Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Jago. Foto: IST

Bank Jago. Foto: IST

Potensi Besar Bank Jago

Rabu, 26 Mei 2021 | 06:09 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) memiliki prospek pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan yang cerah setelah berubah penuh menjadi bank digital. Hal ini didukung oleh masih besarnya potensi pasar penyaluran kredit, khususnya usaha kecil menengah (UKM) yang selama ini belum banyak tersentuh perbankan.

Perseroan juga akan mendapatkan manfaat besar setelah bergabung dalam ekosistem baru GoTo, yaitu perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia. Dengan bergabung dalam ekosistem tersebut, maka terbuka potensi pasar yang siap digarap dalam jangka panjang.

Analis Trimegah Sekuritas Rifina Rahisa dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, bank yang merambah bisnis pembiayaan UKM memiliki prospek cerah dalam jangka panjang. Apalagi, hampir 60% produk domestik bruto (PDB) didukung oleh UKM dan baru sebagian kecil dari UKM yang mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan.

Berdasarkan data bahwa institusi keuangan baru hanya membiayai 11% dari UKM dan bank hanya berkontribusi sekitar 19% terhadap total pembiayaan sektor ini.

Harga saham ARTO sejak pencatatan perdana
Harga saham ARTO sejak pencatatan perdana

Rendahnya penyaluran kredit ke sektor ini dipengaruhi oleh inklusi keuangan masyarakat yang masih rendah dan teknologi yang belum berkembang untuk menangkap pasar tersebut.

Adapun sebanyak 114 juta nasabah potensial untuk dibiayai yang selama ini belum tersentuh dengan nilai kredit mencapai US$ 321 miliar.

“Dengan potensi pasar yang besar tersebut, keputusan Bank Jago untuk menangkap peluang pasar yang belum terlayani tersebut merupakan langkah yang baik,” tulis Rifina dan Willinoy dalam risetnya.

Selain potensi pasar yang besar, Bank Jago didukung oleh strategi kemitraan dengan Gojek-Tokopedia atau dikenal GoTo untuk menggarap pasar yang selama ini belum tersentuh perbankan. Akses perseroan juga bakal terbuka dengan 29 juta pengguna aktif ditambah 2 juta mitra driver Gojek, serta 900 ribu merchant UKM kecil yang terdaftar di Gojek.

Kinerja keuangan Bank Jago
Kinerja keuangan Bank Jago

Perseroan juga bisa mengakses pasar melalui Tokopedia yang memiliki 100 juta lebih pengguna aktif dan sebanyak 9,9 juta merchant UKM.

“Dengan masuk dalam ekosistem GoTo, Bank Jago memiliki potensi untuk menyalurkan kredit hingga Rp 25 triliun. Bank Jago juga diproyeksikan akan terus melanjutkan ekspansi anorganik melalui mitra kerja sama dengan ekosistem digital gaya hidup,” jelas Rifina dan Willinoy.

Selain potensi pasar yang besar, bank digital yang ditekuni Bank Jago memiliki tipikal belanja operasional lebih rendah per nasabah dibandingkan dengan bank tradisional. Biaya rendah didukung oleh jumlah cabang bank yang lebih sedikit, penawaran produk lebih sederhana, dan proses yang lebih efisien.

Dengan demikian, aplikasi yang baik menjadi penentu keberhasilannya. Bank Jago sebelumnya telah meluncurkan aplikasi versi perdana di telepon pintar yang berhasil menangkap pengguna sebanyak 100 ribu. Sejumlah keunikan mulai terlihat dalam aplikasi perbankan ini.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham ARTO dengan target harga Rp 15.300. Target harga tersebut didasari target tahun 2022. Target ini mempertimbangkan perkiraan peningkatan EPS perseroan berkisar 492% selama periode 2021 hingga 2023. Target harga tersebut juga mengasumsikan bahwa Bank Jago bisa mendorongkrak kredit dan pendanaan melalui ekosistem GoTo.

Tahun ini, laba bersih Bank Jago diperkirakan sebesar Rp 23 miliar, membaik dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencatat rugi bersih Rp 190 miliar. Laba bersih tersebut diperkirakan melonjak menjadi Rp 308 miliar pada 2022 dan menjaadi Rp 801 miliar pada 2023.

Prospek ARTO
Prospek ARTO

Pendapatan bunga perseroan juga diproyeksikan naik menjadi Rp 373 miliar tahun ini dibandingkan perolehan tahun 2020 senilai Rp 90 miliar. Pendapatan bunga tersebut diharapkan melanjutkan kenaikan menjadi Rp 913 miliar pada 2022 dan Rp 1,95 triliun pada 2023.

Laba operasional sebelum provisi (PPOP) perseroan juga diharapkan melanjutkan peningkatan menjadi Rp 65 miliar tahun ini dibandingkan tahun lalu dengan rugi operasional sebelum provisi Rp 148 miliar. PPOP tersebut diperkirakan terus menanjak menjadi Rp 468 miliar pada 2022 dan mencapai Rp 1,14 triliun pada 2023.

Sebelumnya, Direktur Digital Banking Bank Jago Peter van Nieuwenhuizen menjelaskan, melalui aplikasi Jago, Bank Jago memperkenalkan fitur Kantong (pockets) yang memungkinkan nasabah untuk mengatur kantong yang berbeda-beda untuk masingmasing tujuan. Misalnya belanja, transportasi, biaya pendidikan anak, hiburan dan tabungan jangka panjang.

“Kami banyak mendengar konsumen menginginkan hal-hal sederhana dalam mengalokasikan uang untuk tujuan yang berbeda. Ini adalah bentuk digital dari sistem amplop yang sudah digunakan masyarakat selama bertahuntahun,” ujar Peter.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN