Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO

Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO

RUPSLB Bank Mandiri, Ini Kandidat Dirut Pengganti Royke Tumilaar

Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:26 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (21/10) besok. Agendanya adalah menetapkan direktur utama baru untuk menggantikan Royke Tumilaar yang ditunjuk untuk memimpin PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat beberapa nama kandidat penerus Royke untuk menakhodai Bank Mandiri. Pertama adalah Hery Gunardi yang saat ini menjabat Wakil Direktur Utama Bank Mandiri dan juga Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Mandiri.

Pria kelahiran 26 Juni 1962 ini memulai karier di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), menjadi anggota tim merger pendirian Bank Mandiri (1998-1999). Hery juga pernah menjabat sebagai Direktur AXA Mandiri Financial Services (2003-2006), sebagai Group Head Wealth Management sekaligus merangkap sebagai Komisaris Utama AXA Mandiri Financial Services (2006-2009), kemudian menjadi Group Head Jakarta Network (2009-2011) dan Group Head Distribution Network I (2011-2013) di mana pada periode 2009 -2013 tersebut Hery juga dipercaya sebagai Komisaris Utama Mandiri Manajemen Investasi.

Di Bank Mandiri, dia sempat menempati berbagai kursi, mulai dari Direktur Micro & Retail Banking, Direktur Consumer Banking, Direktur Distributions, Direktur Small Business & Networks, Direktur Consumer & Retail Transaction, hingga saat ini menjadi orang nomor dua di Bank Mandiri.

Selain Hery, kandidat lain yang juga berasal dari internal Bank Mandiri adalah Darmawan Junaidi. Dia merupakan orang lama di Mandiri dan lebih banyak berada di bidang treasury, Darmawan berkarier sejak merger Bank Mandiri pada tahun 1999 hingga mendapat penugasan sebagai Group Head Treasury Bank Mandiri pada 2016. 

Di bidang distribution, dia pernah bertugas sebagai Regional CEO Bali & Nusa Tenggara Bank Mandiri pada 2015. Saat ini mengawal beberapa grup strategis yang berada dalam supervisinya, hingga berhasil memberikan kontribusi hingga 18% dari revenue Bank Mandiri pada 2019. Pada RUPS Bank Mandiri Desember 2019, ia kembali ditunjuk sebagai Direktur Treasury, International Banking, & Special Asset Management, yang juga bertanggung jawab atas keberhasilan upaya loan recovery, legal, dan penyediaan solusi transaction banking wholesale segment.

Selain di Bank Mandiri, pada tahun 2016 hingga 2017 Darmawan ditugaskan sebagai Direktur Keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Sempat menjabat sebagai Plt. Direktur Utama di perusahaan yang sama periode Mei-Agustus 2017. Jabatan Komisaris Utama PT Semen Kupang Indonesia pernah juga dipercayakan sejak November 2016 hingga Agustus 2017. 

Ahmad Siddik Badruddin juga disebut-sebut menjadi kandidat pemimpin Bank Mandiri. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko. Kariernya di industri perbankan dimulai pada tahun 1990 dengan mengikuti program Associate Management di Citibank, dan tetap di perusahaan itu sampai dengan tahun 1999. Di Citibank, kariernya berkembang dalam berbagai peran kepemimpinan di beberapa negara.

Satu nama kandidat lainnya yang disebut akan memimpin Bank Mandiri adalah Pahala Nugraha Mansury. Pada tahun 2003 dia memulai kariernya di Bank Mandiri. Bank berkode emiten BMRI tersebut menjadi salah satu pijakan penting karier Pahala, sebab dari sini kariernya terus meningkat, hingga posisi terakhirnya di Bank Mandiri adalah Direktur Finance & Treasury (2016-2017).

Saat ini, Pahala ditugaskan memimpin PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).  Pria kelahiran Bogor, 8 April 1971 ini sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina dan Direktur Utama Garuda Indonesia. 

Mengenai rencana penunjukan dirut baru Bank Mandiri ini, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengharapkan pemerintah beserta jajaran pemegang saham mengutamakan  faktor efisiensi dan pengalaman di saat memilih direktur utama. "Posisi Direktur Utama Bank Mandiri layak dipercayakan kepada bankir berpengalaman di internal perseroan. Bisa saja wakil direktur utama Bank Mandiri yang sekarang menjadi Plt ditetapkan sebagai direktur utama, tanpa harus menambah personel baru," ucap Piter.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN