Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ternak ayam. Foto ilustrasi: Defrizal

Ternak ayam. Foto ilustrasi: Defrizal

Tantangan Berat Emiten Peternakan Ayam Belum Berakhir

Parluhutan Situmorang, Jumat, 5 Juli 2019 | 10:13 WIB

Emiten sektor peternakan ayam masih menghadapai tantangan berat hingga penghujung akhir tahun ini. Tantangan tersebut datang dari belum pulihnya permintaan daging ayam bersamaan dengan ekspektasi kenaikan harga pembelian bahan baku jagung.

Dari tiga saham perusahaan peternakan ayam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang masih layak untuk dilirik investor. Saham ini masih direkomenasikan beli.

Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin mengatakan, harga jual ayam pedaging diproyeksikan tetap lanjutkan pelemahan hingga semester II tahun ini.

Sentimen negatif bisnis peternakan datang dari ekspektasi lemahnya permintaan daging ayam bersamaaan dengan kenaikan harga pembelian jagung sebagai bahan baku pakan ternak.

Terkait kebijakan pemerintah mengintervensi industri peternakan ayam, dia mengatakan, hal tersebut hanya bersifat sementara dan belum bisa mengembalikan harga jual daging ayam kembali seper ti tahun lalu.

“Kami menilai adanya kebijakan pemerintah untuk mengintervensi peternakan ayam, harga jual ayam pedaging dan DOC diharakan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Meski rata-rata target harga jual ayam pedaging tahun ini diperkirakan tetap di bawah realisasi tahun 2018,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Pemerintah telah mencoba menginter vensi penurunan harga ayam hidup (live bird) dengan pengurangan stok jumlah anak ayam usia sehari (DOC) melalui penarikan telur tertunas umur 19 hari. Pengurangan dilaksanakan selama dua minggu pada 26 perusahaan pembibitan anak ayam. Kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi jumlah DOC yang dihasilkan sebnayak 6,85 juta ekor dalam dua minggu. Pemerintah juga akan menstabilkan harga ayam melalui pengurangan jumlah induk ayam (parent stock) perdaging berumur di atas 68 minggu.

Baca selengkapnya https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA