Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu geran RS Hermina dari PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).. Foto: IST

Salah satu geran RS Hermina dari PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).. Foto: IST

Prospek Hermina Terkerek

Rabu, 25 November 2020 | 07:31 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Tren peningkatan rata-rata pendapatan per pasien, kenaikan margin keuntungan bersih, dan jumlah pasien yang berkunjung bakal mendorong berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Sebab itu, kalangan analis merevisi naik proyeksi kinerja keuangan perseroan tahun ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael mengungkapkan, Hermina menunjukkan perbaikan kinerja operasional hingga melampaui estimasi semula dalam beberapa kuartal terakhir.

Perseroan mencatatkan lonjakan jumlah hari rawat inap pasien menjadi 684 ribu hari hingga kuartal III- 2020. Karena itu, dia merevisi naik jumlah hari rawat inap pasien Hermina tahun ini menjadi 891 ribu hari dari semula 791 ribu hari.

Kinerja operasional yang melampaui estimasi tersebut juga didukung oleh pendapatan per pasien Covid-19 yang mencapai Rp 7,9 juta per hari dibandingkan perkiraan Rp 7 juta per hari.

“Dengan keputusan perseroan untuk menambah tempat tidur perawatan pasien Covid-19 dari 400 tempat tidur menjadi 700 tempat tidur bakal mendongkrak pendapatan per pasien rawat inap setiap malam,” tulis Joshua dalam risetnya.

Sebab itu, dia merevisi naik target kinerja keuangan Hermina tahun 2020-2021. Peningkatan itu sejalan dengan revisi naik target pendapatan per pasien tahun 2020 dan 2021. Perseroan juga menunjukkan pemulihan cepat dari pendapatan pasien rawat jalan.

RS Hermina. Foto: dokterterdekat.com
RS Hermina. Foto: dokterterdekat.com

Pendapatan dari segmen ini mencapai Rp 407 miliar pada kuartal III-2020 atau bertumbuh 67,1% dari kuartal II-2020. Peningkatan didukung oleh lonjakan jumlah pasien rawat jalan yang berkunjung ke rumah sakit perseroan.

Menurut Joshua, jumlah pasien rawat jalan yang berkunjung ke rumah sakit Hermina diperkirakan melonjak pada kuartal terakhir tahun ini. Dia pun merevisi naik pendapatan pasien rawat jalan perseroan tahun ini dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,4 triliun.

Adapun target laba bersih tahun ini direvisi naik dari Rp 212 miliar menjadi Rp 333 miliar. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan tahun 2020 direvisi naik dari Rp 3,49 triliun menjadi Rp 4,04 triliun. Sedangkan target laba bersih 2021 dinaikkan dari Rp 325 miliar menjadi Rp 417 miliar. Begitu juga dengan estimasi pendapatan perseroan direvisi naik dari Rp 4,32 triliun menjadi Rp 5,2 triliun. Revisi tersebut mencerminkan perkiraan pertumbuhan margin keuntungan perseroan.

Dengan berbagai faktor tersebut, Mirae Asset Sekuritas merevisi naik target harga saham HEAL dari Rp 4.000 menjadi Rp 4.800 dengan rekomendasi beli. Target harga itu merefleksikan perkiraan PE tahun 2021 sekitar 34,2 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan persetujuan pemegang saham untuk penerbitan saham baru.

Pandangan positif terhadap kinerja keuangan Hermina juga diungkapkan analis Samuel Sekuritas Indonesia Ilham Akbar Muhammad.

Menurut dia, perseroan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan di atas ekspektasi hingga September 2020. Hal ini memperkuat keyakinan terhadap kinerja keuangan perseroan lebih kuat hingga pengujung tahun ini.

Dia berharap pencapaian yang baik tersebut berlanjut sampai akhir tahun ini dan tahun depan, seiring dengan tren peningkatan volume kedatangan pasien.

“Meski perseroan mencatat penurunan jumlah pasien, pendapatan per pasien justru mengalami peningkatan, sehingga dapat mengimbangi penurunan volume tersebut. Hal ini membuat kinerja keuangan perseroan tetap bertumbuh,” tulis Ilham dalam risetnya.

Selain pertumbuhan pendapatan per pasien, Hermina konsisten mencatatkan peningkatan margin keuntungan menjadi 7% hingga akhir 2019 dibandingkan tahun 2015 sekitar 1,1%. Begitu juga dengan return on equity (ROE) mengalami peningkatan dari 4,3% pada 2015 menjadi 12,7% pada 2019.

“Dengan tren pertumbuhan ini, kami memperkirakan net margin perseroan meningkat menjadi 8,7% pada 2021 dan menjadi 9% pada 2022,” jelasnya.

Sebab itu, Samuel Sekuritas merevisi naik target laba bersih Hermina dari Rp 223 miliar menjadi Rp 325 miliar tahun 2020. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan perseroan dinaikkan dari Rp 3,45 triliun menjadi Rp 3,89 triliun. Pihaknya juga merevisi naik target laba bersih Hermina tahun 2021 dari Rp 320 miliar menjadi Rp 374 miliar.

Salah satu klinik milik PT Mediakaloka Hermina Tbk
Salah satu klinik milik PT Mediakaloka Hermina Tbk

Revisi tersebut sejalan dengan peningkatan target pendapatan tahun ini dari Rp 4,06 triliun menjadi Rp 4,27 triliun. Hingga kuartal III-2020, Hermina mencetak peningkatan pendapatan sebesar 7,46% menjadi Rp 2,88 triliun dan kenaikan laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 24,56% menjadi Rp 261,65 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu.

Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp 549 miliar atau naik 20,92% hingga kuartal III-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 454 miliar. Laba sebelum beban pajak penghasilan juga mengalami peningkatan 21,1% menjadi Rp 482 miliar dari kuartal III-2019 sejumlah Rp 398 miliar.

Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut juga terjadi pada laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, meningkat 24,56% menjadi Rp 261,65 miliar hingga kuartal III-2020 dibandingkan kuartal III-2019 sebesar Rp 210,05 miliar.

Baru-baru ini, Hermina mengumumkan bahwa pihaknya akan membeli kembali (buy- back) saham dengan anggaran mencapai Rp 100 miliar. Aksi ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang.

Direktur Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja mengatakan, pembelian kembali saham ini dilakukan sejak 16 November 2020 hingga 15 Februari 2021.

Adapun perkiraan nilai nominal saham buyback maksimal Rp 100 miliar dengan batas harga maksimum Rp 4.000 per saham.

“Jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh kami sebanyak Rp 30 juta saham,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Aristo menambahkan, aksi ini tidak berdampak terhadap pendapatan perseroan, lantaran perseroan memiliki arus modal kerja dan arus kas yang memadai untuk melaksanakan pembelian kembali saham.

“Dengan buyback ini diharapkan harga saham perseroan tidak lagi berfluktuatif. Selain itu, saham treasuri nantinya dapat dijual di masa yang datang dengan nilai yang lebih optimal, jika perseroan membutuhkan penambahan modal,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN