Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Panca Mitra. Foto: ISTIMEWA

Kegiatan di pabrik Panca Mitra. Foto: ISTIMEWA

Tren Peningkatan Kinerja Panca Mitra

Jumat, 30 April 2021 | 04:49 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Peningkatan permintaan udang dari pasar ekspor menjadikan prospek PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) kian cerah. Apalagi, mayoritas produk udang perseroan dilepas ke pasar ekspor, khususnya Amerika Serikat (AS).

Analis Trimegah Sekuritas Pandu Megananda, Richardson Raymond, dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, permintaan konsumsi udang di AS yang meningkat signifikan akan menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan Panca Mitra Multiperdana.

Berdasarkan data, penjualan udang secara ritel di AS meningkat 35% pada 2020. Pertumbuhan tersebut diproyeksikan berlanjut hingga beberapa tahun mendatang.

“Kami memperkirakan lonjakan permintaan udang di AS tetap berlanjut hingga tahun ini. Proyeksi ini sejalan dengan data IRI yang menyebutkan bahwa penjualan makanan laut segar dan beku meningkat 39% sepanjang Januari 2021. Hal ini didukung penguatan penjualan ritel dan kian populernya makanan laut di negara tersebut,” tulis Pandu, Richardson, dan Willinoy dalam risetnya.

Menurut mereka, peningkatan permintaan makanan laut juga didukung oleh ekspektasi terus membaiknya perekonomian AS hingga akhir tahun ini. Hal itu bisa menjadi daya dorong bagi Panca Mitra sebagai salah satu eksportir udang terbesar dari Indonesia.

Selama ini, ekspor udang ke AS berkontribusi sekitar 80% terhadap total pendapatan Panca Mitra. Dengan begitu, penjualan produk ke AS di tengah perbaikan ekonomi di negara tersebut akan menguntungkan emiten pengolah makanan beku berbasis udang tersebut.

“Kami memperkirakan kenaikan penjualan perseroan sebesar 9,4% tahun ini, seiring dengan tren peningkatan permintaan udang di pasar ekspor,” ungkap Pandu, Richardson, dan Willinoy.

Harga saham PMMP sejak pencatatan perdana
Harga saham PMMP sejak pencatatan perdana

Selain faktor tersebut, pertumbuhan kinerja keuangan Panca Mitra bakal didukung oleh penambahan kapasitas produksi setelah perseroan membangun pabrik ke-8 di Situbondo, Jawa Timur. Perseroan menargetkan peningkatan volume penjualan sebesar 11% menjadi 20 ribu ton pada 2021, serta menambah porsi penjualan produk value added yang dipasarkan perseroan.

“Kami memperkirakan pabrik tersebut bakal mulai beroperasi pada awal semester II tahun ini. Pertumbuhan kinerja juga bakal didukung oleh peningkatan volume penjualan produk bermargin tinggi,” jelas Pandu,

Richardson, dan Willinoy. Trimegah Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap upaya perseroan memperkuat manajemen, seperti penurunan target jumlah inventori menjadi 400 hari tahun ini dan diproyeksikan turun menjadi 380 hari tahun 2022.

Perseroan juga diproyeksikan mampu untuk menekan utang menjadi US$ 145 juta pada 2021 dan kembali turun menjadi US$ 140 juta pada 2022. Hal ini diperkirakan berdampak pada penurunan beban bunga.

Pembangunan pabrik ke-8 sebagai bentuk ekspansi usaha telah mencapai 60%. Foto: Panca Mitra Multiperdana.
Pembangunan pabrik ke-8 sebagai bentuk ekspansi usaha telah mencapai 60%. Foto: Panca Mitra Multiperdana.

Dampaknya, beban bunga Perseroan diproyeksikan juga akan menurun sebesar 9% pada 2021 lalu sebesar 2% pada 2022.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham PMMP dengan target harga Rp 545. Target harga tersebut mempertimbangkan rata-rata pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun 2021-2023 masing-masing 9,7% dan 22%.

Trimegah juga menargetkan kenaikan laba bersih Panca Mitra menjadi US$ 13 juta pada 2021 dibandingkan tahun lalu US$ 10 juta. Pendapatan perseroan diproyeksikan naik dari US$ 171 juta menjadi US$ 187 juta.

Target 2021

Head of Investor Relation Panca Mitra Multiperdana Christian Jonathan mengatakan, pihaknya menargetkan peningkatan penjualan sebesar 11% menjadi US$ 190 juta pada tahun ini. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspektasi kenaikan volume penjualan sebesar 11% menjadi 20 ribu ton.

“Untuk laba bersih, kami menargetkan peningkatan sekitar 20% menjadi sekitar US$ 12 juta pada tahun ini,” kata dia kepada Investor Daily.

Kinerja keuangan Panca Mitra
Kinerja keuangan Panca Mitra

Untuk mencapai target dan meningkatkan pendapatan, perseroan menyiapkan sejumlah ekspansi dan strategi bisnis pada tahun ini, mulai dari pembangunan pabrik baru, ekspansi pasar menuju Uni Eropa, peluncuran brand baru perseroan untuk pasar domestik yakni Ebinoya, dan meningkatkan porsi penjualan produk value added.

Selama 2020, Panca Mitra membukukan peningkatan penjualan 19,5% menjadi US$ 170,6 juta dibandingkan 2019 senilai US$ 142,7 juta. Laba bersih senilai US$ 10,2 juta, meningkat 78,3% dari US$ 5,7 juta. Hal itu didukung oleh strategi perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan produk value added.

Sementara itu, Direktur Utama Panca Mitra Multiperdana Martinus Soesilo menjelaskan, penjualan perseroan akan difokuskan kepada penambahan varian produk value added yang memiliki permintaan besar di pasar utama perseroan, yakni AS dan Jepang.

“Kami ingin mengubah fokus produk kami dari produk commodity menjadi produk value added, sejalan dengan strategi usaha perseroan dalam meningkatkan pendapatan serta profitabilitas,” tutur Martinus.

Pembangunan pabrik ke-8 juga menjadi komitmen perseroan untuk terus memberikan kinerja yang optimal dalam memproduksi produk makanan beku berbasis udang yang segar, berkualitas tinggi, dan kaya nutrisi. Ke depan, perseroan akan terus berupaya dan menjalankan strategi usaha untuk tetap memperkuat posisi perseroan dalam ranah konsumen berbasis ekspor.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN