Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik PT Malindo Feedmill Tbk. Foto: Perseroan.

Pabrik PT Malindo Feedmill Tbk. Foto: Perseroan.

Saatnya Malindo Feedmill Kembali Bertumbuh

Rabu, 13 Januari 2021 | 05:50 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Kondisi terburuk bisnis peternakan ayam telah berlalu dan kini saatnya kembali bertumbuh, apalagi setelah pemerintah menggiatkan intervensi pasar guna menyeimbangkan pasokan dan permintaan daging ayam. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) ke depan.

Perseroan juga terbantu oleh besarnya pangsa pasar penjualan pakan ternak ayam, sehingga ketika terjadi keseimbangan permintaan dan penawaran produk unggas, kinerja keuangannya tetap bertumbuh lebih baik ke depannya.

Upaya pemerintah untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran pasokan ayam, serta membaiknya perekonomian nasional pada 2021 menjadi faktor pendorong kinerja keuangan Malindo Feedmill. Pertumbuhan juga bakal didukung oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diprediksi cenderung menguat.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A. Fauni mengungkapkan, industri peternakan dan pakan ternak unggas diperkirakan tumbuh lebih baik, seiring dengan komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan intervensi pasar untuk memulihkan industri tersebut.

“Pemerintah menunjukkan komitmen yang besar untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan ayam pedaging hingga anak ayam usia sehari (DOC) ke level yang masuk akal. Hal ini diharapkan membuat industri ini tetap berjalan dengan sehat tahun 2021,” tulis Emma dalam risetnya.

malindo
malindo

Berdasarkan hasil diskusi dengan sejumlah stakeholders, menurut dia, pemerintah menunjukkan sikap untuk melanjutkan intevensi pasar untuk memastikan harga bisa stabil selama kondisi ekonomi belum membaik. Pemerintah berkeinginan peternak kecil untuk tetap eksis dan tidak bangkrut akibat kondisi makro yang kurang baik. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi emiten sektor ini.

Adapun tren permintaan daging ayam sangat dipengaruhi oleh seberapa jauh pandemic Covid-19 ini terhadap kehidupan masyarakat. Pandemi telah membuat penjualan restoran, hotel, dan sejumlah kegiatan meredup yang berimbas pada penurunan permintaan daging ayam nasional.

Saat ini,penjualan daging ayam hanya ditopang konsumsi individu yang juga mengalami pelemahan daya beli. Meski demikian, sektor peternakan diuntungkan oleh nilai tukar dolar AS yang cenderung melemah. Seperti diketahui, perusahaan pakan ternak mengimpor bahan baku, seperti gadum dan kedelai, yang berkontribusi sekitar 25% terhadap total bahan baku pakan.

“Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menekan biaya pengadaan bahan baku pakan ternak,” jelas Emma.

Dia juga menilai bahwa penguatan mata uang rupiah akan membantu perseroan untuk menekan beban keuangan. Sebab hampir semua perusahaan peternakan memiliki eksposur utang dalam dolar AS. Mirae Asset Sekuritas merevisi naik rekomendasi saham emiten sektor peternakan menjadi overweight.

Rekomendasi tersebut juga menggambarkan ekspektasi kinerja tahun 2021 yang lebih baik dibandingkan perkiraan semula. Margin keuntungan bisnis ini kian atraktif selama masa pemulihan ini.

Pemulihan Ekonomi

Pabrik perusahaan pakan ternak PT Malindo Feedmill Tbk
Pabrik perusahaan pakan ternak PT Malindo Feedmill Tbk

Menurut Emma, pemulihan ekonomi yang diharapkan mengangkat daya beli masyarakat bakal berdampak positif terhadap Malindo Feedmill. Kondisi tersebut akan membuat harga jual DOC cenderung naik.

“Kami menyukai Malindo karena didukung oleh penjualan pakan unggas yang lebih tangguh dibandingkan emiten peternakan lainnya. Perseroan juga memiliki respons yang cepat untuk menurunkan harga jual pakan guna mempertahankan pangsa pasar. Karena itu, kami memperkirakan penjualan pakan ternak tetap menjadi penyumbang utama pendapatan perseroan tahun 2021,” ungkap dia.

malindo
malindo

Malindo juga telah melewati masa tersulit akibat pandemic Covid-19 dan saatnya bagi perseroan untuk kembali meraup keuntungan lebih baik pada 2021. Apalagi, penjualan daging ayam dan harga jual DOC diyakini pulih. Hal itu mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk merevisi naik target keuntungan Malindo tahun 2021.

Laba bersih Malindo Feedmill tahun 2021 direvisi naik dari Rp 139 miliar menjadi Rp 147 miliar. Perkiraan pendapatan dinaikkan dari Rp 7,78 triliun menjadi Rp 7,92 triliun. Namun, tahun 2020 direvisi menjadi rugi bersih Rp 41 miliar dibandingkan perkiraan semula dengan laba bersih Rp 39 miliar.

Sementara, pendapatan dipertahankan sebesar Rp 6,47 triliun. Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MAIN dengan target harga Rp 930. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE sebesar 14 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan peluang membaiknya sektor peternakan tahun 2021.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN