Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sarana Menara Nusantara. Foto: beritasatu.com

Sarana Menara Nusantara. Foto: beritasatu.com

Percepatan Pertumbuhan Sarana Menara Nusantara

Kamis, 13 Februari 2020 | 22:54 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Keberhasilan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengakuisisi sebanyak 1.728 menara telekomunikasi dari PT XL Axiata Tbk (EXCL) akan mempercepat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan tahun ini. Pertumbuhan kinerja perseroan juga akan didukung oleh penambahan penyewa menara baru.

XL Axiata sebelumnya menetapkan anak usaha Sarana Menara, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), sebagai pemenang tender penjualan seabnyak 1.728 unit senilai Rp 2,24 triliun atau Rp 1,3 miliar per menara.

Penandatanganan perjanjian jual beli untuk transaksi ini dilaksanakan pada 7 Februari 2020, setelah sebelumnya melewati proses eAuction pada 31 Januari 2020. XL Axiata juga menandatangani perjanjian induk sewa menyewa menara dengan kedua perusahaan pemenang tender.

Jaringan XL Axiata (Foto: XL Axiata/IST)
Jaringan XL Axiata (Foto: XL Axiata/IST)

XL Axiata akan menyewa kembali 2.763 unit menara yang dijual tersebut untuk jangka waktu 10 tahun. Perseroan menjadi penyewa utama (anchor tenant) terhitung sejak tanggal penyelesaian transaksi yang dijadwalkan pada atau sebelum 30 Juni 2020.

Analis CGS CIMB Sekuritas Willy Suwanto mengungkapkan, akuisisi menara tersebut akan menambah 2.600 penyewaan menara baru perseroan atau setara dengan rasio tenasi 1,5 kali. Sedangkan lokasi menara sebagian besar tersebar di pulau Jawa dan sisanya di pulau Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Mayoritas menenara berada di lokasi favorit dengan rasio tenansi mencapai 1,5 kali. Lokasi yang strategis tersebut memungkinan perseroan untuk menambah penyewa baru dalam jangka panjang,” tulis Willy dalam risetnya, baru-baru ini.

Pembelian menara XL tersebut akan berimbas terhadap penambahan pendapatan perseroan senilai Rp 330 miliar per tahun. Margin EBITDA diperkirakan mencapai 80%, sehingga Sarana

Menara berpeluang untuk mendapatkan keuntungan dari pembelian menara tersebut sebesar Rp 190 miliar per tahun.

Terkait harga pembelian menara, dia mengatakan, sudah sesuai harapan sebeasr Rp 1,3 miliar per menara, apalagi sebagian besar menara berada di lokasi strategis. XL juga kemudian telah menandatangani penyewaan kembali menara-menara tersebut senilai Rp 10 juta per bulan dan menempatkan XL sebagai penyewa utamanya.

Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TOWR dengan target harga direvisi naik dari Rp 900 menjadi Rp 1.000 per saham.

Target harga tersebut telah mempertimbangkan pembelian menara telekomunikasi dari XL. Target harga tersebut juga mempertimbangkan target pembangunan sebanyak 2.000 menara baru tahun ini.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan CGS CIMB Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Sarana Menara menjadi Rp 2,42 triliun tahun ini dibandingkan proyeksi tahun lalu senilai Rp 2,13 triliun dan realisasi tahun 2018 mencapai Rp 2,2 triliun.

Pendapatan diharapkan bertumbuh menjadi Rp 7,12 triliun pada 2020 dibandingkan perkiraan tahun 2019 senilai Rp 6,36 triliun dan realisasi tahun 2018 sebesar Rp 5,86 triliun.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi mengungkapkan, Sarana Menara diperkirakan memiliki kemampuan untuk menambah jumlah Menara dan penyewa menara baru tahun ini.

“Kami memperkirakan tambahan sebanyak 2.000 penyewa menara baru tahun ini. Angka tersebut bertumbuh sekitar 15,9% dari total penyewa perseroan tahun ini,” ungkap dia dalam outlook tahunan.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.

Sarana Menara juga memiliki add-value service, yaitu jaringan fiber optic. Hal ini membuat daya tawar Sarana Menara tinggi kepada pelanggan, sehingga penyewaan tetap bertumbuh dalam jangka panjang.

“Kami meyakini tenancy ratio perseroan tahun ini akan naik +2,4% yoy menjadi 1,71x. Namun target tersebut belum menghitung tambahan menara dari hasil akuisisi XL,” sebut Yosua.

Meski sahamnya direkomendasikan beli, Sarana Menara menghadapi pertumbuhan penyewaan yang disertai dengan lease rate turun 5,15% tahun ini. “Kami memandang penurunan lease rate cukup wajar di tengah banyaknya penyewaan bersifat kolokasi, sehingga harga sewa menara cenderung lebih rendah,” jelas dia.

Keberhasilan perseroan untuk menambah jumlah menara dan penyewanya mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli sebesar Rp 905 per saham.

Target tersebut mencerminkan perkiraan PE dan PBV masing-masing 18,1 kali dan 4,2 kali tahun ini. Namun target tersebut belum menghitung pembelian menara XL.

Samuel Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Sarana Menara menjadi Rp 2,54 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai Rp 2,27 triliun. Pendapatan juga diharapkan bertumbuh menjadi Rp 7,09 triliun pada 2020, dibandingkan perkiraan tahun 2019 senilai Rp 6,29 triliun.

Jajaki Pinjaman

Sarana Menara
Sarana Menara

Sarana Menara melalui Protelindo akan mengandalkan kas internal dan tambahan utang baru untuk mengakuisisi 1.728 menara telekomunikasi milik PT XL Axiata Tbk (EXCL). Perseroan bersiap membayar pembelian senilai Rp 2,24 triliun tersebut secara tunai.

Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 3-3,5 triliun.

Wakil Presiden Direktur Protelindo Adam Gifari mengatakan, utang tambahan ini akan memiliki dampak terbatas pada leverage Protelindo dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA tahunan yang saat ini di bawah 3 kali.

Transaksi ini menambah hampir Rp 2,9 triliun ke dalam pendapatan kotrak Protelindo. Pasalnya 1.728 menara telekomunikasi yang diakuisisi tersebut memiliki lebih dari 2.600 penyewa. Dalam transaksi ini, XL juga menandatangani perjanjian sewa kembali menara selama 10 tahun.

“Akuisisi berganda ini sejalan dengan pembelian aset sebelumnya. Transaksi ini semakin memperkuat hubungan kami dengan XL yang sekarang menjadi klien terbesar perseroan,” kata Adam.

Ferdinandus Aming Santoso, Direktur Utama Sarana Menara Nusantara
Ferdinandus Aming Santoso, Direktur Utama Sarana Menara Nusantara

Sementara itu Presiden Direktur Protelindo Ferdinandus Aming Santoso mengatakan, akuisisi 2.600 penyewa baru memperkuat Protelindo sebagai pemilik dan operator menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Hal ini juga membuat total menara perseroan menjadi lebih dari 21.000 unit.

“Efisiensi operasi akan memungkinkan kami untuk mengelola menara tambahan ini secara efisien dan pembelian ini juga memberikan kontribusi keuangan yang positif,” jelas dia.

Sesuai rencana, penambahan penyewa baru diharapkan menambah lebih dari Rp 340 miliar kepada pendapatan run-rate tahunan Protelindo. Adapun lebih dari 50% menara berlokasi di Jawa, ditambah dengan luar Jawa seperti Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara. Transaksi antara Protelindo dengan XL ditargetkan selesai pada akhir kuartal

I-2020.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN