Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

Produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

Siasat United Tractors di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara

Parluhutan Situmorang, Selasa, 2 Juli 2019 | 07:54 WIB

PT United Tractors Tbk (UNTR) mendapatkan sentimen positif atas peningkatan penjualan alat berat bulanan, bisnis kontraktor penambangan batu bara yang tetap naik, dan bisnis pertambangan emas. Tiga faktor tersebut diharapkan memperkuat kinerja keuangan tahun ini dibandingkan realisasi 2018.

Hingga Mei 2019, total volume penjualan alat berat perseroan mengalami penurunan menjadi 1.731 unit dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 2.097 unit.

Penyumbang terbesar berasal dari alat berat pertambangan disusul konstruksi. Sedangkan sisanya berasal dari penjualan alat berat perkebunan dan kehutanan.

Analis Danareksa Sekuritas Stevanus Darmagiri mengungkapkan, volume penjualan alat berat United Tractors melalui merek Komatsu memang menunjukkan penurunan dari Januari-Mei 2019 dibandingkan periode sama tahun lalu. Namun, jika melihat data bulanan, ada kenaikan penjualan alat berat Komatsu sebesar 10,7% menjadi 289 unit pada Mei dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 261 unit.

Peningkatan penjualan bulanan, menurut dia, ditopang oleh pertumbuhan permintaan alat berat sektor konstruksi, kehutanan, dan agrobisnis. Sedangkan hal berbeda dibukukan penjualan alat berat sektor pertambangan yang justru turun akibat pelemahan harga jual batu bara.

“Meski realisasi baru mencapai 1.731 unit hingga Mei 2019, kami tetap optimistis bahwa volume penjualan alat berat Komatsu mencapai 4.000 unit tahun ini. Dari total penjualan tersebut diperkirakan sebanyak 800 unit alat berat berukuran besar,” tulis Stevanus dalam risetnya, baru-baru ini.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA