Cashtree Indonesia Rambah Bisnis Video Commerce i

Aplikasi startup Korea-Indonesia, Cashtree, melebarkan sayap bisnisnya ke bidang video commerce.

Oleh : Feriawan Hidayat / FER | Rabu, 29 Agustus 2018 | 22:15 WIB

Jakarta - Aplikasi startup Korea-Indonesia, Cashtree, telah melampaui 16 juta pengguna di Indonesia. Perusahaan yang berdiri pada November 2015 ini, telah memantapkan diri di pasar digital advertising Indonesia melalui periklanan Google, social media marketing, dan influencer.

Pada November 2017, Cashtree telah mengubah nama mereknya menjadi Cashtree AD, dan membangun image sebagai perusahaan pemasaran digital.

Untuk memperluas area bisnis, Cashtree baru saja mengumumkan akan menunjuk Vice President Shin Myo Chul sebagai CEO baru, dan melebarkan sayapnya ke bidang video commerce.

"Kami sedang mempersiapkan bisnis baru berupa video commerce. Ini akan menjadi platform pemasaran kami yang berdasar pada kinerja influencer," kata Shin Myo Chul, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (29/8).

Mengenai area baru yang akan dikembangkan ini, Chief Business Officer Cashtree, Ursula Cindy, mengatakan, video commerce sebenarnya merupakan perluasan dari media Cashtree yang sudah ada.

"Jadi, nanti video content creator yang akan mengiklankan produk secara langsung. Bentuk periklanan ini tidak mengekspos produk secara kompetitif," jelasnya.

Cindy menambahkan, hal ini terwujud karena pihaknya telah melakukan banyak pemasaran dengan sejumlah advertiser di Indonesia, termasuk perusahaan Korea yang telah masuk di Indonesia.

"Untuk memenuhi kebutuhan advertiser yang berbeda-beda, kami harus terus mengembangkan area marketing Cashtree untuk dapat menciptakan iklan yang lebih bisa dinikmati masyarakat," pungkasnya.



Selengkapnya
 
MORE STORIES