Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu ruang RS Mitra Keluarga. Foto: dok B1photo

Salah satu ruang RS Mitra Keluarga. Foto: dok B1photo

Perlambatan Pertumbuhan Mitra Keluarga

Parluhutan Situmorang, Kamis, 9 Januari 2020 | 20:02 WIB

JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan kinerja keuangan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) diproyeksi cenderung melambat pada 2020. Hal itu dipicu oleh ekspektasi rendahnya ekspansi rumah sakit baru dan penambahan jumlah tempat tidur.

Samuel Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Mitra Keluarga menjadi Rp 752 miliar pada 2020 dibandingkan perkiraan 2019 senilai Rp 727 miliar dan realisasi tahun 2018 yang mencapai Rp 614 miliar. Sedangkan pendapatan diharapkan meningkat menjadi Rp 3,83 triliun pada 2020 dibandingkan perkiraan tahun 2019 sebesar Rp 3,13 triliun dan perolehan tahun 2018 mencapai Rp 2,71 triliun.

“Perseroan diperkirakan hanya menambah satu rumah sakit pada 2020 melalui pembangunan di Surabaya. Sedangkan akuisisi rumah sakit baru kemungkinan tidak direalisasikan pada 2020,” ungkap analis Samuel Sekuritas Indonesia Ilham Akbar Muhammad dalam risetnya, baru-baru ini.

Terkait penambahan rumah sakit perseroan tahun 2019, dia mengungkapkan telah mencapai empat unit, yang terdiri atas akuisisi dua rumah sakit milik Kasih Group dan Bina Husada, serta pembangunan dua rumah sakit Mitra Keluarga. Hal ini membuat total rumah sakit yang dioperasikan perseroan meningkat menjadi 24 unit setara dengan penambahan tempat tidur sekitar 11,4% sampai September 2019.

Namun, ekspektasi rendahnya ekspansi rumah sakit perseroan pada 2020 mendorong Samuel Sekuritas Indonesia untuk merevisi turun rekomendasi saham MIKA menjadi hold dengan target harga Rp 2.900. Target tersebut juga sudah mempertimbangkan dampak kenaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diproyeksikan berimbas minim terhadap modal kerja perseroan.

Sebelumnya, Direktur Independen Mitra Keluarga Joyce Handajani mengatakan, Mitra Keluarga menambah empat unit rumah sakit pada 2019 melalui akuisisi dua rumah sakit di Cibinong, Jawa Barat, dan Jakarta Timur serta membangun dua hospital baru.

Perseroan telah mengakuisisi dua rumah sakit, yakni Bina Husada yang berlokasi di Cibinong dengan layanan unggulan pusat jantung dan vaskular, serta pusat mata. Sedangkan Mutiara Hati yang berlokasi di Jakarta Timur memiliki layanan unggulan instalasi gawat darurat. “Total investasi kedua rumah sakit tersebut mencapai Rp 270 miliar. Kami juga membangun dua rumah sakit di Jatiasih dan Bintaro,” katanya.

Untuk membangun rumah sakit di Bintaro dan Jatiasih, perseroan mengeluarkan dana dari kas internal dan sisa dana penawaran umum perdana (IPO) saham. “Sebanyak Rp 250-300 miliar untuk Bintaro. Sedangkan untuk di Jatiasih, Bekasi, telah menghabiskan Rp 80-100 miliar,” ujar Joyce.

Rumah Sakit Mitra Keluarga Bintaro memiliki 180 kapasitas tempat tidur, 64 tempat tidur operasional, 74 dokter umum dan spesialis, dan 67 perawat. Sedangkan Mitra Keluarga Pratama Jatiasih mempunyai 153 kapasitas tempat tidur, 60 tempat tidur operasional, 33 dokter umum dan spesialis, serta 45 perawat.

Investor Relations Mitra Keluarga Aditya Widjaja menambahkan, sebesar Rp 100 miliar dikucurkan untuk rumah sakit baru dengan brand Mitra Keluarga Pratama di Surabaya, dan sekitar Rp 40-50 miliar untuk ekspansi rumah sakit eksisting.

Selain mengakuisisi dan menambah rumah sakit, perseroan berencana akan menambahkan 800 unit tempat tidur di 24 rumah sakit yang dimiliki Mitra Keluarga hingga 2025. Perseroan juga akan menambah jaringan 30 rumah sakit baru dengan kapasitas 4.500 unit tempat tidur.

Joyce menambahkan, bisnis model Mitra Keluarga memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap. “Dari segi integrasi kami berikan layanan IGD rawat jalan dan rawat inap, instalasi diagnostik, farmasi, serta radiologi,” jelas dia.

Fokus dari bisnis Mitra Keluarga adalah beroperasi pada daerah yang padat penduduk dengan demografi yang cukup besar. ”Seperti di Jabodetabek, lokasi tersebut kan penduduknya banyak,” ujar Joyce.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA