Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi: Kantor Pusat PT Unilever Indonesia Tbk

Foto ilustrasi: Kantor Pusat PT Unilever Indonesia Tbk

UNVR, How Low Can You Go?

Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:04 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tak pernah ada yang menyangka, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) jatuh menembus angka psikologis Rp 5000 ke level Rp 4900 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (18/6/2021).

Secara year to date (ytd) saham UNVR telah turun 34,45%. Saham konsumer tersebut pernah mencapai kejayaan pada 29 Desember 2017 pada harga Rp 11.180. Pencinta UNVR hanya bisa mengelus dada, "how low can you go", karena belum ada sinyal pembalikan arah dari UNVR.

Penurunan UNVR pada Jumat disertai aksi jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 19.80 miliar. Dalam seminggu ini net sell asing mencapai Rp 21,61 miliar di pasar reguler. Berdasarkan data RTI, secara year to date asing masih net buy Rp 336,97 miliar.

Analis Samuel Sekuritas, Nasrullah Putra Sulaeman menyebutkan pergerakan harga saham UNVR menurun dikarenakan investor saat ini memang cenderung tidak menyukai saham-saham consumer. UNVR bisa bergerak naik apabila pemulihan ekonomi berada di atas ekspektasi sehingga penjualan UNVR meningkat.

Sejumlah analis menduga aksi jual terhadap UNVR terkait akan diberlakukannya aturan free float, pembobotan ulang IHSG. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) hanya memiliki free float sebesar 15% sehingga pembobotannya turun dari 3,1% menjadi 1,4% atau penurunan 1,7%.

Faktor ini yang menyebabkan sejumlah Manager Investasi (MI) melepas saham UNVR karena performa MI dinilai dari keberhasilan saham-saham yang dikelolanya lebih tinggi dari kenaikan IHSG. MI mengalihkan portofolionya ke saham-saham dengan pembobotan lebih besar terhadap IHSG.

Kinerja saham UNVR
Kinerja saham UNVR

Disrupsi

Selain itu, kinerja UNVR selama pandemi virus corona (Covid-19) mengalami penurunan.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Ira Noviarti mengatakan, pandemi Covid-19 mendisrupsi hampir seluruh sendi perekonomian, yakni mulai dari rantai pasokan, logistik sampai permintaan konsumen. Dari sisi pasokan, ada penutupan pabrik. Kemudian dari sisi logistik karena adanya pembatasan kapasitas.

"Disrupsi yang paling besar adalah dari sisi permintaan konsumen, karena adanya perubahan cara membeli barang dan juga tingkat daya belinya yang melemah," ujar dia, belum lama ini.

Disrupsi ini memaksa Unilever untuk mengubah cara melayani konsumen, seiring pola pembelian yang berubah. Karenanya, penjualan secara e-commerce menjadi salah satu cara untuk bisa mengantisipasi pola pembelian yang berubah tersebut agar pelayanan kepada pembeli tetap maksimal.

Dalam hal ini, Unilever sudah membentuk divisi baru yang mengintegrasikan proses distribusi secara end to end. Dengan integrasi ini, proses distribusi yang dilakukan lebih simpel, digitalisasi, dan lebih tepat sasaran.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN