Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pergerakan harga saham Bank Permata, Senin (12/10). (Foto: Ester Nuky/ID)

Pergerakan harga saham Bank Permata, Senin (12/10). (Foto: Ester Nuky/ID)

Saham Bank Permata Melambung 49,56% Dua Hari Terakhir

Senin, 12 Oktober 2020 | 11:19 WIB
Ester Nuky URS

JAKARTA, investor.id -- Di tengah pergerakan IHSG awal minggu ini yang kembali melanjutkan kenaikan, saham PT Bank Permata Tbk langsung melambung 24,56% ke Rp 2.460 per unit hingga pukul 10.44 WIB. Padahal, harga saham bank yang sudah diakuisisi Bangkok Bank Public Company Limited ini pada perdagangan hari sebelumnya di Bursa Efek Indonesia sudah melejit 25%, sehingga dalam dua hari terakhir meroket 49,56%.   

Berdasarkan data BEI, IHSG tercatat menguat 0,80% ke level 5.094,18 hingga sekitar pukul 10.47 WIB Senin ini. "Penguatan ini didukung cukup banyak sentimen positif, mulai dari naiknya DJIA di bursa New York sebesar 0,57% dan EIDO 0,82%. Selanjutnya sentimen positif datang dari penguatan beberapa harga komoditas, di antaranya gold 2,16%, CPO 0,90%, timah 0,69%, serta nikel 3,72%," kata analis fundamental saham MNC Sekuritas Edwin Sebayang, Senin (12/10).  

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat lalu waktu setempat telah menaikkan tawaran stimulus baru kepada Partai Demokrat menjadi US$ 1,8 triliun, dari sebelumnya US$ 1,6 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kubu Partai Republik untuk mencapai kesepakatan sebelum pemilu AS November 2020. Sementara itu, DPR AS yang dikuasai Partai Demokrat telah mengesahkan bill US$ 2,2 triliun awal bulan ini, dan kedua belah pihak telah berjuang untuk menemukan konsensus di antara angka-angka itu. 

Edwin mengatakan, sentimen positif juga datang dari penguatan rupiah dan turunnya Indo CDS. Selain itu, dari kebijakan domestik Pemprov DKI Jakarta yang kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, atau lebih longgar ketimbang PSBB ketat sebelumnya. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN