Aplikasi Payment Gateway Dukung Bisnis UMKM i

Ilustrasi e-commerce.

Oleh : Lona Olavia / FER | Kamis, 6 Sepember 2018 | 12:34 WIB

Jakarta - Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) yang merupakan wadah komunikasi antar pelaku industri e-Commerce di Indonesia, kembali menyelenggarakan Idea Forum yang melibatkan anggota idEA, pemerintah daerah, dan penggiat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Acara yang rencananya berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 12 sampai dengan 14 September 2018, akan mengambil lokasi di The Kasablanka, Jakarta Selatan (Jaksel). Dalam acara tersebut, akan ada pameran berupa booth-booth yang akan diisi oleh berbagai pelaku bisnis, seperti perbankan, e-Commerce dan marketplace, ekspedisi dan logistik, payment gateway, dan lain lain.

Salah satu peserta yang hadir dalam pameran tersebut adalah Kasir.ID, yang merupakan salah satu produk terbaru dari PT Pembayaran Lintas Usaha Sukses (PT PLUS). Perusahaan ini, sebelumnya telah terkenal dengan produk payment gateway, Espay.

CEO PT PLUS, Edy SP, mengatakan, jika Espay merupakan payment gateway yang diperuntukkan bagi mereka yang menjalankan bisnis e-Commerce (online), maka Kasir.ID diperuntukan bagi mereka yang belum memiliki website sendiri atau masih menjual produknya secara offline.

"Kasir.ID adalah pilihan yang paling tepat untuk para pelaku bisnis UMKM atau pemilik online shop di media sosial untuk berjualan dan menerima pembayaran secara online," jelas Edy dalam keterangan persnya, Kamis (6/9).

Dalam portal Kasir.ID, penjual bisa memanfaatkan salah satu fitur, di mana mereka bisa mengunggah (upload) katalog produk dan membagikannya melalui akun Facebook, Line, WhatsApp ataupun media sosial lainnya.

"Ketika ada pembeli yang tertarik, mereka cukup klik gambar produk tersebut, dan secara otomatis masuk ke halaman pembayaran dengan berbagai macam pilihan channel yang dimiliki oleh pembeli," jelasnya.

Edy menambahkan, channel pembayaran yang dimaksud dalam Kasir.ID sendiri adalah ATM Transfer (Virtual Account), kartu kredit, direct debit, e-money, dan juga modern channel, seperti Alfamart.

"Adanya sinergi positif antara idEA dengan komunitas, promotor, atau pelaku dan penggiat bisnis, diharapkan Indonesia semakin siap mewujudkan target dan visi sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020," tandasnya.



Selengkapnya
 
MORE STORIES