Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Percepatan Pertumbuhan Kinerja Kalbe Farma

Parluhutan Situmorang, Jumat, 29 November 2019 | 23:42 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berpeluang besar untuk mempercepat pertumbuhan kinerja keuangan pada 2020. Hal tersebut didukung oleh dukungan pemerintah terhadap kesehatan masyarakat dan industri farmasi melalui deregulasi peraturan dan pemberian insentif.

Pertumbuhan juga didukung oleh mulai beroperasinya pabrik baru perseroan. Analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, adanya dukungan pemerintah terhadap kesehatan dan obat-obatan akan berimbas positif terhadap Kalbe Farma ke depan. Dukungan tersebut terlihat dari keinginan pemerintah untuk memperluas cakupan BPJS Kesehatan ditambah dengan peningkatan iuran.

Selain itu, menurut dia, dukungan pemerintah datang dari permintaan Presiden Joko Widodo kepada seluruh kementerian untuk menyederhankan peraturan industri farmasi. Pemerintah juga akan memberikan insentif bagi industri farmasi untuk menghasilkan obat-obatan terjangkau.

“Kami melihat bahwa Kalbe Farma akan menjadi perusahaan farmasi yang paling diuntungkan atas langkah pemerintah tersebut. Perseroan juga akan diuntungkan atas rencana pemerintah memberikan insentif bagi perusahaan yang mengeluarkan dana besar untuk penelitian,” tulis Natalia dalam risetnya, baru-baru ini.

Ekspektasi pertumbuhan kinerja keuangan Kalbe Farma juga akan didukung atas pengoperasian pabrik baru biosimilar di Cikarang. Produksi pabrik tersebut sudah bisa dijual dalam waktu dekat, seperti Hemapo, dengan kandungan bahan baku lokal lebih banyak.

“Perseroan menyebutkan telah menandatangani kontrak dengan BPJS Kesehatan untuk penjualan produk Hemapo,” jelas Natalia.

Kalbe Farma.
Kalbe Farma.

Ekspektasi solidnya penjualan obat ditambah kehadiran produk baru diharapkan menopang pertumbuhan laba bersih perseroan sebesar 8,8% dan pendapatan diharapkan meningkat sekitar 8% tahun depan.

Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih Kalbe Farma menjadi Rp 2,62 triliun pada 2019 dan meningkat menjadi Rp 2,85 triliun pada 2020, dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai Rp 2,45 triliun.

Estimasi kenaikan laba tersebut sejalan dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan perseroan menjadi Rp 22,69 triliun pada 2019 dan diharapkan kembali naik menjadi Rp 24,59 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun 2018 senilai Rp 21,07 triliun. Sedangkan margin kotor (gross margin) perseroan diperkirakan tetap stabil sebesar 46,3% tahun depan.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.800. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun depan sekitar 29,6 kali.

Sebelumnya, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin mengungkapkan, Kalbe Farma tetap memiliki outlook positif dalam jangka panjang. “Kami masih mempertahankan outlook positif Kalbe Farma dalam jangka panjang. Outlook tersebut didukung oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ke depan,” tulis Mimi dalam risetnya.

Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan, ungkap dia, juga didukung oleh divesifikasi bisnis. Prospek cerah perseroan juga didukung atas kebijakan untuk penguatan riset dan teknologi, sehingga menghasilkan produk baru yang dapat menopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dalam jangka panjang.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.890. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peningkatan kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2019 dan ekspektasi berlanjutnya kinerja ke depan.

Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST
Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih Kalbe Farma menjadi Rp 2,55 triliun pada 2019 dan menjadi Rp 2,65 triliun pada 2020, dibandingkan pencapain tahun 2018 senilai Rp 2,45 triliun. Sedangkan pendapatan diharapkan naik menjadi Rp 22,55 triliun tahun ini dan senilai Rp 24,14 triliun tahun depan, dibandingkan dengan perolehan tahun lalu mencapai Rp 21,07 triliun.

Hingga kuartal III-2019, perseroan telah meraup peningkatan laba bersih sebesar 6,2% dari Rp 1,80 triliun menjadi Rp 1,91 triliun. Pendapatan juga bertumbuh sekitar 7,3% menjadi Rp 16,82 triliun, dibandingkan hingga kuartal III-2018 sebesar Rp 15,67 triliun.

Kalbe Farma dan PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) mendirikan perusahaan baru bernama PT Emos Global Digital. Perusahaan ini didirikan dengan modal dasar sebesar Rp 50 miliar.

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata mengatakan, pendirian perusahaan tersebut dilakukan per 11 November 2019 dengan modal dasar Rp 50 miliar dengan masing-masing saham bernilai Rp 1 juta. "Dari modal dasar tersebut yang sudah disetorkan penuh sebesar Rp 25 miliar atau 50% dari modal dasar," ujar dia dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).  Kalbe Farma dalam hal ini sudah menyetor modal Rp 16,25 miliar atau menggenggam 65% kepemilikan saham. Sedangkan Enseval Putra yang juga tercatat sebagai anak usaha Kalbe Farma tersebut sudah menyetor Rp 8,75 miliar atau menggenggam 35% kepemilikan saham.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengungkapkan, Emos adalah aplikasi business to business antara distributor dan jaringan apotik seluruh Indonesia. Nantinya semua apotik bisa memesan obat secara online, dari mana saja, dan kapan saja.  Selain itu, Kalbe Farma melalui anak usahanya, Kalbe International Ltd dan PT Dankos Farma membentuk perusahaan baru, Kalbe Lanka (Pvt) Ltd. Investasi yang dikucurkan untuk membentuk entitas baru tersebut adalah US$ 600 ribu.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kalbe International akan menjadi pemegang saham mayoritas dalam perusahaan baru tersebut, yakni 99%. Adapun investasi yang dikucurkan Kalbe International adalah US$ 594 ribu.

Sementara itu, sisa saham lainnya akan dimilik oleh Dankos Farma. Dalam hal ini, Dankos Farma berinvestasi sebesar US$ 6.000.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA