Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan tambang di Bukit Asam. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Kegiatan tambang di Bukit Asam. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Tren Pemulihan Kinerja Bukit Asam

Parluhutan Situmorang, Rabu, 30 Oktober 2019 | 21:31 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan tren pemulihan kinerja keuangan dari kuartal ke kuartal tahun ini. Puncaknya diharapkan terlihat dalam realisasi kinerja keuangan kuartal IV-2019. Sedangkan perolehan kinerja keuangan perseroan hingga September 2019 sudah sesuai harapkan sejumlah analis.

Bukit Asam membukukan penurunan laba bersih sebesar 21,1% menjadi Rp 3,10 triliun hingga September 2019, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 3,93 triliuln. Sedangkan pendapatan perseroan bertumbuh tipis sekitar 1,4% dari Rp 16,03 triliun menjadi Rp 16,25 triliun.

Penurunan laba bersih dipengaruhi atas penurunan beban produksi perseroan bersamaan dengan pelemahan harga jual batu bara. Perseroan mencatat bahwa rata-rata harga jual batu bara perseroan hingga kuartal III-2019 sebesar Rp 775.700 per ton, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 841.7000 per ton.

Sedangkan penopang kenaikan pendapatan dipengaruhi atas pertumbuhan volume produksi batu bara perseroan sebesar 9,7% dari 19,7 juta ton menjadi 21,6 juta ton hingga September 2019. Begitu juga dengan volume penjualan batu bara perseroan tumbuh 10,7% dari 18,6 juta ton menjadi 20,6 juta ton.

Aktivitas di tambang Bukit Asam. Foto: IST
Aktivitas di tambang Bukit Asam. Foto: IST

Analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengatakan, realisasi laba bersih perseroan Januari- September 2019 memang masih di bawah estimasi. Perolehan tersebut hanya merefleksikan sekitar 64% dari total target laba bersih perseroan tahun ini didasarkan perkiraan Danareksa Sekuritas. Namun berdasarkan perkiraan konsensus analis, raihan tersebut sudah sesuai harapan.

“Kami mengharapkan volume produksi batu bara perseroan akan cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan kapasitas daya angkut kereta api batu bara. Hal ini diharapkan menjadi penopang peningkatan kinerja keuangan perseroan di tengah pelemahan harga jual batubara di pasar global,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PTBA dengan target harga Rp 4.400. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan kinerja keuangan yang bersumber dari diversifikasi bisnis ke pembangkit listrik.

Sebagimana diketahui tiga pembangkit listrik perseroan dengan kapasitas 266 MW telah dioperasikan. Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan PE tahun ini sekitar 9,9 kali dan PE tahun 2020 mencapai 9,6 kali. Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan laba bersih Bukit Asam senilai Rp 4,83 triliun tahun ini atau turun dari raihan tahun lalu RP 5 triliun.

Adapun, pendapatan diharapkan naik dari Rp 21,16 triliun menjadi Rp 22,43 triliun.

Tambang batu bara Bukit Asam. Foto: UTHAN
Tambang batu bara Bukit Asam. Foto: UTHAN

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mengatakan, meski laba bersih Bukti Asam turun menjadi Rp 3,1 triliun hingga kuartal III-2019, realisasi tersebut sudah sesuai ekspektasi Mirae Asset dan konsensus analis.

“Raihan laba tersebut setara dengan 75,8% dari perkiraan laba bersih Bukit Asam tahun ini. Sedangkan raihan tersebut setara dengan 73,9% dari konsensus analis,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Hal ini mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan target kinerja keuangan Bukit Asam tahun 2019-2020. Begitu juga dengan perkiraan rata-rata harga jual batu bara perseroan tahun 2019 sekitar US$ 70 per ton dan proyeksi tahun 2020 senilai US$ 75 per ton.

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan penurunan laba bersih Bukti Asam menjadi Rp 4,09 triliun tahun ini dan diperkirakan kembali turun menjadi Rp 3,17 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun 2018 sebesar Rp 5,02 triliun. Pendapatan perseroan diharapkan naik menjadi Rp 22,57 triliun pada 2019 dan menjadi Rp 21,59 triliun pada 2020, dibandingkan raihan tahun 2018 senilai Rp 21,16 triliun.

Sedangkan kecenderungan berlanjutnya penurunan keuntungan Bukti Asam hingga tahun depan mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi hold saham PTBA dengan target harga Rp 2.160 per saham.

Begitu juga dengan Samuel Sekuritas dalam riset harian yang diterbitkan di Jakarta, beberapa waktu lalu, Bukit Asam sebenarnya telah menunjukkan perbaikan kinerja keuangan pada kuartal III tahun ini, meskipun total laba bersih perseroan Januari-September 2019 turun dibandingkan raihan periode sama tahun lalu.

Andy Wibowo Gunawan sebelumnya menyebutkan bahwa transfer kuota kewajiban suplai domestik (domestic market obligation/DMO) batu bara berpotensi membuat kinerja keuangan Bukit Asam tetap bertumbuh tahun ini. Sedangkan diversifikasi bisnis ke pembangkit listrik akan menjadi penopang kenaikan keuntungan dalam jangka panjang.

Kedua faktor tersebut mendorong sejumlah analis untuk tetap mempertahankan kinerja keuangan perseroan tahun ini, meskipun realisasi kinerja keuangan Bukit Asam sepanjang semester I-2019 di bawah target. Faktor tersebut juga mendorong beberapa analis untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PTBA.

“Didasarkan petunjuk direksi perseroan bahwa transfer kuota DMO telah dimulai sejak awal semester II tahun ini, dibandingkan dengan tahun lalu dimulai pada kuartal IV-2018,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Secara historis, Samuel Sekuritas menyebutkan, laba bersih Bukit Asam kuartal I-2019 senilai Rp 1,13 triliun, laba kembali turun menjadi Rp 871 miliar pada kuartal II-2019, dan raihan kuartal III-2019 mencapai Rp 1,09 triliun.

“Kami perkirakan akan kembali tumbuh pada 4Q19 dengan ekspektasi penambahan pendapatan dari transfer quota. Saat ini PTBA telah menjual 2,7Mt batubara transfer quota,” tuilsnya.

Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk melakukan review terkait target harga saham PTBA. Sebelumnya, saham PTBA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.140. Target tersebut juga mempertimbangkan peningkatan daya angkut kereta batu bara yang diharapkan tuntas kuartal terkahir tahun ini. Hal ini diharapkan bisa menambah daya angkut batu bara perseroan sebanyak 5 juta ton per tahun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA