Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani sawit. Foto ilustras: IST

Petani sawit. Foto ilustras: IST

Penurunan Harga Jual CPO Bayangi Kinerja Astra Agro

Parluhutan Situmorang, Senin, 24 Juni 2019 | 08:55 WIB

Peningkatan suplai minyak nabati dunia bersamaan berlanjutnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berpeluang memicu penurunan rata-rata harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tahun ini. Kondisi tersebut bisa berimbas negatif terhadap kinerja keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Sedangkan kebijakan pemerintah untuk menerapkan program B30 mulai tahun depan menjadi sentimen positif terhadap permintaan CPO dalam jangka panjang. B30 merupakan bahan bakar diesel jenis baru yang isinya pencampuran 70% solar dan 30% biodiesel.

Pada Agustus 2018, pemerintah sudah menerapkan penggunaan B20. Faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merevisi turun target kinerja keuangan Astra Agro tahun 2019. Proyeksi laba bersih dipangkas sebesar 25% menjadi Rp 1,2 triliun, dibandingkan perkiraan semula. Penjualan perseroan juga diperkirakan turun menjadi Rp 18,26 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 19,08 triliun.

Analis Samuel Sekuritas Sharlita Malik mengatakan, pihaknya memangkas turun target rata-rata harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) menjadi sekitar MYR 2.300 per ton, dibandingkan perkiraan semula mencapai MYR 2.550 per ton. Sedangkan rata-rata harga jual CPO sejak awal tahun hingga baru berada di level MYR 2.160 dan diharapkan hanya naik tipis menjadi sekitar MYR 2.450 pada semester II-2019.

Revisi turun rata-rata harga jual CPO, ungkap dia, dipengaruhi atas peningkatan produksi kedelai dari Argentina dalam beberapa bulan mendatang. Belum rampungnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tionkok juga ikut memicu rendahnya penyerapan CPO global sepanjang tahun ini.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN