Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Telkom. Foto ilustrasi: EMRAL

Telkom. Foto ilustrasi: EMRAL

Sinyal Kuat Berlanjutnya Pertumbuhan Telkom

Rabu, 9 September 2020 | 04:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom menunjukkan tren pertumbuhan kinerja keuangan yang terutama ditopang oleh peningkatan trafik data telekomunikasi. Pertumbuhan juga didukung oleh kenaikan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU).

Sedangkan realisasi kinerja keuangan Telkom hingga semester I-2020 sudah sesuai ekspektasi dan konsensus analis. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan trafik penggunaan data telekomunikasi di tengah tingginya aktivitas masyarakatbekerja dari rumah selama pandemi Covid-19.

Analis Mirae Asset Sekuritas Lee Young Jun mengungkapkan,kinerja keuangan Telkom sepanjang semester I-2020 sesuai perkiraan.

“Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 11 triliun atau setara 59% dari target yang ditetapkan Mirae, atau 54% dari consensus analis,” tulis dia dalam riset terbaru.

Selain peningkatan trafik data selama pandemi Covid-19, pertumbuhan juga didongkrak oleh kenaikan rata-rata ARPU dan diperkirakan terus berlanjut ke depannya.

Telkom Group. Foto: Perseroan.
Telkom Group. Foto: Perseroan.

Sedangkan penambahan jumlah pelanggan baru diprediksi cenderung rendah sampai akhir tahun ini.Meski realisasi kinerja semester I yang sesuai target, Young Jun menyoroti sejumlah aspek. Pendapatan Telkom pada kuartal II-2020 turun dibandingkan kuartal I-2020. Penurunan akibat tekanan pendapatan dari bisnis warisan anak usahanya, yakni Telkomsel.

Perseroan juga mencatat kehilangan pelanggan sebesar 2% pada kuartal II-2020 dibandingkan kuartal I-2020.Sedangkan ARPU meningkat dari Rp 45 ribu menjadi Rp 46 ribu pada kuartal II-2020.“Kami memperkirakan ARPUakan terus meningkat hingga tahun 2021 dengan adanya monetisasi bisnis data, seiring perkiraan penurunan sumbangan pendapatan dari bisnis warisan,” jelas dia.

Sedangkan bisnis Telkom melalui Indihome menunjukkanpeningkatan kinerja yang pesat pada kuartal II-2020. Pendapatan dan jumlah pelanggan Indihome masing-masing melonjak 17% dan 24% pada kuartal II-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu. Perseroanjuga mencatat penambahan sebanyak 195 ribu pelanggan baru Indihome.

Hal tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan targetharga Rp 4.960. Target tersebutmerefleksikan optimism pencapaian kinerja keuangan Telkom sepanjang tahun ini yang bakal sesuai target. Target harga tersebut juga mengimplikasikan EV/EBITDA tahun ini sebesar 7,9 kali.

Menurut Young Jun, laba bersih Telkom tahun ini berpeluang meningkat menjadi Rp 18,77 triliun dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 18,66 triliun. Sedangkan pendapatan perseroan diperkirakan turuntipis dari Rp 135,56 triliun menjadi Rp 135,45 triliun. Pandangan hampir senada diungkapkan oleh analis Danareksa Sekuritas Niko Margaronis.

Menurut dia, realisasi kinerja keuangan Telkom sepanjang semester I-2020 sudah sesuai harapan. Pencapaian pendapatan setara dengan 47,4% dari target Danareksa Sekuritas.

logo telkom
logo telkom

Sedangkan perolehan laba bersih merefleksikan 58,3% dari target tahun ini. Meski demikian, ada beberapa hal yang terjadi pada perseroan pada kuartal II-2020, yaitu beberapa pelanggan utama perseroan melalui Telkomsel yang beralih ke data internet rumahan. Segmen menengah perseroan menunjukkan penurunan rata-rata belanja telekomunikasi.

Sedangkan pelanggan segmen bawah perseroan menekan beban penggunaan telepon. Adapun sentimen positif lainnya berasal dari kerja sama baru antara Telkomsel dan Disney+ Hotstar di Indonesia. Menurut Niko, paket Disney+ Telkomsel ditawarkan dengan harga lebih murah dibandingkan dengan Disney Indihome.

Paket tersebut nantinya menayangkan sejumlah film yang popular di Indonesia, seperti film produksi Disney, Marvel, Pixar, Star Wars, konten India, dan sebagainya. Sentimen lain juga datang dari ambisi perseroan melalui Telkomsel untuk ikut lelang pita frekuensi radio 2300 MHz guna memperkuat kapasitas jaringan yang dimilikinya, sekaligus mendekat pada pengembangan 5G.

Lelang pita frekuensi radio 2300 MHz disebut sebagai bentuk komitmen untuk melanjutkan proses pembangunan dan pengembangan layanan berbasis digital.

Konektivitas jaringan internet cepat dan ketersediaan alokasi frekuensi merupakan dua hal terpenting dalam pengembanganlayanan berbasis digital.Meski demikian, Niko menilai bahwa industri telekomunikasi sedang memasuki babak baru perang kuota atau GB. Hal ini terlihat dari upaya Telkomsel meluncurkan paket baru kuota ketengan unlimited setelah PT XL Axiata Tbk(EXCL) terlebih dahulu meluncuncurkan paket serupa.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 3.800. Targetharga tersebut menggambarkan kemampuan perseroan menghadirkan paket telekomunikasi baru sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat.

Target tersebut juga mempertimbangkan kerja sama baru dengan Disney dan keikutsertaan lelang frekuensi radio 2.300 MHz. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi peningkatan laba bersih Telkom menjadi Rp 19,45 triliun tahun ini dibandingkan pencapaiantahun lalu senilai Rp 18,66 triliun.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspektasi peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 135,56 triliun menjadi Rp 136,62 triliun pada 2020.

Telkom
Telkom

Sebelumnya, Telkom menyebutkan telah mengubah arah ekspansi bisnis e-commerce dengan fokus ke segmen korporasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui transaksi business to business (B2B) mulai 1 Oktober 2020. Aksi ini menyusul langkah Telkom menutup situs Blanja. com yang merupakan kolaborasinya dengan eBay.

Direktur Digital Busines Telkom Fajrin Rasyid mengatakan, saat ini Telkom fokus mengembangkan dan menangkap peluang bisnis e-commerce di enterprise market.

Salah satunya adalah melalui Pasar Digital (PaDi) UMKM yang merupakan instrumen penggerak ekonomi lokal melalui pemanfaatan aplikasi digital untuk mengembangkan bisnis dan ekosistem UMKM.

Telkom bersama 8 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain tengah aktif menjalankan inisiatif Kementerian BUMN dalam mendukung pemberdayaan UMKM. Pengembangan program PaDi UMKM bertujuan meningkatkan daya saing bangsa sebagai upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasionai.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN