Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pulp and paper

Pulp and paper

Prospek Saham Emiten Produsen Kertas Terimbas Perang Dagang

Parluhutan Situmorang, Senin, 29 Juli 2019 | 14:27 WIB

JAKARTA, Investor.id -  Belum berakhirnya perang dagang Anerika Serikat (AS) dan Tiongkok membuat sejumlah industri manufaktur terimbas efek buruknya, seperti industri kertas. Isu ini diperkirakan menekan kinerja keuangan dan harga saham emiten sektor tersebut tahun ini.

Perang dagang tersebut mengakibatkan harga kertas dunia terkoreksi dalam beberapa bulan terakhir yang berimbas terhadap kinerja keuangan dan harga saham emiten kertas, seperti perusahaan Sinarmas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi dalam risetnya baru-baru ini mengatakan bahwa harga jual kertas global telah turun sekitar 6-8% terhitung sejak awal tahun hingga kini. Faktor utama penyebabnya adalah perang dagan AS dengan Tiongkok.

Apalagi hampir separuh produk perseroan dipasarkan di luar negeri. Hingga kuartal I-2019, sebanyak 42,2% produksi perseroan diekspor dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Selain itu, dia menjelaskan, Indah Kiat kesulitan untuk menaikkan produksi guna mengejar pertumbuhan akibat utilisasi pabriknya sudah mencapai 90%. Berbagai faktor tersebut berakibat terhadap penurunan margin keuntungan perseroan yang sudah terlihat dalam kinerja kuartal I-2019.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merekomendasikan jual saham INKP dengan target harga Rp 7.175 per saham. Target harga ini merefleksokan perkiraan PE tahun ini sekitar 4,6 kali dan PBav 0,6 kali.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan ekspektasi rendahnya kenaikan laba bersih perseroan tahun 2019 menjadi US$ 599 juta, dibandingkan perolehan tahub lalu US$ 588 juta. Pendapatan diperkirakan naik dari US$ 3,33 miliar menjadi US$ 3,52 miliar.

Samuel Sekuritas mencatat bahwa Indah Kiat kini  memiliki kapasitas produksi pulp sebanyaj 2,9 juta ton per tahun, kertas mencapai 1,6 juta ton per tahun, dan industrial paper 2,1 juta ton per tahun. Sedangkan utilisasi produksi pulp, kertas, dan industrial paper masing-masing telah mencapai 91%, 90% dan 92%.

"Pertumbuhan volume produksi sangat terbatas dengan utilisasi pabrik perseroan telah sampai di titik optimumnya. Selain itu, dipastikan tahun ini tidak ada pertambahan kapasitas, menyusul keputusan manajemen untuk menunda membangun pabrik di Karawang yang seharusnya akan menambah 35,7% kapasitas industrial paper atau sebanyak 750 ribu ton atau 11,4% dari total agregat kapasitas produksi saat ini," tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Dia menambahkan, efek perang dagang berimbas terhadap penurunan nilai penjualan ekspor Indah Kiat sebesar 17,8% menjadi US$ 327,7 juta pada kuartal I-2019. Sedangkan penjualan domestik hanya tumbuh 0,8% menjadi US$ 448 juta. Penurunan ekspor dipicu atas anjloknya penjualan perserian ke pasar  Asia hingga 31,5% menjadi US$ 191,4 juta akibat perlambatan permintaan dari Tiongkok.

"Kami menilai Indah Kiat masih tetap rentan terhadap perkembangan permintaan dari Asia. Adapun, strategi country mix yang dilakukan peraeroan memang menurunkan porsi ekspor Asia sebanyak -1200bps dari 1Q18 sebesar 71% menjadi 59%. Hingga akhir tahun, kami memprediksi kontribusi wilayah Asia tidak akan jauh berubah di kisaran 55%," tulisnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham INKP cenderung lanjutkan pelemahan. Jika harga saham INKP awal Juli 2019 masih mencapai Rp 9.450, saat ini harganya telah melorot ke level Rp 7.550 per uni. Sedangkan level tertinggi harga saham INKP tahun ini Rp 13.000 pada akhir Januari lalu. Artinya dalam periode Januari hingga saat ini harga saham INKP di BEI sudah anjlok lebih dari 40%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN