Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas Antam. Foto: B1 photo/Joe

Emas Antam. Foto: B1 photo/Joe

Potensi Lompatan Laba Antam

Sabtu, 12 September 2020 | 07:12 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pulihnya industri baja Tiongkok dan kenaikan rata-rata harga jual emas dunia bakal mendorong penguatan kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam tahun ini. Sedangkan tren kenaikan harga jual komoditas tambang dan volume penjualan yang diperkirakan meningkat berpotensi melambungkan laba bersih perseroan pada 2021, sehingga bisa mendongkrak harga sahamnya.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengungkapkan, harga emas diproyeksikan pada kisaran US$ 1.850-2.010 per oz sepanjang tahun ini.

Sedangkan realisasi rata-rata harga jual pada semester I-2020 mencapai US$ 1.650 per oz. Bahkan, harga emas sempat berada di atas US$ 2.000 per oz pada awal Agustus. Sedangkan harga jual nikel diperkirakan berada di level US$ 13.000- 14.300 per ton sepanjang tahun ini.

“Peluang kenaikan harga jual komoditas Antam mendorong kami untuk merevisi naik target kinerja keuangan dan harga saham ANTM tahun ini. ANTM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 960. Target ini berdasarkan metode DCF,” tulis Dessy dalam risetnya, baru-baru ini.

Meski berpotensi mendapatkan berkah dari kenaikan harga jual emas dan nikel, Antam akan menghadapi penurunan volume produksi dan penjualankedua komoditas tersebut. Penurunan dipengaruhi oleh pembatasan wilayah akibat pandemic Covid-19 yang berimbas terhadap penjualan komoditas perseroan di pasar domestic dan ekspor.

Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta, Senin (2/3/2020). Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Senin (2/3/2020) terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 ke level Rp810.000 per gram. Foto:  SP/Ruht Semiono
Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta.  Foto: SP/Ruht Semiono

“Kami memproyeksikan penurunan pendapatan emas sekitar 16,1% tahun ini, namun diharapkan melonjak 19,4% tahun depan. Adanya adopsi kebiasaan baru pada paruh kedua tahun ini diharapkan mendongkrak volume penjualan emas perseroan. Kami memperkirakan peningkatan volume penjualan emas perseroan tahun ini mencapai 21.500-23.700 kilogram dengan rata-rata harga jual US$ 1.850-2.010 pada 2020-2021,” jelas dia.

Adapun volume penjualan feronikel diperkirakan bertumbuh sebesar 15-10% pada 2020- 2021. Tren peningkatan terlihat dari penjualan perseroan pada kuartal II tahun ini. Peningkatan tersebut didukung oleh pulihnya pabrik baja di Tiongkok yang bisa berdampak pada kenaikan volume permintaan dan harga jual produk tersebut. Dessy memperkirakan volume penjualan feronikel Antam pada 2020-2021 berkisar 30.100-33.100 Tni, naik dibandingkan penjualan tahun lalu yang mencapai 26.212 Tni. Hal tersebut mendorong Samuel Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan Antam tahun 2020-2022.

Proyeksi laba bersih perseroan tahun ini direvisi naik dari Rp 142 miliar menjadi Rp 161 miliar dibandingkan raihan tahun lalu Rp 194 miliar. Sedangkan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 29,8 triliun menjadi Rp 25,54 triliun dibandingkan raihan tahun 2019 senilai Rp 32,71 triliun. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih tahun 2021 direvisi naik dari Rp 220 miliar menjadi Rp 271 miliar.

Sebaliknya, target pendapatan perseroan direvisi turun dari proyeksi semula Rp 31,87 triliun menjadi Rp 30,16 triliun.

Revisi naik proyeksi laba bersih Antam tersebut diharapkan mengerek harga ANTM dalam 12 bulan ke depan. Samuel Sekuritas merevisi rekomendasi ANTM dari hold menjadi beli dengan target harga dinaikkan dari Rp 670 menjadi Rp 960. Target tersebut mempertimbangkan faktor efisiensi perseroan yang berdampak terhadap ekspektasi peningkatan margin keuntungan.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, Antam diyakini mampu untuk mendongkrak volume produksi feronikel sebesar 5% menjadi 27 ribu ton tahun ini. Peningkatan didukung oleh kenaikan utilisasi pabrik feronikel Pomalaa.

Hal tersebut diharapkan menopang kinerja keuangan sepanjang tahun ini. Antam juga berniat untuk mendongkrak volume penjualan bijih nikel untuk pasar domestik, seiring dengan pelarangan eskpor bijih nikel tersebut. Sedangkan volume produksi bijih nikel perseroan diperkirakan tetap turun sebanyak 60% menjadi 4,2 juta ton tahun ini.

Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta, Senin (2/3/2020). Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Senin (2/3/2020) terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 ke level Rp810.000 per gram. Foto:  SP/Ruht Semiono
Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta.  Foto: SP/Ruht Semiono

Adapun volume penjualan emas tahun ini diperkirakan turun menjadi 17-18 ribu kilogram dibandingkan perkiraan semula sebanyak 32 ribu kilogram.

“Dengan fokus penjualan pasar domestik dan dampak pembatasan sosial, volume penjualan emas perseroan diperkirakan turun sepanjang tahun ini,” jelas Stefanus dalam risetnya.

Selain faktor tersebut, dia memperkirakan kenaikan rata-rata harga jual emas akan menopang kinerja keuangan Antam tahun ini. Berdasarkan data, harga emas sempat menyentuh level di atas US$ 2.000 per troy ounce pada Agustus, sebelum akhirnya turun ke level US$ 1.980 per troy once. Penguatan harga tersebut diperkirakan dapat mendongkrak laba bersih perseroan tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu.

“Kami memperkirakan solidnya harga jual nikel dan berlanjutnya penguatan harga jual emas akan memperkuat kinerja keuangan Antam pada kuartal III tahun ini. Namun, penurunan target volume penjualan emas akibat fokus perseroan memperkuat penjualan emas di dalam negeri setelah pembatasan sosial menjadi penghambat kinerja tahun ini,” ungkap Stefanus.

Danareksa Sekuritas merevisi naik rata-rata harga jual emas Antam dari US$ 1.400 menjadi US$ 1.700 per troy ounce tahun ini. Namun, perkiraan volume penjualan komoditas ini dipangkas dari 32 ribu kg menjadi 18 ribu kg. Volume produksi emas perseroan dipertahankan sebanyak 18 kg tahun ini.

Revisi naik target harga jual emas tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi kinerja keuangan Antam tahun ini. Target laba bersih direvisi naik dari Rp 235 miliar menjadi Rp 293 miliar.

Sedangkan estimasi pendapatan direvisi turun dari Rp 27,9 triliun menjadi Rp 21,44 triliun. Revisi naik target laba bersih membuat Danareksa Sekuritas menaikkan target harga ANTM menjadi Rp 900 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

Hingga semester I-2020, Antam membukukan laba bersih senilai Rp 85 miliar, turun dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp 428 miliar. Sedangkan pendapatan turun dari Rp 14,42 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN