Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indocement

Indocement

Percepatan Pemulihan Kinerja Indocement

Kamis, 19 November 2020 | 04:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Kenaikan harga jual, penurunan biaya produksi, dan peningkatan anggaran infrastruktur akan mempercepat pemulihan kinerja keuangan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) ke depan.

Perseroan juga akan diuntungkan dari pembentukan sovereign wealth fund (SWF) oleh pemerintah yang bakal membiayai proyek-proyek infrastruktur.

Analis Sinarmas Sekuritas Andrianto Saputra mengungkapkan,Indocement menunjukkan pemulihan penjualan semen pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal II-2020. Hal itu ditunjukkan oleh peningkatan pendapatan sebesar 41,3% menjadi Rp 3,9 triliun, sejalan dengan lonjakan volume penjualan hingga 37%.

Begitujuga dengan margin keuntungan kotor melonjak menjadi 39,2%, seiring dengan kenaikan rata-rata harga jual, peningkatan utilisasi pabrik menjadi 70% dari 50%, penurunan biaya bahan bakar, dan penurunan beban listrik.

“Kami memperkirakan peningkatan penjualan semen Indocement berlanjut hingga akhir tahun ini. Hal itudidukung oleh relaksasi pembatasansosial berskala besar (PSBB) di berbagai daerah di Pulau Jawa. Sebagaimana diketahui, 75% penjualan semen perseroan terpusat di Jawa,”tulis Andrianto dalam risetnya. Selain faktor tersebut, penjualansemen perseroan akan didukung oleh pembentukan SWF yang bakal mendukung percepatan pembangunaninfrastruktur di Indonesia. Faktor tersebut dapat mendongkrak penjualan perseroan.

Hal itu juga diharapkan menjadi katalis bagi pergerakan harga saham INTP. Indocement juga akan ditopang oleh kenaikan rata-rata harga jual semen bersamaan dengan rendahnya beban produksi.

Pabrik semen Indocement. Foto: Defrizal
Pabrik semen Indocement. Foto: Defrizal

Perseroan sebelumnya telah menaikkan ratarata harga jual semen sebesar 7,4%. Di sisi lain, harga bahan bakar dan listrik mengalami penurunan bersamaan dengan peningkatan utilisasi pabrik.

“Kami memperkirakan harga batu bara yang rendah akan tetap berlanjut hingga tahun depan. Diperkirakan, asumsi harga batu bara di level US$ 65 per ton tahun depan. Setiap perubahan harga batu bara sebesar 1%, laba bersih Indocement akan terpengaruh sebesar 1,5%. Penurunan tersebut tentu akan menguntungkan perseroan karena beban produksi turun,” jelas Andrianto.

Sebab itu, Sinarmas Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan Indocement tahun 2020-2021. Target laba bersih tahun ini dinaikkan dari Rp 1,21 triliun menjadi Rp 1,51 triliun. Sedangkan target pendapatan dipertahankan Rp 13,68 triliun.

Adapun target laba bersih tahun depan dinaikkan menjadi Rp 1,77 triliun dibandingkan proyeksi tahun ini Rp 1,51 triliun. Perkiraan pendapatan dipertahankan Rp 15,14 triliun.Revisi naik target laba bersih sejalan dengan revisi naik margin keuntungan bersih tahun 2021 dari 10,6% menjadi 11,7%. Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi mengungkapkan, pulihnya anggaran infrastruktur dengan target Rp 414 triliun tahun 2021 atau naik 47,3% dari target tahun ini akan menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan Indocement pada 2021.

“Kami memperkirakan volume penjualan semen perseroan bertumbuh 4,6% tahun depan,” tulis dia dalam risetnya.

Yosua menyebutkan, peningkatan anggaran infrastruktur akan berimbas terhadap pertumbuhan perindustrian serta perumahan, sehingga berdampak terhadap proyeksi pertumbuhan konsumsi semen nasional berkisar 5-6% tahun 2021.

Sentimen positif tersebut diharapkan membuat volume penjualansemen Indocement naik4,6% pada 2021 dan diharapkan bertumbuh 5,9% pada 2022. Sedangkan harga jual semen tahun depan diperkirakan stagnan.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan penurunan laba bersih Indocement menjadi Rp 1,32 triliun tahunini dibandingkan tahun lalu senilai Rp 1,83 triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan turun dari Rp 15,93 triliun menjadi Rp 13,87 triliun.

Meski demikian, Samuel Sekuritas merevisi naik rekomendasi saham INTP dari hold menjadi buy dengan target harga dinaikkan menjadi Rp 16.250. Target tersebut telah mempertimbangkan perkiraan penurunan penjualan semen pada kuartal terakhir tahun ini akibat curah hujan tinggi, libur panjang pengganti libur Lebaran, dan pilkada serentak pada Desember tahun ini.

Lampaui Ekspektasi

indocement
indocement

Indocement membukukan laba bersih Rp 1,11 triliun hingga kuartal III-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak Rp 1,17 triliun. Pendapatan perseroan turun 10,6% dari Rp 11,34 triliun menjadi Rp 10,15 triliun. Realisasi pendapatan setara dengan 74,2% dari target tahun ini. Sedangkan laba bersih merefleksikan 91,7% dari target atau melampaui ekspektasi.

Perseroan mencetak penurunan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan penurunan penjualan. Hal ini sejalan dengan keberhasilan perseroan mendongkrak margin keuntungan kotor (gross margin) dari 32,4% menjadi 33,9%. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih (net margin) meningkat dari 10,4% menjadi 11%.

Sementara itu, Indocement memperkirakan persaingan antar perusahaan semen semakin ketat pada 2021 dengan kehadiran dua pemain baru, yaitu PT Semen Grobogan dan Hongshi Holdings Group.

Untuk itu, perseroan akan memperkuat jalur distribusi dan menambah produk ramah lingkungan atau green cement pada tahun depan. Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya mengatakan, Hongshi Group sudah masuk ke pasar semen Indonesia sejak tahun ini dan Semen Grobogan diperkirakan bakal gencar memasarkan produknya pada 2021. Dari dua pemain tersebut, pesaing terdekat adalah Semen Grobogan lantaran beroperasi di Jawa Tengah.

“Untuk Hongshi berhadapan langsung dengan Semen Indonesia karena beroperasi di Jawa Timur. Kalaupun Hongshi mau masuk ke Jawa Tengah agak sulit karena jalurnya naik ke atas dan ongkosnya mahal, kemungkinan Hongshi bermain di Malang dan Bali,” kata dia saat paparan publik virtual, baru-baru ini.

Menurut Christian, tantangan yang selalu dihadapi pemain baru adalah belum banyak distributor yang mereka gandeng. Di area inilah, Indocement sebagai pemain pemain lama punya kekuatan distribusi. Hal tersebut ditambah lagi dengan sistem digital melalui_sales force automation (SFA) yang dijalankan

Indocement sejal awal 2019. Sistem SFA membuat informasi pengiriman semen lebih akurat dan dinilai meninngkatkan penjualan. Indocement menggunakan sistem tersebut di seluruhpelayanan area Jawa pada 2020 dan akan digunakan semua area luar Jawa mulai 2021.

Menurut data Asosiasi Semen Indonesia, Semen Indonesia beserta anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), menguasai 44% dari total kapasitas produksi semen di Indonesia yang tahun ini sebesar 116 juta ton.

Sedangkan Indocement menguasai 21%. Jika digabung, dua incumbent ini menguasai produksi 76 juta ton per tahun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN