Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung memakai masker penutup hidung dan mulut melintas di depan papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (9/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Pengunjung memakai masker penutup hidung dan mulut melintas di depan papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (9/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Pembagian Dividen dan 'Buyback' Saham Bisa Cegah 'Crash'

Thereis Love Kalla, Senin, 9 Maret 2020 | 18:25 WIB

JAKARTA, Investor.id – Aksi sejumlah emiten yang akan menggelar pembagian dividen dan melakukan pembelian kembali (buyback) saham  bisa menjadi katalis positif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang belakangan ini terus tertekan oleh isu penyebaran Virus Korona.

Analis Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi mengungkapkan, di tengah situasi pasar yang tidak menentu seperti sekarang, para emiten umumnya akan menahan ekspansi karena hal itu akan memengaruhi kebutuhan belanja modalnya. 

"Membagikan dividen dalam porsi yang lebih besar menjadi pilihan emiten daripada menahan laba dan menjadikannya sebagai dana menganggur (idle)," kata Muhammad Wafi  di Jakarta, Senin (9/3).

Dia mengungkapkan, sejumlah emiten yang cukup rajin membagikan dividen dengan porsi yang cukup besar di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Wafi menambahkan, penyebaran Virus Korona baru (Covid-19) bisa mendongkrak harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Soalnya, kebutuhan masyarakat terhadap farmasi dan barang kebutuhan sehar-hari (consumer goods) kini cenderung meningkat.

Sinyal positif untuk menjaga harga saham emiten, kata Wafi, juga datang dari rencana beberapa perusahaan yang tengah mengkaji buyback saham di tengah koreksi pasar yang cukup dalam saat ini.

Fundamental Aman

Muhammad Wafi menegaskan, dari sisi domestik, fundamental pasar saham tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

“Jumlah suspect virus Korona di Indonesia terbatas. Selain itu, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga sisi suplai dan deman terhadap kebutuhan bahan pokok, sehingga inflasi dapat tetap terjaga,” papar dia.

Dia menjelaskan, langkah antisipasi pemerintah telah mendapat respons positif dari para investor di lantai bursa beberapa hari setelah dua korban Virus Korona diumumkan.

“Investor asing kembali masuk ke pasar saham meski lebih selektif memilih saham-saham sektoral yang sudah cukup murah saat fundamental ekonomi domestik masih terjaga,” tutur dia.

Wafi mengemukakan, di sisi lain, untuk menstimulus perekonomian, Bank Sentral AS (The Fed) secara mengejutkan memangkas suku bunga sebesar 50 bps pekan lalu. Ini adalah pemotongan suku bunga terbesar yang dilakukan The Fed setelah 2008. Saat krisis finansial global mengguncang dunia pada 2008-2009, The Fed memangkas Fed funds rate (FFR) langsung 75 bps.

Wafi menuturkan, ada investor yang menilai langkah The Fed itu berlebihan. Soalnya, tindakan tersebut mencerminkan perlambatan ekonomi yang lebih dalam dari perkiraan semula akibat belum ditemukannya anti-Virus Korona.

“Dengan kondisi ini, sebenarnya pasar saham Indonesia diuntungkan karena valuasi harga sahamnya relatif semakin murah,” tandas dia.

Berkaca pada berbagai faktor tersebut, Bahana memperkirakan IHSG pekan ini masih tertekan, mengikuti sentimen negatif di pasar global. IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.113 – 5.350.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN