Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok Investor Daily

Kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok Investor Daily

Penguatan Prospek Indofood CBP

Parluhutan Situmorang, Jumat, 9 Agustus 2019 | 14:55 WIB

JAKARTA, investor.id - Pesatnya pertumbuhan penjualaan bersamaan dengan peningkatan margin keuntungan mendorong analis merevisi naik target kinerja keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tahun ini. Revisi naik tersebut diharapkan berimbas positif terhadap pergerakan saham ICBP dalam jangka panjang.

Danareksa Sekuritas merevisi naik target pendapatan Indofood CBP tahun ini dari Rp 41,87 triliun menjadi Rp 42,70 triliun. Proyeksi laba bersih juga direvisi meningkat menjadi Rp 4,96 triliun, dibandingkan perkiraan semula senilai Rp 4,62 triliun. EBITDA perseroan juga ditargetkan naik menjadi Rp 5,93 triliun sepanjang 2019.

Sedangkan target pendapatan tahun 2020 direvisi naik dari Rp 45,40 triliun menjadi Rp 46,82 triliun. Proyeksi laba bersih tahun depan juga direvisi naik dari Rp 4,88 triliun menjadi Rp 5,37 triliun. Tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih masing-masing menjadi Rp 38,41 triliun dan Rp 4,57 triliun.

Analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, revisi naik target kinerja keuangan tersebut mempertimbangkan berlanjutnya pertumbuhan volume penjualan mie, bumbu makan, makanan ringan, dan minuman berbahan susu. Ekspektasi tetap kuatnya margin keuntungan juga sebagai pemicu direvisi naik kinerja keuangan Indofood CBP hingga akhir tahun ini.

Revisi naik target kinerja keuangan, ungkap dia, juga didukung atas konsistensi perseroan guna meningkatkan penjualan dengan melakukan berbagai upaya, seperti iklan melalui saluran digital, meluncurkan produk baru sesuai keinginan kaum milenial, dan distribusi produk yang berjalan efektif. Revisi naik juga didukung atas ekspektasi pertumbuhan konsumsi masyarakat tetap stabil hingga akhir tahun ini.

Hingga semester I-2019, Indofood CBP membukukan peningkatan pendapatan sebesar 13,7% menjadi Rp 22,13 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 19,45 triliun. Laba bersih juga bertumbuh pesat hingga 12,4% dari Rp 2,29 triliun menjadi Rp 2,57 triliun.

Pertumbuhan penjualan dan laba bersih perseroan hingga semester I-2019 didukung atas peningkatan volume penjualan mie dan minuman berbahan susu. “Meski penjualan industri barang konsumsi yang bergerak cepat atau FMCG tumbuh rendah hanya 1,8% hingga Juni 2019, Indofood CBP nampaknya tidak terpengaruhi. Hal ini didukung atas kuatnya volume penjualan mie dan susu olahan,” tulis Natalia dalam risetnya, baru-baru ini.

Langkah perseroan di awal tahun menaikkan rata-rata harga jual mie instan berkisar Rp 100 per paket juga memicu pertumbuhan margin keuntungan, sehingga berimbas positif terhadap laba bersih perseroan. Peningkatan tersebut yang bersamaan dengan penurunan harga pembelian bahan baku mendorong margin kotor perseroan naik menjadi 33,9% hingga semester I-2019. Sedangkan kotor perseroan tahun 2019 dan 2020 diperkirakan masing-masing 32,9 dan 32,8%.

Perolehan pendapatan tersebut setara dengan 53% dari total target pendapatan Indofood tahun ini versi Danareksa Sekuritas. Sedangkan raihan laba bersih tersebut telah merefleksikan 56% dari pekiraaan target tahun ini yang diberikan Danareksa Sekuritas.

Revisi naik target kinerja keuangan tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham ICBP dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.500. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 27,1 kali. Target harga tersebut juga menggambarkan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dalam jangka panjang.

Tahun ini, induk usaha Indofood CBP, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 7,4 triliun. Ekspansi ini guna menopang target pertumbuhan pendapatan di high single digit atau sekitar 5%-9% sepanjang 2019.

Direktur Indofood Sukses Makmur Thomas Tjhie sebelumnya mengatakan, sebanyak Rp 3,9 triliun dari total anggaran capex akan diserap oleh anak usaha Indofood CBP . Sementara Rp 1,4 triliun untuk divisi bogasari, sebanyak Rp 1,9 triliun untuk divisi agribisnis, dan Rp 200 miliar untuk keperluan distribusi logistik. “Sumber pendanaan capex akan berasal dari arus kas operasi dan pinjaman bank. Ekaspansi binis perseroan lebih kepada pengembanan dari yang sudah ada,” jelas dia belum lama ini.

Sementara itu, Direktur Utama Indofood Sukses Makmur Anthoni Salim mengatakan, pihaknya tetap optimitis penjualan mie instan ke luar negeri tak terkena dampak negatif dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Pasalnya, ekspor mie instan ke negara-negara Timur Tengah dan Afrika terus melaju.

Pihaknya mengakui ada tekanan pada bisnis minyak sawit (crude palm oil/CPO) di awal tahun ini. Namun, secara jangka panjang, perseroan melihat permintaan akan produk CPO masih tetap bagus dibanding minyak nabati jenis lain. “CPO paling efisien dari sisi produksi dibanding minyak jenis lain, seperti minyak dari bunga matahari. CPO hanya sekali tanam, meskipun waktunya bisa 25-30 tahun,” ujar Anthoni.

Prospek ICBP

Danareksa Sekuritas

Rekomendasi : Buy

Target harga : Rp 12.500

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN