FOI dan Esri Indonesia Kembangkan Aplikasi untuk Membantu Masyarakat Kurang Gizi i

Pendiri Food Bank of Indonesia Hendro Utomo (kiri) dan CEO Esri Indonesia Achmad Istamar(kanan) bersama relawan FOI

Oleh : Mardiana Makmun / MAR | Senin, 27 Agustus 2018 | 15:43 WIB

Jakarta- Masyarakat di Indonesia masih mengalami kesenjangan pangan. Di satu sisi ada masyarakat yang kelebihan gizi, sedangkan di sisi lain ada yang kekurangan gizi. Kondisi ini menjadi beban ganda kesehatan bagi Indonesia di masa depan.

Menurut data GHI (Global Hunger Index) 2017, permasalahan kelaparan di Indonesia memasuki skala yang cukup serius. Sebanyak 19 juta penduduk di Indonesia mengalami kelaparan. “Artinya, masyarakat Indonesia banyak yang belum mendapatkan akses pangan yang layak. Hal ini menunjukkan bahwa keadilan pangan belum sepenuhnya menyentuh seluruh warga Indonesia,” kata Hendro Utomo, pendiri Food Bank of Indonesia (FOI) dalam siaran pers yang diterima Investor Daily.,

Kondisi ini menggerakkan FOI untuk membantu masyarakat yang kekurangan gizi dan menderita dampak kekurangan gizi. Sebelumnya, melalui program Sayap Dari Ibu (SADARI), FOI melakukan intervensi gizi harian untuk anak terutama usia 2-5 tahun dan edukasi kepada orang tua mengenai gizi dan pola asuh.

“Kini, FOI bekerja sama dengan Esri Indonesia untuk mengembangkan aplikasi dengan teknologi ArcGIS platform. Aplikasi ini dapat membantu FOI menyediakan wadah pengumpulan data dan
menyampaikan informasi di mana sajakah masyarakat yang kekurangan gizi dan relawan yang bersedia menyumbangkan tenaganya,” kata Hendro Utomo.

CEO Esri Indonesia, Achmad Istamar, mengungkapkan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kepedulian masyarakat dan merintis terbukanya akses pangan di Indonesia melalui aplikasi ArcGIS. “Melihat permasalahan keadilan pangan, stunting, gizi kurang, dan sebagainya, Esri Indonesia terdorong untuk berkontribusi membantu mengatasi permasalahan tersebut melalui teknologi geospasial sesuai dengan bidang keahlian kami,” katanya.

Melalui aplikasi ini, FOI dapat melakukan survey terkait social mapping dan mendata calon relawan yang ingin mendaftar di seluruh Indonesia. Selain itu, aplikasi ini juga dapat memantau salah satu program FOI yaitu SADARI (Sayap Dari Ibu) program yang bertujuan untuk membantu mengurangi balita kurang gizi. Melalui ArcGIS, FOI bisa mengetahui keberadaan dan jumlah balita dengan status gizi buruk dan jumlah balita yang sudah berkecukupan gizi.

“Teknologi geospasial yang digunakan pada aplikasi ini diharapkan mampu memotret situasi dan memberikan data alternatif yang nantinya akan sangat berperan memerangi kasus-kasus kurang gizi pada anak-anak dan membuka akses pangan bagi masyarakat terutama kaum lansia dan fakir miskin,” tandas Hendro.



Selengkapnya
 
MORE STORIES