Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu gerai Mitra Adiperkasa. Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah.

Salah satu gerai Mitra Adiperkasa. Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah.

Tanda-tanda Perbaikan Kinerja Mitra Adiperkasa

Rabu, 28 April 2021 | 04:28 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) atau MAP secara perlahan menunjukkan perbaikan dari sisi penjualan maupun marjin keuntungan. Hal itu sejalan dengan peningkatan trafik pengunjung ritel dan pemulihan ekonomi nasional. Berbagai faktor tersebut memperkuat keyakinan terhadap pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya mengungkapkan, tanda-tanda pemulihan terhadap kinerja operasional dan keuangan Mitra Adiperkasa mulai terlihat sejak kuartal III-2020.

Begitu juga dengan trafik pengunjung ke sejumlah gerai perseroan yang menunjukkan peningkatan secara bertahap sejak periode tersebut, seiring dengan berlanjutnya program vaksinasi.

Perseroan berhasil meraup laba bersih senilai Rp 52,6 miliar pada kuartal IV-2020 dibandingkan kuartal III-2021 dengan rugi bersih Rp 197,4 miliar. Meski terjadi lonjakan, raihan tersebut memang masih jauh di bawah pencapaian kuartal IV-2019 yang mencatat laba bersih Rp 290,7 miliar.

“Memang perseroan mencatatkan rugi bersih hingga Rp 595 miliar sepanjang tahun lalu, tetapi rugi bersih tersebut jauh lebih baik dibandingkan proyeksi kami senilai Rp 800 miliar. Rugi bersih tersebut juga lebih rendah dibandingkan konsensus analis dengan rugi bersih Rp 595 miliar,” tulis Christine dalam risetnya.

Salah satu gerai Mitra Adiperkasa. DOK B!Photo
Salah satu gerai Mitra Adiperkasa. DOK B!Photo

Peningkatan laba bersih tersebut didukung oleh perbaikan jumlah trafik konsumen ke sejumlah gerai perseroan, meskipun pembatasan sosial berskala besar sedang digalakkan pada kuartal akhir tahun lalu.

Peningkatan trafik membuat penjualan perseroan mencapai Rp 4,6 triliun pada kuartal IV-2020 atau menunjukkan peningkatan 38,5% dibandingkan raihan kuartal III-2020. Selain faktor pemulihan trafik pengunjung, target pasar perseroan tergolong paling tangguh di antara seluruh pasar ritel. Mitra Adiperkasa membidik kelas konsumen kelas menengah atas yang memiliki daya beli tetap kuat di tengah pandemi Covid-19.

Sedangkan ekspektasi peningkatan biaya sewa pusat perbelanjaan atau pencabutan diskon sewa akan menjadi faktor penekan keuntungan perseroan tahun ini.

Sebagaimana diketahui, hampir seluruh pusat perbelanjaan memberikan diskon sewa kepada para peritel tahun lalu akibat pandemic Covid-19 yang berujung terhadap pembatasan aktivitas ritel di pusat perbelanjaan.

Terlihatnya tanda-tanda perbaikan trafik pengunjung di gerai perseroan sejak kuartal terakhir tahun lalu menjadi sentimen positif terhadap pemulihan kinerja keuangan tahun ini. Hal itu mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MAPI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 960.

Harga saham MAPI dalam satu dekade terakhir, Prospek MAPI, dan Kinerja keuangan Mitra Adiperkasa
Harga saham MAPI dalam satu dekade terakhir, Prospek MAPI, dan Kinerja keuangan Mitra Adiperkasa

Target harga tersebut merefleksikan target laba bersih Mitra Adiperkasa senilai Rp 499,2 miliar pada 2021 dibandingkan raihan tahun 2020 yang mencatat rugi bersih Rp 553,7 miliar. Penjualan perseroan juga diperkirakan meningkat menjadi Rp 18,3 triliun tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu sebesar Rp 14,84 triliun.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengungkapkan, Mitra Adiperkasa telah menunjukkan masa pemulihan terlihat sejak kuartal IV-2020 yang dibuktikan dengan raihan laba inti perseroan Rp 207,3 miliar dibandingkan dengan kuartal III-2020 yang menderita rugi bersih Rp 209,2 miliar.

“Realisasi kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun 2020 telah melampaui estimasi kami dan konsensus analis setelah terjadi pemulihan cukup berarti pada kuartal terakhir tahun 2020. Meskipun, sepanjang tahun lalu tercatat rugi bersih Rp 553,7 miliar,” tulis Andreas dalam risetnya.

Selain faktor tersebut, menurut dia, trafik pengunjung gerai perseroan menunjukkan peningkatan sejak awal tahun.

Belum lagi, kegiatan Ramadan dan Idul Fitri juga akan memberikan dukungan positif bagi performa keuangan perseroan tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham MAPI, namun target harga direvisi turun menjadi Rp 1.000. Target ini merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 22,7 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi keuntungan bersih senilai Rp 585 miliar dan pendapatan senilai Rp 19,5 triliun sepanjang tahun ini.

Kinerja keuangan Mitra Adiperkasa mulai pulih pada kuartal III-2020
Mitra Adiperkasa 

Sebelumnya, VP Investor Relations, Corporate Communications & Sustainability Mitra Adiperkasa Ratih Darmawan Gianda mengatakan, perseroan menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat kinerja keuangan perseroan, seperti melakukan reorganisasi tim dari masing-masing merek untuk melayani kanal online dan offline ke dalam satu infrastruktur yang terintegrasi.

“Dalam program ini, perusahaan mampu memanfaatkan 3,7 juta basis anggota MAP CLUB untuk memperkenalkan produk-produk baru dari merek favorit bertepatan dengan datangnya musim liburan,” jelas dia.

Melalui program MAP Club ini, perseroan menargetkan penjualan kepada pelanggan terbaik dengan menawarkan kenyamanan serta pilihan dalam berbelanja baik secara offline maupun online.

Sebagai informasi, penjualan online MAP sepanjang tahun 2020 berkontribusi sebanyak 10,3% terhadap total penjualan. Jumlah itu melesat 236% dibandingkan pencapaian tahun 2019.

Strategi lainnya adalah mengonversipenjualan dengan harga normal yang lebih besar dan pengurangan beban usaha secara agresif. Hal itu membuat perseroan meraih laba bersih pada kuartal IV-2020, meski jumlah pengunjung masih dibatasi.

“Dengan kekuatan strategi multi-channel unified retail yang unik dan memberikan kenyamanan serta fleksibilitas bagi para pelanggan, baik online maupun offline, kami terus melihat kesempatan untuk meningkatkan pangsa pasar dan pertumbuhan yang menguntungkan pada 2021,” ujarnya

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN