Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang Bukit Asam. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Tambang Bukit Asam. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Produksi dan Penjualan Batu Bara Bukit Asam Mulai Membaik

Selasa, 11 Mei 2021 | 04:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Volume produksi dan penjualan batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan mulai membaik pada kuartal II tahun ini. Pemulihan tersebut diharapkan berlanjut, sehingga target kinerja operasional bakal tercapai.

Adapun realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2021 masih di bawah ekspektasi. Hal itu dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang baik untuk aktivitas penambangan batu bara.

Begitu juga dengan rata-rataharga jual yang menunjukkan penurunan dalam kurun waktu tersebut.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, potensi pemulihan didukung oleh upaya berkelanjutan perseroan untuk pembangunan jalur rel kereta api dengan tujuan peningkatankapasitas daya angkut. Di antaranya, peningkatan kapasitas daya angkut kereta api Tanjung Enim-Kertapati menjadi 7 juta ton tahun ini dibandingkan tahun lalu sebanyak 5 juta ton. Rute Tanjung Enim-Tarahan ditaargetkan mencapai 25 juta ton.

“Pengembangan kapasitas daya angkut kedua rel tersebut diharapkan tuntas pada kuartal III-2021, sehingga diharapkan mulai berdampak positif terhadap kinerja keuangan Bukit Asam pada kuartal akhir tahun ini,” tulis Stefanus dalam risetnya.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah menandatangani
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 

Meski volume produksi mulai pulih pada kuartal II tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi turun target harga saham PTBA dari Rp 3.600 menjadi Rp 3.300 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

Revisi turun tersebut menggambarkan rendahnya realisasi kinerja keuangan BukitAsam pada kuartal I-2021 dan proyeksi penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun ini. Target rata-rata harga jual batu bara Bukit Asam direvisi turun dari Rp 736.470 per ton menjadi Rp 692.370 per ton.

Sedangkan proyeksi volume produksi dan penjualan batu bara dipertahankan sebanyak 29,5 juta ton.

Adapun target pendapatan tahun ini dipangakas dari Rp 22,01 triliun menjadi Rp 20,71 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih direvisi turun dari Rp 3,72 triliun menjadi Rp 3,09 triliun.

Mengenai realisasi kinerja keuangan Bukit Asam pada kuartal I-2021, Stefanus mengungkapkan bahwa penurunan terjadi akibat cuaca hujan yang mengganggu proses produksi batu bara. Begitu juga dengan rata-rata harga jual yang mengalami penurunan dan berimbas terhadap penurunan pendapatan.

“Realisasi laba perseroan pada kuartal I-2021 di bawah ekspektasi kami. Perolehan tersebut hanya merefleksikan 13% dari target laba bersih yang kami tetapkan dan hanya merefleksikan 14% dari total laba bersih yang diproyeksikan analis,” jelasnya.

Harga saham PTBA dalam satu dekade terakhir
Harga saham PTBA dalam satu dekade terakhir

Bukit Asam membukukan penurunan penjualan sebesar 22% dari Rp 5,12 triliun menjadi Rp 3,99 triliun. Raihan tersebut juga lebih rendah dari pencapaian kuartal IV-2020 yang mencapai Rp 4,47 triliun.

Sedangkan laba bersih turun hingga 44,6% dari Rp 903 miliar menjadi Rp 501 miliar. Bahkan, lebih rendah dari pencapaian kuartal IV-2020 sebanyak Rp 659 miliar.

Prospek saham PTBA
Prospek saham PTBA

Penurunan penjualan tersebut dipengaruhi oleh penurunan volume penjualan dari 6,8 juta ton batu bara menjadi 5,9 juta ton pada kuartal I-2021. Begitu juga dengan rata-rata harga jual turun dari Rp 741.800 per ton menjadiRp 669.900 per ton. Rata-rata harga tersebut juga turun dari pencapaian kuartal IV-2020 sebesar Rp 589.100 per ton.

Meski kinerja keuangan sepanjang kuartal I-2021 di bawah ekspektasi, volume produksi dan penjualan batu bara perseroan diperkirakan pulih mulai kuartal II hingga akhir tahun ini. Optimisme tersebut juga diindikasikan oleh manajemen perseroan dengan harapan target volume produksi dan penjualan tercapai sesuai target.

Sementara itu, analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengungkapkan, saham PTBA tetap layak direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.000, meskipun realisasi kinerja operasional dan keuangan Bukit Asam pada kuartal I-2021 menunjuk kan penurunan.

“Bukit Asam menunjukkan peluang peningkatan volume produksi dan penurunan biaya penambangan di tengah kondisi cuaca yang lebih baik untuk penambangan,” tulis Andrey dalam risetnya.

Kinerja keuangan Bukit Asam
Kinerja keuangan Bukit Asam

Selain faktor tersebut, menurut dia, Bukit Asam merupakan emiten batu bara dengan posisi kas bersih yang kuat dengan net gearing mencapai 0,24 kali. Hal ini memperkuat kemampuan perseroan untuk melanjutkan diversifikasi bisnis dan menghindari perseroan dari risiko ketidakpastian bisnis.

Perseroan juga tengah bernegosiasi dengan kontraktor penambangan batu bara untuk menekan biaya produksi. Sebagaimana diketahui, biaya penambangan berkontribusi hingga 20% terhadap total biaya produksi. Perseroan juga tengah bernegosiasi dengan operator kereta api pengangkut batu bara untuk menekan biaya pengiriman.

Sementara itu, kinerja keuangan perseroan tahun ini diproyeksikan bertumbuh dengan perkiraan pendapatan meningkat dari Rp 17,32 triliun menjadi Rp 20,85 triliun. Perkiraan laba bersih juga diharapkan meningkat dari Rp 2,38 triliun menjadi Rp 3,4 triliun.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN