Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Widodo Makmur Unggas

PT Widodo Makmur Unggas

Permintaan Ayam Menguat, Analis Sebut Momentum Tepat IPO Widodo Makmur

Kamis, 14 Januari 2021 | 16:28 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 dinilai menyurutkan permintaan atas konsumsi daging ayam, telur, maupun produk olahannya. Bahkan harga ayam broiler di tahun ini saja diproyeksikan akan mengalami kenaikan.

Analis menilai, menguatnya permintaan atau demand daging ayam beserta turunannya menjadi angin segar bagi emiten yang ada di sektor perunggasan (poultry).

Kepala riset Praus Kapital, Alfred Nainggolan, mengatakan prospek industri perunggasan masih cukup bagus mengacu pada demand. Kebutuhan daging ayam dan semua yang terkait di sektor unggas masih cukup kuat, bahkan pertumbuhan pendapatan emiten-emiten di sektor unggas pada tahun ini juga masih mencatatkan penguatan. Hanya saja yang menjadi masalah ada di laba bersih yang terpantau turun cukup signifikan dikarenakan depresiasi nilai tukar rupiah. Sebab, penyediaan bahan baku pakan ternak berasal dari impor sehingga menggerus perolehan laba bersih.

"Kita lihat ekonomi juga cukup bagus ke depannya dan bila faktor kurs rupiah tidak jadi masalah lagi, maka akan mendorong signifikan untuk pemulihan bottom line sektor poultry," urainya kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Alfred menegaskan bahwa demand di sektor unggas masih cukup bagus ke depannya, bahkan jika ditarik ke tahun 2020 ketika terjadi perlambatan ekonomi, namun dari sisi permintaan dan pendapatan penurunannya tidak cukup signifikan dan hanya di laba bersih saja. Apalagi isu pemulihan (recovery) pertumbuhan ekonomi yang kuat di tahun 2021, maka dari sisi pendapatan diyakini masih akan tumbuh.

Dengan begitu ketika perusahaan atau emiten melakukan ekspansi di tengah kondisi permintaan yang masih cukup bagus ke depan, tentunya langkah penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) seperti yang sedang dilakukan oleh PT Widodo Makmur Unggas (WMU) akan menjadi hal yang strategis, apalagi tidak semua perusahaan bisa mendapatkan dana segar di kondisi seperti ini. "Jadi ketika mereka bisa mendapatkan momentum itu dan mereka akan ekspansi di sektor yang masih cukup prospek ini, maka akan menjadi hal yang cukup bagus untuk mengeneralisasi pertumbuhannya ke depan," jelas Alfred.

Alfred juga menambahkan pada tahun ini pun pemulihan ekonomi digadang-gadang akan berada di angka 4% dan di tahun 2022 bisa lebih tinggi lagi. Artinya ketika perusahaan ekspansi berarti mereka mempersiapkan untuk kondisi pertumbuhan ekonomi yang bagus di tahun 2022 bahkan di 2023. "Jadi momentumnya sangat bagus sekali ketika mereka berhasil IPO karena tidak semua emiten bisa dapat dana segar," tegasnya.

Sementara Direktur Keuangan PT Widodo Makmur Unggas, Wahyu Andi Susilo, mengemukakan dana ekspansi yang diperoleh dari IPO untuk keperluan saat ini maupun ke depan, bisa menjadi tonggak untuk menarik pasar dengan jangkauan yang lebih luas lagi. Apalagi kinerja usaha WMU terus mencetak pertumbuhan yang sangat signifikan meskipun pandemi Covid-19 sedang menghantam seluruh negara.

Sebagaimana diketahui, WMU menargetkan alokasi dana IPO sebesar 74,3% untuk ekspansi dengan menambah serta memperluas sarana produksi, antara lain untuk pembangunan fasilitas Breeding PS Farm di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembangunan fasilitas Layer Commercial Farm di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan fasilitas Hatchery di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa. Pembangunan fasilitas Broiler Commerical Farm di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa. Pembangunan fasilitas Slaughterhouse di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Pembangunan fasilitas Feedmill di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

Sisa dana IPO sebesar 25,7% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan terutama untuk pembelian bahan baku pada Feedmill dan pembelian Ayam Broiler Komersial untuk Slaughterhouse.  Peningkatan kapasitas produksi akan berdampak terhadap penetrasi pasar yang lebih baik lagi ke depannya.

“Setelah IPO tentunya kami akan lari lebih kencang lagi. Seluruh fasilitas produksi akan berjalan sesuai rencana,” tegas Andi.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN