Bisnis GudangImpor Mulai Terdampak Pelemahan Rupiah i

CEO GudangImpor, Yuwono Wicaksono.

Oleh : Herman / FER | Kamis, 6 Sepember 2018 | 20:50 WIB

Jakarta - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada bisnis GudangImpor, situs belanja online yang menawarkan jasa pembelian barang impor dari merchant luar negeri.

Menurut CEO GudangImpor, Yuwono Wicaksono, bila sebelumnya pertumbuhan bisnis GudangImpor bisa mencapai 10 persen setiap bulan, mulai Juli 2018 kenaikannya hanya sekitar 2-3 persen.

"Sejak rupiah makin melemah, pertumbuhan bisnis kita juga ikut melemah. Harga barang-barang yang diimpor jadi naik, khususnya yang diimpor dari Amerika. Ini membuat sebagian konsumen menahan diri untuk belanja," kata Yuwono Wicaksono, di Jakarta, Kamis (6/9).

Menurut Yuwono, untuk barang-barang yang diimpor dari Tiongkok, harga jualnya masih tetap stabil. Begitu juga dengan barang-barang dari Korea Selatan (Korsel).

"Untuk barang-barang dari Tiongkok, kita belinya juga pakai Yuan. Dari tahun lalu, nilainya masih tetap stabil di angka Rp 2.200, jadi tidak terlalu berpengaruh," tuturnya.

Terkait kebijakan baru pemerintah menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) untuk barang-barang impor konsumsi hingga 10 persen, menurut Yuwono hal itu tidak akan terlalu berdampak bila nantinya kondisi nilai tukar rupiah sudah kembali stabil.

"Kita sih dukung-dukung saja kalau pajaknya memang harus dinaikkan. Naiknya itu kan sekitar 2,5 persen menjadi 10 persen, jadi sebenarnya tidak terlalu besar juga. Kalau pajaknya dinaikkan, tapi kondisi nilai tukar rupiah tetap stabil di angka Rp 13.000-an, saya rasa penjualannya tetap akan terjaga," imbuhnya.

GudangImpor sendiri menawarkan jasa pembelian berbagai macam jenis produk dari berbagai situs belanja di luar negeri seperti Amazon, eBay, Zappos, Foot Locker, dan lainnya. Kategori fashion hingga saat ini masih menjadi produk yang paling banyak dipesan konsumen di Indonesia.

Dengan membeli barang impor lewat GudangImpor, menurut Yowono, konsumen bisa lebih mendapatkan jaminan keamanan.

"Kalau harus beli sendiri, kadang kartu kredit kita belum tentu bisa diterima e-Commerce global. Belum lagi proses shipping dan pengiriman, perizinan bea cukai, dan cost operasional yang cukup mahal. Kalau belinya lewat GudangImpor, semuanya kita urus," jelas Yowono.



Selengkapnya
 
MORE STORIES