Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk

Kegiatan di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk

Peluang Besar Integra Indocabinet di Pasar Furnitur Amerika

Kamis, 25 Maret 2021 | 04:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), perusahaan manufaktur furniture terkemuka, mendapatkan angin segar seiring perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada peningkatan permintaan produk furnitur dan komponen bangunan.

Di sisi lain, perseroan memiliki kapasitas produksi yang mumpuni untuk menangkap peluang dari pertumbuhan pasar di AS. Pertumbuhan pasar di negara tersebut mulai terlihat dari menggeliatnya pasar properti, sejalan dengan perbaikan ekonomi AS setelah pandemi Covid-19 terkendali.

Trimegah Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, sebagian besar penduduk AS mulai meninggalkan kota dan hidup di kawasan pinggiran kota maupun daerah pedesaan selama penerapan kerja dari rumah. Hal itu tentu menciptakan permintaan baru terhadap produk furnitur.

Fenomena ini mendorong penjualan furniture di AS, penurunan stok rumah yang dijual, dan peningkatan jumlah masyarakat yang mengajukan kredit perumahan dalam beberapa bulan terakhir.

“Melihat peluang tersebut, kami memperkirakan rata-rata pertumbuhan laba bersih tahunan Integra Indocabinet mencapai 20% pada periode 2020-2022. Hal ini didukung oleh utilisasi pabrik bahan bangunan yang diperkirakan meningkat,” tulis tim riset Trimegah Sekuritas.

Integra Indocabinet. Foto: DEFRIZAL
Integra Indocabinet. Foto: DEFRIZAL

Sementara itu, sejak perang dagang antara AS dan Tiongkok, harga furnitur dan komponen bangunan di Tiongkok menjadi lebih mahal dibandingkan AS. Adapun harga jual produk yang ditawarkan Integra Indocabinet semakin kompetitif. Peningkatan kapasitas memungkinkan perseroan untuk mengambil pasar furniture dan komponen bangunan yang ditinggalkan Tiongkok setelah terjadi perang dagang.

Mengenai persaingan produk kayu olahan dari Vietnam, tenaga kerja ahli di bidang pengolahan kayu cenderung berkurang di Negara tersebut. Bahkan, perusahaan furnitur di negara tersebut harus kembali mendidik tenaga kerja untuk bisa memenuhi tren pasar furnitur. Hal ini tentu membutuhkan waktu, sehingga bisa menjadi sentiment positif terhadap Integra Indocabinet.

Karena itu, Vietnam diprediksi kesulitan untuk menembus pasar ekspor ke AS untuk memenuhi peningkatan permintaan di negara tersebut. Kondisi itu menjadi peluang besar bagi Integra Indocabinet di tengah penguatan pasar furnitur di AS.

Harga saham WOOD sejak pencatatan saham perdana
Harga saham WOOD sejak pencatatan saham perdana

Integra Indocabinet juga masih memiliki amunisi untuk mendongkrak laba bersih 2021, satunya dari penjualan cadangan lahan senilai Rp 190-210 miliar yang ditargetkan pada tahun ini.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan beli saham WOOD dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 900. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 11,2 kali dan PBV 1,1 kali atau terdiskon 55%-74% dibandingkan emiten sejenis di pasar global.

Kinerja keuangan PT Integra Indocabinet Tbk
Kinerja keuangan PT Integra Indocabinet Tbk

Target harga tersebut juga mempertimbangkan revisi naik target laba bersih Integra Indocabinet tahun ini menjadi Rp 348 miliar dibandingkan perkiraan semula Rp 316 miliar. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi naik dari estimasi semula Rp 3,09 triliun menjadi Rp 3,35 triliun. Tahun 2020, perseroan diperkirakan meraup laba bersih sebesar Rp 286 miliar dan pendapatan Rp 2,77 triliun atau lebih tinggi dari perkiraan. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN