Serangan Trojan Mobile Banking Meningkat Tiga Kali Lipat i

Laporan terbaru Kaspersky Lab tentang Trojan Malware.

Oleh : Herman / FER | Selasa, 28 Agustus 2018 | 20:26 WIB

Jakarta - Modifikasi trojan mobile banking mencapai pertumbuhan paling tinggi pada kuartal kedua 2018. Laporan terbaru Kaspersky Lab menyebutkan, jumlah paket instalasi untuk mobile banking yang dimodifikasi guna membantu pelaku menghindari deteksi oleh solusi keamanan dan memperluas daya rusaknya mencapai lebih dari 61.000. Jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat bila dibandingkan dengan kuartal pertama 2018, dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal pertama 2017.

Trojan Mobile Banking adalah salah satu jenis malware yang paling terkenal karena mereka dirancang untuk mencuri uang langsung dari rekening bank para pengguna perangkat mobile. Jenis serangan ini menarik bagi pelaku kejahatan siber di seluruh dunia, karena keuntungan dapat diperoleh dengan cara yang mudah.

Malware ini biasanya berkedok sebagai aplikasi sah, sehingga memikat orang untuk memasangnya. Setelah aplikasi perbankan diluncurkan, Trojan akan menampilkan antar muka dirinya dan menghalangi antar muka aplikasi perbankan. Tepat di saat pengguna memasukan kredensial, malware akan langsung mencuri informasi dan data pengguna.

Pada kuartal kedua 2018, tiga negara teratas yang terkena malware mobile banking jenis apapun adalah Amerika Serikat  (0,79 persen), Rusia (0,7 persen), dan Polandia (0,7 persen). Rusia dan Amerika Serikat bertukar tempat dibandingkan dengan kuartal pertama 2018, sementara Polandia melompat dari peringkat sembilan ke posisi tiga. Untuk Indonesia, Trojan-Banker.AndroidOS terdeteksi sebanyak 218 kali di periode Januari sampai Juli 2018.

"Lanskap ancaman yang terjadi di kuartal kedua tahun ini membuat kami memberikan perhatian lebih besar terhadap keamanan pengguna perangkat mobile. Dengan berkembangnya, instalansi malware terutama yang berhubungan dengan perbankan, menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber terus melakukan pembaruan perangkat lunak berbahaya, membuatnya semakin canggih dan lihai dalam menembus sistem deteksi keamanan," kata pakar keamanan di Kaspersky Lab, Victor Chebyshev melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Selasa (28/8).

Victor juga mengingatkan kepada pengguna dan industri agar lebih berhati-hati dan tetap waspada dalam beberapa waktu ke depan, karena tren ini akan terus mengalami pertumbuhan.



Selengkapnya
 
MORE STORIES