Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok.

Salah satu kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok.

Tren Pertumbuhan Indofood terbantu Anak Usaha

Parluhutan Situmorang, Kamis, 15 Agustus 2019 | 22:51 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) diproyeksikan mampu untuk mempertahankan tren pertumbuhan kinerja keuangan hingga akhir tahun ini. Peningkatan tersebut didukung atas perkiraan kuatnya kinerja anak usahanya, PT Indodfood CBP Sukses Makmut Tbk (ICBP), PT Bogasari Flour Mills, dan bisnis distribusi.

Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Wilbert mengatakan, kinerja keuangan Indofood sepanjang semester I-2019 menunjukkan hasil yang sangat baik didukung atas kuatnya pertumbuhan bisnis anak usahanya, Indodfood CBP, Bogasari, dan bisnis distribusi. Penguatan kinerja tiga segmen bisnis tersebut mampu menutupi sentimen negatif dari bisnis agro.

“Kondisi tersebut mendorong kami untuk mempertahankan prospek positif Indofood Sukses Makmur. Kami juga memperkirakan agribisnis perseroan mulai pulih pada semester II tahun ini setelah harga minyak sawit turun ke titik terendah pada semester I-2019 ,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Hal ini mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan tatget kenaikan laba bersih Indofood menjadi Rp 4,85 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 4,16 triliun. Pendapatan juga diharapkan meningkat sekitar 7,7% menjadi Rp 79,02 triliun, dibandingkan perolehan tahun 2018 mencapai Rp 73,39 triliun.

Indofood. Foto: IST
Indofood. Foto: IST

Sinarmas Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli saham INDF dengan target harga Rp 8.900. Target ini menggambarkan tren penguatan kinerja keuangan didukung atas kuatnya pertumbuhan Indofood CBP tahun ini. Saat ini, harga saham INDF di pasar sudah terlalu murah, dibandingkan dengan harga saham anak usahanya ICBP.

Pandangan hampir senada diungkapkan analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto. Menurut dia, pertumbuhan Indofood diperkirakan lanjutkan pertumbuhan didukung atas ekspektasi kuatnya kinerja keuangan kedua bisnis anak usahanya, Indofood CBP dan Bogasari. Ekspektasi penguatan kinerja kedua anak usaha ini juga diharapkan bisa menghilangkan dampak negatif dari penurunan agribisnis perseroan tahun ini.

Hal ini mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INDF dengan target harga Rp 7.950. Target tersebut merefleksikan PE tahun ini sekitar 12,5 kali dan diskon 43% saham sektor konsumen. Target tersebut juga didasarkan atas rata-rata PE perseroan dalam dua tahun terakhir sekitar 15,5 kali.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 4,49 triliun pada 2019, dibandingkan realisasi tahun 2018 senilai Rp 4,16 triliun. Pendapatan juga diproyeksikan bertumbuh menjadi Rp 80,41 triliun, dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 73,39 triliun.

Hingga semester I-2019, Indofood membukukan kenaikan laba bersih sekitar 30,1% dari Rp 1,95 triliun menjadi Rp 2,54 triliun. Sedangkan pendapatan bertumbuh sekitar 7,2% dari Rp 36 triliun menjadi Rp 38,60 triliun. Lonjakan laba bersih tersebut didukung atas peningkatan margin keuntungan bersih (net margin) perseroan dari 5,4% menjadi 6,6%, seiring dengan penurunan pembelian bahan baku bersamaan dengan kenaikan harga jual sejumlah produk perseroan.

Pencapaian laba bersih tersebut di atas ekspektasi Danareksa Sekuritas dan sesuai dengan proyeksi konsensus analis.

Salah satu kegiatan di Pabrik Indofood. Foto; dok.
Salah satu kegiatan di Pabrik Indofood. Foto; dok.

Natalia sebelumnya mengungkapkan, pesatnya pertumbuhan penjualaan bersamaan dengan peningkatan margin keuntungan mendorong analis merevisi naik target kinerja keuangan Indofood CBP tahun ini. Revisi naik tersebut diharapkan berimbas positif terhadap pergerakan saham ICBP dalam jangka panjang.

Danareksa Sekuritas merevisi naik target pendapatan Indofood CBP tahun ini dari Rp 41,87 triliun menjadi Rp 42,70 triliun. Proyeksi laba bersih juga direvisi meningkat menjadi Rp 4,96 triliun, dibandingkan perkiraan semula senilai Rp 4,62 triliun. EBITDA perseroan juga ditargetkan naik menjadi Rp 5,93 triliun sepanjang 2019.

Sedangkan target pendapatan Indofood ICB tahun 2020 direvisi naik dari Rp 45,40 triliun menjadi Rp 46,82 triliun. Proyeksi laba bersih tahun depan juga direvisi naik dari Rp 4,88 triliun menjadi Rp 5,37 triliun. Tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih masingmasing menjadi Rp 38,41 triliun dan Rp 4,57 triliun.

Revisi naik target kinerja keuangan tersebut mempertimbangkan berlanjutnya pertumbuhan volume penjualan mie, bumbu makan, makanan ringan, dan minuman berbahan susu. Ekspektasi tetap kuatnya margin keuntungan juga sebagai pemicu direvisi naik kinerja keuangan Indofood CBP hingga akhir tahun ini.

Revisi naik target kinerja keuangan, ungkap dia, juga didukung atas konsistensi perseroan guna meningkatkan penjualan dengan melakukan berbagai upaya, seperti iklan melalui saluran digital, meluncurkan produk baru sesuai keinginan kaum milenial, dan distribusi produk yang berjalan efektif. Revisi naik juga didukung atas ekspektasi pertumbuhan konsumsi masyarakat tetap stabil hingga akhir tahun ini.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA