Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

Pemindahan Ibu Kota, Kabar Baik bagi Waskita Precast

Thereis Love Kalla/Jauhari Mahardhika, Rabu, 28 Agustus 2019 | 20:35 WIB

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan rencana pemindahan Ibu Kota ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Rencana ini menjadi kabar baik bagi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sebagai perusahaan manufaktur beton pracetak (precast) dan readymix terbesar di Indonesia.

Sejalan dengan rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur tersebut, Waskita Beton Precast sudah mulai membangun Plant Penajam yang terletak di Penajam Paser Utara. Hingga saat ini, progres pembangunan plant tersebut telah mencapai 70%. Pembangunan plant ditargetkan selesai pada awal 2020. Lokasi Plant Penajam ini berjarak sekitar 15 km ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Penajam dan sekitar 120 km ke Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Melalui plant ini, perseroan ingin menyerap potensi pasar ke depan di wilayah tengah dan timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara,” kata Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana di Jakarta.

Saat ini, Waskita Precast tengah menyuplai produk untuk proyek RDMP RU V Balikpapan. Adapun salah satu potensi proyek yang dibidik, yaitu Proyek Jembatan Tol Teluk Balikpapan-Penajam yang akan menghubungkan Kota Balikpapan ke Ibu Kota baru.

Plant seluas 11,6 hektare (ha) yang akan memiliki kapasitas produksi sebesar 250 ribu ton per tahun ini direncanakan memproduksi produk Box Girder, PCI Girder, dan Post-tension. Nantinya, dengan fasilitas penunjang yang sudah ada berupa area produksi, area workshop dan area pengolah limbah, perusahaan berencana untuk melakukan ekspansi dengan memiliki dermaga sendiri.

Strategi ini dilakukan untuk mempermudah akses pengiriman produk-produk precast langsung dari plant ke pulau-pulau lainnya, karena memiliki lokasi yang strategis dekat dengan Teluk Balikpapan.

Sementara itu, tahun ini, Waskita Precast mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 900 miliar. Perseroan juga membutuhkan modal kerja yang diproyeksikan sekitar Rp 6-7 triliun sepanjang 2019. Alokasi tersebut demi mengejar target pendapatan tahun ini yang mencapai Rp 10 triliun.

Sesuai rencana, capex tahun ini akan banyak diserap untuk melanjutkan pembangunan pabrik baru precast di Balikpapan. Saat ini, prosesnya sudah 60% dan diharapkan rampung pada semester II-2019.

Selain pabrik baru tersebut, perseroan telah memiliki sebanyak 11 fasilitas pabrik beton di Klaten, Sadang, Karawang, Cibitung, Kalijati, Gasing, Palembang, Bojonegara, Prambon, Legundi, dan Subang. Saat ini, kapasitas produksi precast perseroan mencapai 3,5 juta ton per tahun dan akan ditingkatkan menjadi 3,75 juta ton per tahun.

Kinerja perseroan juga didukung oleh tiga sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health, and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Prospek Saham

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengemukakan, pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur tentu menjadi sentimen positif bagi kinerja Waskita Beton Precast. “Ibu Kota baru sendiri butuh banyak pembangunan. Kota-kota di sekitarnya juga berpotensi memiliki infrastruktur yang lebih progresif, semisal Samarinda, yang diharapkan memberikan sentimen positif bagi Waskita Beton Precast,” kata dia.

Nafan Aji menambahkan, progres pembangunan pabrik baru Waskita Precast di Penajam Paser Utara yang ditargetkan rampung pada 2020 akan mendukung proyek infrastruktur pemerintah dalam membangun Ibu Kota baru.

Selain itu, kinerja perseroan tak hanya terpengaruh oleh pemindahan Ibu Kota, tapi juga berbagai strategi yang mampu menunjang kinerja perusahaan. Terlebih, perseroan berencana menggalang dana sebesar Rp 2,2 triliun pada kuartal IV-2019.

Dana tersebut akan bersumber dari penerbitan obligasi Rp 1,5 triliun melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) I tahap II dan pelepasan saham simpanan (treasury stock) minimal senilai Rp 700 miliar. “Hal ini tentunya memperkuat cashflow,” ujar Nafan.

Secara teknikal, dia memproyeksikan harga saham WSBP menuju Rp 498, lalu menuju Rp 560 dalam jangka panjang. “WSBP berpotensi kembali ke level tersebut, tinggal tunggu arah trennya. Pembentukan tren menunggu timing yang tepat,” tutur dia. Pada perdagangan kemarin, WSBP ditutup menguat Rp 4 (1,1%) ke posisi Rp 342.

Nafan memprediksi, pembentukan arah tren positif terhadap saham Waskita Precast akan terjadi pada kuartal IV-2019. Pembalikan arah yang positif akan terjadi sambil merespons sentimen positif dari proyek-proyek yang berhasil dikerjakan dengan kondisi cashflow yang positif.

Saat ditanya mengenai saran untuk pemodal terkait saham ini, dia menyatakan bahwa untuk investasi sudah bisa mulai dari saat ini, sehingga untuk bulan September dan Oktober sudah bisa akumulasi. “Biasanya menjelang November-Desember akan terjadi kekuatan tren,” ungkap dia.

Secara terpisah, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyatakan bahwa dengan adanya pemindahan Ibu Kota akan menciptakan pemerataan pembangunan. “Sehingga pembangunan infrastruktur menjadi lebih maju. Ketika Ibu Kota pindah tentunya bisnis akan mengikutinya,” ujarnya.

Nico menilai bahwa kebijakan tersebut akan berdampak positif bagi Waskita Precast. “Mereka akan memiliki pekerjaan baru yang besar,” ujar Nico.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN