Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu tambang emas. Foto ilustrasi: IST

Salah satu tambang emas. Foto ilustrasi: IST

Potensi Besar Merdeka Gold

Parluhutan Situmorang, Rabu, 10 Juli 2019 | 09:38 WIB

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memiliki prospek pertumbuhan kinerja keuangan dalam jangka panjang didukung besarnya potensi cadangan emas dan perak pada tambangnya. Besarnya potensi cadangan tersebut mendorong tim riset Indo Premier Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham MDKA dengan target harga Rp 6.700. Perusahaan sekuritas tersebut juga menilai bahwa harga saham MDKA saat ini di bursa efek masih terlalu murah.

Tim riset Indo Premier Sekuritas menyebutkan bahwa Merdeka Gold memiliki dua aset tambang berproduksi, yaitu proyek tembang emas dan perak Tujuh Bukit di Jawa Timur dan proyek tambang tembaga Pulau Wetar di Maluku Barat. Perseroan juga masih memiliki satu tambang emas Pani di Gorontalo.

Indo Premier Sekuritas menyebutkan bahwa tambang emas dan perak Tujuh Bukit diperkirakan sebagai tambang dengan cadangan emas dan perak terbesar kedua di Indonesia setelah tambang milik Freeport di Grasberg.

“Kami memperkirakan nilai asset tambang Tujuh Bukit dan Wetar mencapai US$ 587 juta. Dengan melihat harga saham MDKA di pasar sekarang, harga tersebut tergolong sangat murah dan belum mencerminkan asetnya,” tulis tim Indo Premier dalam risetnya, baru-baru ini.

Perusahaan sekuritas tersebut menyebukan bahwa tambang Tujuh Bukit Porphyry Upper High Grade Zone (UHGZ) memiliki kesamaan dengan tambang Grasberg di bawah tanah. Tambang tersebut juga diperkirakan memiliki kualitas tembaga dan emas yang sama. Namun dari sisi investasi tambang Tujuh Bukit bakal jauh murah, dibandingkan Grasberg. Hal ini didukung atas infrastruktur lokasi penambangan sudah baik.

Perseroan disebutkan menyiapkan dana senilai US$ 1,2 miliar untuk proyek UHGZ atau anggaran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan pengembangan tambang Grasberg mencapai US$ 15 miliar.

Selain itu, dengan asumsi UGHZ memiliki cadangan sebanyak 260 metrik ton bijih temba dan emas, maka harga saham MDKA sekarang di pasar masih tergolong murah. Perhitungan tersebut didasarkan dengan harga akusisi tambang Grasberg oleh PT Inalum beberapa waktu lalu.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih Merdeka Gold menjadi US$ 74 juta pada 2019, dibandingkan realisasi tahun 2018 senilai US$ 52 juta. Pendapatan juga diharapkan bertumbih signifikan dari US$ 294 juta menjadi US$ 386 juta.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN