Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal

Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal

Pendongkrak Utama Keuntungan United Tractors

Jumat, 21 Mei 2021 | 17:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) mulai menikmati sentimen positif solidnya harga batu bara. Kondisi ini membuat permintaan alat berat kembali meningkat dan bisnis kontraktor penambangan batu bara mulai menunjukkan perbaikan dalam beberapa bulan terakhir. Perseroan juga akan mendapatkan dukungan positif dari tambang emas.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, harga jual batu bara yang diperkirakan tumbuh solid dan peningkatan permintaan alat berat akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan United Tractors pada 2021.

“Kami memperkirakan United Tractors akan merevisi naik volume penjualan alat berat Komatsu dalam waktu dekat menjadi sekitar 25-30% dibandingkan target sebelumnya sekitar 10%. Revisi naik ini mencerminkan kuatnya volume penjualan alat berat pada kuartal I-2021,” tulis dia dalam risetnya.

Adapun bisnis kontraktor penambangan batu bara melalui anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara, cenderung mendatar setelah PT Adaro Indonesia mengakhiri kontrak kerja sama. Meski demikian, dengan perkiraan harga jual batu bara yang solid, bisa menjadi bantalan atas penurunan kontrak penambangan tersebut. Begitu juga dengan bisnis penambangan emas diharapkan bisa mencetak kenaikan volume penjualan.

Salah satu proyek United Tractors. Foto: ISTIMEWA
Salah satu proyek United Tractors. Foto: ISTIMEWA

Sejumlah faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 31.000. Target harga ini mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitr 12,5 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2021 dan ekspektasi penguatan hingga akhir tahun ini.

Laba bersih United Tractors diproyeksi naik menjadi Rp 9,22 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 6 triliun. Penjualan perseroan juga diharapkan meningkat dari Rp 60,34 triliun menjadi Rp 71,19 triliun.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya mengungkapkan, pemulihan kinerja keuangan United Tractors bakal dibantu oleh penguatan performa bisnis emas dan penjualan alat berat. Kedua faktor ini juga diharapkan menjadi katalis utama terhadap pergerakan harga saham UNTR sepanjang tahun ini. Performa perseroan juga akan dipengaruhi oleh membaiknya harga jual batu bara.

“Meski demikian, kami merevisi turun rekomendasi saham UNTR dari buy menjadi trading buy dengan target harga dipertahankan Rp 26.800. Penurunan rekomendasi tersebut mempertimbangkan prospek seluruh divisi bisnis perseroan,” tulis dia dalam risetnya.

Hariyanto memperkirakan kenaikan laba bersih United Tractors menjadi Rp 7,78 triliun tahun ini dibandingkan  raihan tahun lalu senilai Rp 6 triliun. Begitu juga dengan pendapatan diharapkan bertumbuh dari Rp 60,34 triliun menjadi Rp 69 triliun.

Belum Sesuai Harapan

Harga saham UNTR dalam satu dekade terakhir, prospek UNTR, dan kinerja keuangan United Tractors
Harga saham UNTR dalam satu dekade terakhir, prospek UNTR, dan kinerja keuangan United Tractors

Pada kuartal I-2021, United Tractors membukukan peningkatan laba bersih sebesar 2,4% menjadi Rp 1,86 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,82 triliun.

Pendapatan turun dari Rp 18,13 triliun menjadi Rp 17,89 triliun. Pendapatan dan laba bersih perseroan menunjukkan lonjakan dibandingkan kuartal IV-2020 dengan pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp 13,88 triliun dan Rp 665 miliar.

Penguatan performa tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja operasional, seperti penjualan alat berat Komatsu yang meningkat 11,5% dari 617 unit pada kuartal I-2020 menjadi 688 unit pada kuartal II-2020. Penjualan batu bara juga meningkat dari 3,2 juta ton menjadi 3,7 juta ton.

Sedangkan penjualan emas stabil sebanyak 95 ribu oz. Namun, bisnis kontraktor penambangan batu bara melalui Pamapersada Nusantara menunjukkan penurunan pada kuartal IV-2020 dan kuartal I-2020 dibandingkan pencapaian pada kuartal I-2021. Volume produksi batu bara Pama hanya mencapai 26,9 juta ton pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal I-2020 sekitar 28 juta ton.

United Tractors. Foto: BeritasatuPhoto/RUHT SEMIONO
United Tractors. Foto: BeritasatuPhoto/RUHT SEMIONO

Begitu juga dengan stripping ratio turun dari 7,6 kali menjadi 7,1 kali.

“Lonjakan laba bersih perseroan didukung oleh penguatan harga jual batu bara ditambah peningkatan volume penjualan alat berat. Meski demikian, realisasi tersebut masih di bawah ekspektasi kami dan konsensus analis. Raihan laba bersih tersebut setara dengan 20% dari target yang ditetapkan BRI Danareksa Sekuritas dan 21% dari consensus analis,” jelas Stefanus Darmagiri.

Di lain pihak, Hariyanto Wijaya menyebutkan bahwa realisasi kinerja keuangan United Tractors pada kuartal I-2021 menunjukkan adanya peningkatan margin keuntungan, seiring keberhasilan dalam mengontrol biaya operasional.

Penguatan keuntungan tersebut juga menggambarkan pemulihan penjualan alat berat bersamaan dengan peningkatan harga jual batu bara.

“Penjualan emas dan alat berat menjadi pendongkrak utama keuntungan perseroan pada kuartal I tahun 2021. Sedangkan bisnis kontraktor penambangan batu bara perseroan sudah sesuai harapan,” ungkap dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN