Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peternakan ayam Japfa Comfeed. Foto: DEFRIZAL

Peternakan ayam Japfa Comfeed. Foto: DEFRIZAL

Pemulihan Japfa Lebih Cepat dari Ekspektasi

Jumat, 21 Mei 2021 | 06:40 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan yang pesat pada kuartal I-2021 hingga melampaui proyeksi sejumlah analis. Apakah kondisi tersebut bisa berlanjut hingga akhir tahun di tengah kondisi kenaikan harga bahan baku produksi pakan ternak?

Analis RHB Sekuritas Indonesia Michael Setjoadi dan Marco Antonius mengatakan, tingginya raihan keuntungan perseroan pada kuartal I-2021 telah melampaui estimasi RHB Sekuritas dan konsensus analis.

Lonjakan tersebut didukung peningkatan harga jual anak ayam usia sehari (DOC). Apalagi setelah pemerintah melanjutkan culling program induk ayam yang berimbas positif terhadap sektor peternakan.

Berhasilnya program tersebut ditandai dengan kenaikan harga jual DOC sepanjang kuartal I-2021. Kondisi ini mendorong RHB Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan Japfa sepanjang tahun ini. Namun menjelang kuartal II-2021, kenaikan harga jual DOC akan terhenti dan cenderung turun. Faktor normalisasi harga jual bahan baku pembuatan pakan ternak bisa menjadi faktor penguat margin keuntungan perseroan dalam beberapa kuartal mendatang.

Harga saham JPFA dalam satu dekade terakhir
Harga saham JPFA dalam satu dekade terakhir

“Pesatnya peningkatan laba bersih perseroan sepanjang kuartal I-2021 mendorong RHB Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan Japfa. Revisi naik target kinerja tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk menaikkan target harga saham JPFA dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.200 dengan rekomendasi beli,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

RHB Sekuritas merevisi naik target penjualan perseroan dari Rp 38,943 triliun menjadi Rp 38,98 triliun tahun ini. Proyeksi laba bersih setelah panjak direvisi naik dari Rp 1,61 triliun menjadi Rp 1,81 triliun.

Laba bersih per saham (EPS) perseroan diestimasi mencapai Rp 154,9 per saham tahun ini, dibandingkan perkiraan semula Rp 137,7 per saham. Hingga kuartal I-2021, Japfa membukukan peningkatan penjualan sebesar 11,6% dari Rp 9,65 triliun menjadi Rp 10,76 triliun. Kenaikan tersebut berimbas terhadap lonjakan laba bersih sebesar 111,8% dari Rp 405 miliar menjadi Rp 859 miliar. Raihan tersebut juga menunjukkan peningkatan sebesar 30,2% dari raihan kuartal IV-2020 senilai Rp 660 miliar.

Kinerja keuangan Japfa Comfeed
Kinerja keuangan Japfa Comfeed

Tingginya pertumbuhan laba bersih didukung atas keberhasilan perseroan mencetak pertumbuhan margin keuntungan bersih menjadi 8% sepanjang kuartal I-2021, dibandingkan kuartal I-2020 sebanyaka 4,2% dan kuartal IV-2020 mencapai 5,5%.

Pandangan positif terhadap prospek kinerja keuangan dan saham Japfa juga diberikan analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano.

Menurut dia, perseroan berhasil mencetak peningkatan penjualan dan margin keuntungan sepanjang kuartal I-2021. Padahal, selama periode tersebut perseroan menghadapi kenaikan harga bahan baku produsi pakan ternak, seperti harga jagung lokal dan bungkil kedelai (SBM).

“Melihat kinerja tersebut, kami memilih merevisi naik target harga saham JPFA dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250 dengan rekomendasi juga dinaikkan dari semula hold menjadi buy. Peningkatan target harga sejalan dengan revisi naik target EBITDA perseroan tahun ini dari Rp 4,1 triliun menjadi Rp 5 triliun. Target harga tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 14,1 kali,” terangnya dalam riset yang dipublikasikan pekan lalu.

Prospek saham JPFA
Prospek saham JPFA

Victor mengatakan, perseroan mencetak margin ke untungan bisnis pakan ternak menjadi 10,9% pada kuartal I-2021, dibandingkan kuartal IV-2020 sekitar 10,4%. Namun angka tersebut masih di bawah realisasi kuartal I-2020 sekitar 14,4%.

“Permintaan pakan ternak menunjukkan peningkatan yang ditunjukkan pertumbuhan penjualan pakan terbak sebesar 14,4% pada kuartal I-2021, dibandingkan periode sama tahun lalu. Namun demikian, kami memperkirakan bahwa margin keuntungan bisnis pakan ternak cenderung turun akibat bertahannya lonjakan harga jagung dan bungkil kedelai (SBM),” terangnya.

Keuntungan perseroan, ungkap dia, juga terbantu atas peningkatan harga jual DOC dengan EBIT meningkat menjadi Rp 627 miliar. Lonjakan harga jual DOC tersebut mampu untuk mengimbangi penurunan bisnis peternakan ayam perseroan setelah terjadi peningkatan harga jual DOC dan pakan ternak.

Peternakan ayam Japfa Comfeed. Foto: DEFRIZAL
Peternakan ayam Japfa Comfeed. Foto: DEFRIZAL

Penguatan harga jual DOC tersebut, ungkap dia, mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik harga jual DOC sebesar 21% dari Rp 6.344 per ekor menjadi Rp 6.787 per ekor. Sedangkan harga jual ayam pedaging direvisi naik sekitar 5,9% dari Rp 18.110 per kilo gram menjadi Rp 19.175 per gilo gram. Peningkatan harga ini didukung berlanjutnya culling program oleh pemerintah dan peningkatan permintaan ayam selama Ramadhan dan Idul Fitri ini.

BRI Danareksa Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,87 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu mencapai Rp 1,13 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh menjadi Rp 42,58 triliun, dibandingkanraihan tahun 2020 sebanyak Rp 36,96 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN