Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sofyan Djalil. Foto: IST

Sofyan Djalil. Foto: IST

30% KAPASITAS DIGUNAKAN UNTUK PEMERATAAN EKONOMI

Sofyan Djalil: Bank Tanah Akan Mengakomodasi Pula Perumahan Rakyat

Kamis, 26 November 2020 | 16:51 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Sofyan A Djalil mengatakan, pembentukan bank tanah nantinya mengakomodasi kepentingan masyarakat umum. Ini khususnya untuk memfasilitasi tanah-tanah yang tidak terpakai yang akan dikelola lagi oleh negara.

“Tanah yang tidak digunakan akan dipakai untuk membangun fasilitas umum, mulai dari taman hingga lapangan untuk fasilitas olah raga,” ucap Sofyan dalam diskusi virtual pada Kamis (26/11).

Kehadiran bank tanah akan menjadi  badan khusus yang dibentuk oleh pemerintah pusat sebagai badan hukum. Menurut Sofyan, Kementerian ATR/BPN seharusnya berada di dua sisi, baik sebagai regulator dan sebagai land manager.

“Keduanya sama-sama  mewakili negara, tetapi selama ini BPN cuma punya tangan sebagai regulator, sedangkan land manager tidak ada.  Jadi,  bank tanah kita ciptakan, menjadi land manager milik negara,” ucap Sofyan.

Fasilitas Perumahan Rakyat
Selain itu,  negara juga bisa menggunakan tanah yan ada di dalam bank tanah untuk membangun fasilitas perumahan rakyat. "Selama ini, banyak kecenderungan masyarakat tinggal dengan posisi jauh dari tempat kerja. Hal ini terjadi karena mahalnya harga tanah yang ada di lokasi strategis. Kehadiran bank tanah juga akan menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih berkeadilan. Negara tidak perlu memilki tanah, tetapi negara yang paling penting memfasilitasi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, membawa kesejahteraan kepada masyarakat,” ucapnya.

Sofyan menuturkan, 30% dari kapasitas yang ada dalam bank tanah harus digunakan untuk pemerataan ekonomi. Selama ini, ada dua jenis kepemilikan tanah yang berlaku yaitu freehold dan leasehold. Untuk freehold lebih dikenal sebagai hak milik, sebab tidak memiliki batas waktu kepemilikan. Sedangkan untuk leasehold adalah bentuk kepemilikan dengan jangka waktu tertentu. Ia mengatakan, bank tanah akan mengkaji lagi kepemilikan tanah yang termasuk dalam kategori leasehold.

“Di situ akan ditampung bank tanah, mana yang bisa diperpanjang dan tidak bisa diperpanjang. Tanah mana yang bisa digunakan untuk kepentingan publik, kepentingan ekonomi, dan lainnya,” ucapnya. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN