100%.

Pertumbuhan terbesar pendapatan sewa ini disumbang oleh lini bisnis terbaru, bulk carrier Motor Vessel (MV) yang naik hampir tiga kali lipat per 30 Juni 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, diikuti oleh jasa kapal tunda dan tongkang (tug dan barge) dan Floating Loading Facility (FLF).

“Sampai dengan Juni 2019, 3 kapal MV (Supramax dan Handysize) dari total 5 MV telah mempunyai kontrak time charter jangka panjang dibandingkan hanya 1 MV per 30 Juni 2018. Kapasitas pengangkutan armada MV sebesar 205.6k dwt naik hampir 7 kali lipat dari Juni 2018,” paparnya sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/7/2019).

Komposisi pendapatan terbesar dari segmen tug dan barge (TNB) sebesar 47% dengan kontrak jangka panjang sampai akhir Juni 2019 mencapai rata-rata 75% dan 25% spot basis. Kontribusi TNB sekitar 51% dari total EBITDA.

Pencapaian utilisasi kapal cukup tinggi dengan rata-rata 95% per 30 Juni 2019. Dengan beberapa perpanjangan kontrak baru TNB di awal semester II-2019, Perseroan menargetkan komposisi kontrak jangka panjang yang lebih tinggi di semester II-2019 dibandingkan semester I-2019.

“Dengan optimisasi aset berupa divestasi 1 unit FLF di September 2018, kinerja FLF tetap memberikan kontribusi pendapatan kedua terbesar sekitar 30%, dimana komposisi kontrak jangka panjang telah mencapai hampir 90%. Perpanjangan kontrak baru FLF juga telah dilakukan di awal semester II-2019 dengan beberapa customer terbesar,” urainya.

Serapan Capex

Sementara terkait belanja modal atau capex, hingga akhir Juni 2019, Perseroan telah membelanjakan US$30.3 juta dari total target capex 2019 sebesar US$ 61.3 juta.

Realisasi capex ini menurutnya sebesar hampir 50% yang telah dialokasikan untuk pembelian 3 unit kapal MV yang dibeli dalam beberapa bulan terakhir sebagai bagian dari program ekspansi armada.

Investasi ini didanai sebagian dari internal kas Perseroan dan pinjaman bank. PSSI menargetkan untuk mendatangkan satu unit kapal MV di semester II-2019 dengan meningkatnya permintaan dalam negeri dan ekspor.

Adapun posisi aset tercatat meningkat sekitar 18% per 30 Juni 2019 menjadi US$ 130.3 juta dari US$ 110.1 juta per 31 Desember 2018.

Jumlah ekuitas juga meningkat sekitar 3% per 30 Juni 2019 menjadi US$ 73.7 juta dari US$ 71.7 juta per 31 Desember 2018 dengan kenaikan saldo laba (retained earnings) sebesar 8%.

Struktur modal Perseroan terjaga dengan baik dengan rasio hutang terhadap aset (debt to asset ratio) sebesar 34% per 30 Juni 2019, sedikit mengalami kenaikan dari periode yang sama tahun lalu, dengan adanya pinjaman bank yang sebagian besar digunakan untuk ekspansi armada kapal.

“Dengan kinerja operasional yang solid, kami menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 20% dari tahun 2018,” urainya.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN