Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

Remdesivir Perbesar Peluang Pertumbuhan Laba Kalbe Farma

Jumat, 9 Oktober 2020 | 04:33 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) kembali ekspansi produk dengan penambahan obat untuk pasien Covid-19. Langkah tersebut dilakukan dengan menggandeng PT Amarox Global Pharma, anak perusahaan farmasi ternama asal India, Hetero Drugs Ltd, untuk memasarkan obat Remdesivir di bawah merek Covifor

Analis Trimegah Sekuritas Darien Sanusidan Heribertus Ariando memandang positif langkah Kalbe Farma untuk mendistribusikan obat Remdesivir di Indonesia. Obat tersebut kemungkinan dijual dengan rentang hargasedikit lebih tinggi dibandingkan harga jualnya di India pada kisaran Rp 1,2-1,4 juta per vial (dosis). Obat tersebut akan dijual Kalbe sebesar Rp 1,5 juta per vial.

Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1
Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

“Kami menilai bahwa impor obat Remdesivir sejalan dengan keinginan perseroan untuk memperbanyak portofolio obatobatan terkait Covid-19,” tulis Darien dan Heribertus dalam riset terbaru.

Kalbe Farma telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Amarox dan Hetero pada 28 September 2020. Perseroan langsung memulai proses persiapan pengadaan produk, sehingga Covifor bisa dipasarkan pada Oktober 2020. Covifor diimpor dari Hetero untuk pasar Indonesia dan volume impor masih dihitung perseroan.

Dengan semakin banyaknya obat Covid-19 dan produk pencegahannya yang dijual bakal memperbesar peluang Kalbe untuk tetap mempertahankan keuntungan di tengah situasi pandemi saat ini.

Fokus perseroan ke obat maupun vaksin Covid-19 juga akan memperbesar potensi pertumbuhan perseroan hingga tahun depan. Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.800. Target harga tersebut merefleksikan estimasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan di tengah pandemi.

Dirut Kalbe Farma Vidjongtius
Dirut Kalbe Farma Vidjongtius

Adapun laba bersih Kalbe Farma diproyeksikan naik menjadi Rp 2,72 triliun pada 2020 dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 2,68 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 24,75 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 23,22 triliun.

Pandangan positif juga disampaikan analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin. Menurut dia, kerja sama pemasaran obat tersebut tentu membantu Indonesia untuk melawan pandemi Covid-19 dan nantinya menjadi sentiment positif terhadap kinerja keuangan Kalbe.

“Kami menilai kerja sama tersebut menjadi sentiment positif bagi perseroan, namun hal tersebut belum kami faktorkan dalam target kinerja keuangan Kalbe Farma tahun ini hingga ada detail kerja sama perseroan dengan perusahaan asal India tersebut,” tulis Mimi dalam flash note, baru-baru ini. Meski demikian, Kalbe merupakan satu dari beberapa  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN